
Di dalam Mobil mewah
Ternyata mobil mewah milik Steven atau keluarga Davis, ternyata Keluarga kanglomerat atau yang disebut dengan keluarga paling terkaya di no 1.
Namun sayangnya para masyarakat tidak mengenali orang sepertinya.
Karena memang masyarakat disana hanya mengenal artis artis yang populer yang sering muncul tv saja.
Keluarga Davis memang tidak pernah tereksplor ke dunia maya kecuali jika di Amerika maka mereka akan dikenal di seluruh dunia maya.
Itu hanya di kampungnya saja beda jika di jakarta atau di kota, mereka akan mengenal keluarga Davis sebagai tergolong keluarga paling kaya sedunia dengan peringkat pertama
Kembali pada Steven
Steven melihat sekeliling rumah meski hanya 1 lantai, namun terlihat megah. Ya meskipun dibilang mewah namun bagi keluarga Davis ini tidak ada apa apanya jika dibandingkan dengan rumahnya yang besar, ya itu bisa dibilang Mansion . Sementara yang sekarang ia tempati itu adalah rumah yang mewah.
Steven melihat rumah barunya
"Apa ini Mansion kita dad, wow sejuk sekali".tunjuk ke arah rumah mewah itu, kalu ia membuka jendela dan dia menghirup udara
"Sejukan ya udah kita masuk, dan besok kamu akan sekolah". Ucap Sion
" Ya dad ".jawab Steven
Singkat cerita Malam pun tiba
Kamar Bella yang sangat berdekatan dengan bangunan megah milik Steven, nyaris satu tembok, karena memang dekat hanya berjarak tiga langkah saja dari rumah Bella ke Rumah Steven begitu pun sebaliknya
Kebetulan sekali bangunan di pinggirnya ada jendelanya, jendelanya terlihat sangat mewah sekali. Keadaan bella yang biasanya sepi langsung tiba tiba ramai karena tetangga sebelahnya yang mulai berisik
"Isshhhhh tut tetangga lagi ngapain sih, sombong amat jendelanya suka di tutup mulu".oceh Bella berbicara sendiri sembari mengumpat pada tetangga sebelah
Sementara Steven
Steven yang begitu nyaman di kamarnya sehingga ia langsung merebahkan di kasur empuknya, sedang nonton tentang psikopat, lalu saat dirinya sedang enaknya nonton, tiba tiba ia merasa mendengar suara yang berbicara. Karena juga penasaran ia berniat menghampiri jendelanya , namun saat menuju ke jendela tiba tiba ada yang mengetuk pintu
tok tok tok
"Buka aja". Teriak Steven
Cekleek
"Kamu belum tidur sayang".ucap lembut Silivia
"Belum mom".jawab Steven yang kini kembali ke tempatnya tadi yang masih dengan menonton
"Ya udah kamu jangan terlalu malam ya sayang nontonya". Ucap Silivia sembari mengusap kepala Steven
"Ya momy ".jawab Steven
"Malam sayang".ucap Silivia
Steven hanya tersenyum lembut pada Ibunya, kemudian ia pun kembali menonton saat ibunya telah pergi
Ia ingin membuka jendela namun karena malas jadi ia memilih melanjutkan nonton favoritnya
Sementara kamar Bella
