
"Van sejak kapan kamu punya teman geng motor?"ucap Gita melepaskan pelukan dan menatap tajam ke arah vany.
"Hehehe... udah lama git"ucap vany sambil cengengesan.
"Kamu gak bohong kan?tapi kamu punya riwayat sakit jantung,bukan kah itu sangat berbahaya yah?"ucap Gita mengintimidasi vany.
Sementara vany hanya cengengesan menatap Gita.
"Jawab dong pertanyaan ku Van......?"ucap Gita sedikit marah karena tidak ada penjelasan apapun dari vany.
"Jadi begini git, Waktu itu gak sengaja ketemu ketua geng motor wolf, terus ketua nya itu menawarkan aku untuk bergabung ke geng mereka. Nah waktu itu aku mana ada uang untuk biaya pengobatan ku,jadi setelah dipikir-pikir akhirnya aku mau bergabung ke geng wolf dengan syarat mereka gak boleh memberikan ke siapa pun tentang identitas ku"ucap vany cepat karena seperti nya sahabatnya ini sedang marah ke pada nya.
"Baiklah untuk hal itu aku maklumi akan tetapi kenapa harus sampai selama ini kamu tutupi rahasia ini dari aku? Apa kamu gak pernah percaya sama ku sampek-sampek kamu menyimpan semua nya sendirian? Dengar Van! aku akan selalu ada buat kamu baik susah maupun senang ? ingatlah itu Van!"ucap Gita tegas.
"Iya...iya.... Bawel banget sih sahabat aku yang satu ini"ucap vany mencoba mencair suasana.
"Gak usah sok-sokan alih kan pembicaraan Van,jadi sekarang atau mulai detik ini kamu harus keluar dari geng motor wolf, Itu sangat berbahaya untuk kesehatan mu?"ucap Gita.
"Tenang saja Beby, aku udah keluar kok dari geng motor itu. Jadi kamu gak usah khawatir lagi ok"ucap vany sambil tersenyum kepada Gita.
"Bagus lah, aku tidak perlu capek-capek untuk membujuk mu keluar dari geng motor itu"ucap Gita sambil merasa tenang mendengar perkataan vany.
Setelah mereka berbincang-bincang tidak terasa waktu menunjukkan pukul 22:00
__ADS_1
"Van aku pulang dulu yah"ucap Gita .
"Kamu gak nginap?"tanya vany.
"Enggak Van"ucap Gita singkat.
"Loh kok tumben gak mau nginap? biasanya juga kamu mau nginap? kenapa git?kamu ada masalah yah?"ucap vany penuh selidik.
"Aku masih belum bisa move on dari dia..... Van"ucap Gita sedih.
"Udah gak usah sedih git,aku ada solusi nya."ucap vany sambil tersenyum penuh arti.
"Maksud nya Van?"ucap Gita bingung.
"Udah deh...., Besok kamu ikut aku ke tempat sahabat ku. Aku jamin kamu pasti suka sama dia"ucap vany semangat.
"Iya. Emang kenapa ? Kita lihat saja besok pasti kamu suka sama nya"ucap vany penuh percaya diri.
"Iya deh, yang pasti ganteng kan vany?"ucap Gita bercanda dan berbicara dalam hati semoga aku bisa melupakan Leo.
"Iya ,aku jamin deh kamu pasti suka"ucap vany percaya diri.
"Baiklah Van, aku pulang dulu yah?"ucap Gita.
__ADS_1
"Baiklah git, kamu gak papa kan kalo gak aku antar ke depan?"ucap vany sambil berbicara dalam hati "pasti mereka belum pulang lebih baik aku di kamar saja?".
"Tidak apa-apa, yang penting kamu sehat dulu ok, jangan lupa jaga kesehatan Beby?"ucap Gita sambil tersenyum dan memeluk sahabatnya .
"Kalo itu kamu tenang saja,aman itu...."ucap vany sambil tersenyum kepada Gita.
"Baiklah lah, aku pulang"ucap Gita sambil menutup pintu kamar vany.
"Hati-hati di jalan"ucap vany setengah berteriak karena Gita udah pergi.
sesampainya diruang tamu
"Loh tan,om belum pada pulang?"ucap Gita sambil duduk di kursi dekat Kevin karena cuman itu Kursi yang kosong.
"Iya nak Gita, ini juga mau pulang"jawab Denada .
"Tapi sepertinya tante kamu ini git,gak mau pulang Karna dia masih belum puas cerita-cerita sama sahabat nya"ucap Denis dengan nada bercanda.
"Emang cerita apaan om?"ucap Gita penasaran.
"Kepo.....kepo..... Deh kamu git,mau tau aja urusan orang dewasa. Kamu yah dari dulu gak pernah berubah masih aja suka kepoin urusan orang "ucap Kevin santai.
"Kamu yah Vin, dari dulu gak pernah berubah selalu cari masalah sama ku"ucap Gita sewot.
__ADS_1
"Kan emang benar kamu tukang kepo?"ledek Kevin.
"Oh.... Ngajak berantem ini anak bah....."ucap Gita kesal sambil mencubit perut Kevin.