Bella yang tadinya mendumel karena kesal berisik oleh suara suara yang seperti itu dari film yang di tonton oleh Steven , ia pun tak ingin kalah berisik, ia akan siap siap untuk bernyanyi
"Ah nyanyi aja lah, suruh siapa dia nonton tv tapi suaranya gede banget jadi gangguin orang aja, dasar orang kaya". dumel Bella kemudian ia pun mulai bernyanyi
Walaupun jiwaku pernah terluka
Hingga nyaris bunuh diri
Wanita mana yang sanggup hidup sendiri
Di dunia ini
Walaupun t'lah kututup mata hati
Begitupun telingaku
Namun bila di kala cinta memanggilmu
Dengarlah ini
Walaupun dirimu tak bersayap
Ku akan percaya
Kau mampu terbang bawa diriku
Tanpa takut dan ragu
Walaupun mulutku pernah bersumpah
Sudi lagi jatuh cinta
Wanita seperti diriku pun ternyata
Mudah menyerah
Walaupun kau bukan titisan dewa
__ADS_1
Ku takkan kecewa
Karena kau jadikanku sang dewi
Dalam taman surgawi
Ho
Ho
Ho
Walaupun dirimu tak bersayap
Ku akan percaya
Kau mampu terbang bawa diriku
Tanpa takut dan ragu
Walaupun kau bukan titisan dewa
Ku takkan kecewa
Karena kau jadikanku sang dewi
Dalam taman surgawi
Sementara di dalam kamar Steven
"Siapa yang nyanyi malam malam ganggu banget sih tapi bagus sih suaranya, tapi tetap aja ganggu, apa tetangga sebelah gua harus kasih pelajaran".gumam Steven
"Ck tadi aja ngedumel sendiri sekarang malah nyanyi, c.k dasar pengganggu".decak kesal Steven
Lalu dengan kasarnya Stev membuka jendela kamarnya
brak
"Akhirnya terbuka".ucap Steven
Sementara di kamar Bella, Bella yang sedang asyiiknya bernyanyi tiba tiba ia tergelonjat dengar suara seperti ada yang membanting kan sesuatu dan terdengar jelas jika itu berasal dari liar
Karena penasaran Bella pun langsung membuka jendela dan betapa terkejutnya hal yang pertama Bella lihat yaitu seorang pria kecil yang stand bye di jendela rumah mewah tersebut yang saat ini sedang menatap tajam padanya.
Ternyata tanpa di duga jika Kamar Steven dan kamar Bella lah yang saling berdampingan
Bella melihat Steven yang sedang menatap tajamnya langsung membuka ia pun berkata dengan nada terbata bata
"Lah ka kamu si siapa".ucap bata bata Bella karena ketakutan
"Lu kalau mau nyanyi di konser aja atau siang aja jangan sekarang ganggu orang nya".dingin Steven yang masih menatap tajam pada Bella
"Apaan sih kamu suka ngatur ngatur, ya terserah aku mau gimana juga , eh emangnya kamu gak sadar apa kalau kamu juga nonton suaranya kencang banget, huh kamu tuh ya tetangga baru disini aja udah songong aja".bentak Bella pada Steven
Steven yang dibentak oleh seseorang yang baru ia kenal membuat pandangannya semakin dingin, dan kedua tangannya mengepal
"Lu berani banget bentak gua".dingin Steven dengan wajah datarnya sambil menatap tajam pada Bella
Namun Bella tetaplah Bella dia tidak akan peka, karena memang Bella belum paham dengan situasi di sekitar.
"Ya elah napa harus takut sama kamu, kan kamu juga manusia kaya aku, terus sama sama makan nasi".ucap sinis Bella
"Ck. Lu tuh belum tau gue aja".berdecak kesal Steven
"Huh dasar lelaki sombong,wajahnya ganteng sih imut tapi sayangnya sombong".umpat Bella pada Steven dengan tunjuk tunjuk
Sementara Steven mendengar itu langsung menaiki 1 alisnya lalu ia pun membalas perkataan bella
"Ck daripada lu gak ada cantik cantiknya, terus cewek koq kasar lagi,gak pantes jadi cewek".balas Steven lalu diakhiri dengan menghina Bella sebagai wanita yang kasar
Namun Bella tidak menanggapi hal itu tidak membuat dia sakit hati, justru ia merasa heran
Karena biasanya orang kaya itu akan menghina Bella karena miskin tapi ini tidak sesuai dengan ekspetasinya
"Eh aku kira anak ini mau ngatain aing miskin , ah eta mah mungkin dia kelupaaan gak bilang ledeki aku miskin kaya orang orang".bathin Bella dengan wajah keterkejutannya, lalu ia pun membalas perkataan Steven dengan meng olok olok Steven
"Ya biarin atuh, coba kamu tuh orang kaya raya tapi gak pernah bersedekah".olok Bella dan malah berbelok arah
Steven mendengar itu langsung menyeringitkan dahinya lalh berkata
"Hah Sedekah?".tanya Steven dengan wajah bingungnya, sedetik kemudian ia pun mulai mengerti lalu ia tersenyum simrk
"Oh lu mau disedekahi sama gua, ok berapa juta hmmm, ck dasar mata duitan".lanjut Steven dengan sinis tak lupa ia tersenyum simrk
"Hoh". Cengo Bella
"Ya ampun dugaan ku benar kalau dia itu memang sombong seperti orang kaya biasanya".bathin Bella, lalu ia pun langsung menatap tak suka pada Steven
"Heeee apaan sih kamu gak jelas udah ah aku mau tidur aja, aku harap besok gak ketemu lagi denganmu".ucap Bella, ya sebenarnya ia tidak mau berurusan dengan orang seperti Steven lagi. Di akhri kalimat pun Bella berharap tidak ingin bertemu lagi dengan Stev
Mendengar itu Steven tersenyum simrk lalu ia pun berkata dengan santainya
"Oh ya, kamu tidak akan lagi bertemu dengaku? Tapi gua yakin besok lu yang bakal kaget tunggu besok ya ok selamat tidur anak cewek yang bar bar". ucap sinis Steven disertai senyum liciknya
Bella mendengar itu langsung bangkit dari tempat itu, ingin menegur steven malah jendelanya sudah di tutup, meski pun di tutup pun Bella langsung berteriak teriak
"Dasar bocah laki laki sombong , pokoknya kamu jangan pernah ketemu lagi sama aku selama lama lama lamanyanya". Teriak Bella pada Stev dengan kemarahan dan kekesalannya
__ADS_1
Sementara Steven
Ia sedang tertawa terbahak bahak ketika mendengar umpatan Bella itu
"Dasar gadis bar bar hahaha, asyik juga jahili dia hahaha".tawa Steven yang baru pertama kali ia rasakan
********
Pagi yang cerah ini semua manusia telah mulai beraktifitas seperti biasa yang mereka lakukan tiap pagi hari
Seperti sekarang ini, Bella sudah siap mengganti baju menggunakan seragam. Kemudian ia menengok ke arah jendela lupa tidak di buka ia pun membuka jendela tersebut
Bella mungkin lupa jika sekarang di pinggir rumahnya sudah berpenghuni jadi saat ia membuka jendela ia terkejut melihat jendela rumah itu terbuka.
Yang biasanya tertutup kini terbuka, Bella tak menyadari jika dirinya tau saat malam rumah itu sudah ada orang nya
"Loh kenapa jendelanya itu terbuka ya, apa ada orang ya".gumam Bella dengan kepala miring lalu matanya melihat ke atas yang sepertinya ia sedang berfikir
Saat dilanda kebingungan tiba tiba ada yang memanggilnya
"Woy".teriak Seseorang
Bella yang tadinya sedang berfikir langsung tercekat, lalu ia langsung melihat lelaki kecil di jendela Rumah mewah
Ternyata itu adalah Steven
"Loh kamu yang semalam tadi kan?".tunjuk Bella ke Steven
"Lah emangnya kamu gak inget".tanya Steven
"Ya inget sih tapi kan tadi itu malam jadi gak jelas".ucap Bella padahal dia memang lupa saja
"Hmm perasaan kamar aku di nyalain deh jadi gak buramlah, kalau rumah kamu itu baru buram gam jelas meskipun ada lampu".ucap panjang lebar Steven namun tidak bermode dingin tapi masih saja dengan wajah datarnya
"Bodo amat, ish pagi pagi ud...".teriak Bella namun dipotong oleh
" Bella ayo cepet atuh keluar kamu sebentar lagi kan mau berangkat ke sekolah".teriak Mia di luar kamar
"Ya bunda aku siap siap dulu".teriak balas Bella yang masih terdiam di depan jendela kamarnya
Bella melihat Steven menertawakan Bella saat dirinya sedang teriak hal itu membuat Bella jengkel terhadapnya
"Apa kamu cengengesan gak ada yang lucu tau".sarkas Bella
"Hahaha oh jadi nama lu bella".tawa pecah Steven dan dia bukan menghina Bella tapi ia baru tau jika wanita kecil dihadapannya itu bernama Bella
"Apaan sih kamu". Ucap Bella kemudian ia pun meninggalkan Steven
Bella pun langsung pergi ke ruang makan untuk sarapan
Sementara Steven
Melihat Bella sudah tida ada lagi di jendela yang tampak usang begitu
"Bella, itu ternyata namanya, ya uda deh gua sarapan dulu aja". gumam Steven
Steven berada di tempat meja makan dengan suasana yang baru
"Son, tadi malam kamu dengar suara anak kecil menangis?". Tanya Sion pada anaknya
"Ya, dad kayanya tetangga sebelah punya anak kecil". Jawab Steven
"Sayang kamu sudah siap ke sekolah baru kamu". Tanya Silivia
"Ya siaplah mom". Jawab mantap Steven
Mereka pun melanjutkan sarapannya hingga mereka sudah selesai makan saat Stev dan kedua orang tuanya keluar. Mereka melihat anak kecil sedang tertawa lepas
"Hahaha iih teteh, geli".teriak anak kecil ternyata itu bernama Benny adik Bella
"Hahaha udah dulu dadah adek".jahil Bella sambil menggelitik, lalu ia pun berhenti karena ia akan berangkat sekolah
"Dada teteh".teriak Benny sambil melambaikan tangannya pada Bella, bella pun membalas
Sementara Steven melihat itu merasa iri, iya Steven iri melihat Bella yang memiliki sodara kandung atau adik, yang membuat dirinya berpikir sepertinya akan membuat suasana rumah akan berubah jadi ceria seperti keluarga Cheky tadi yang tidak kesepian
Hal ity juga di lihat oleh Silivia dan Sion melihat tetangga sebelah itu memiliki anak lebih dari 1 juga membuat mereka iri
"Kenapa hanya melihat mereka tertawa saja membuatku panas ya, tapi mau bagaimana lagi".bathin Sion dengan perasaan yang bergejolak
"Melihat keluarga itu tampak bahagia apalagi anak kecil dalam rumah itu membuat aku bener bener ingin menyiksa Citra itu".bathin Silivia yang hatinya sudah dipenuhi dengan rasa dendam ada yang namanya Citra itu
"Ternyata benar jika dia memiliki adik".bathin Steven
Kini mereka bertiga masuk ke dalam mobil mewah miliknya, meski diperkampungan namun di kampung itu memang aman bisa dibilang
Karena masyarakat sekitarnya itu tidak pernah melakukan hal yang curang, bahkan jika ada pun masyarakat disana akan langsung menghakimi tidak akan melaporkan ke polisi karena percuma saja, polisi disana mata duitan terus bayarnya pun tak kira kira 1juta di tembus.
Hal inilah yang membuat masyarakat kampung tersebut geram pada polisi. Memang yang namanya tempat itu sesuai dengan lingkungan hidup di sekitar.
Meski lingkungan aman pun, jika tetangganya suka mencampur hidup orang lain pasti membuat tak nyaman
Sama halnya dengan Mia, meski hidup di kampung yang jauh dari kemalingan. Namun jika di sekitarnya suka mengatur urusan orang lain membuat dirinya harus bersabar
Namun tidak semua tetangga seperti mereka, ada juga tetangga yang sangat baik bahkan ikut tolong menolong.
Ya itu biasanya yang tinggalnya dekat dengan rumah nya Mia, kebanyakan memang tetangga di sampingnya itu baik, beda jika di depan
__ADS_1
*****
Terimakasih semuanya yang masih setia membaca Novel baruku