BERTEMU KEMBALI

BERTEMU KEMBALI
Reuni akbar


__ADS_3

Kini suana di rumah Steven sangat ramai, Sudah seperti keluarga besar yang sedang reuni akbar di dalam rumah besar tersebut


"Bunda, kenapa tadi muntah muntah". tanya Bella dengan raut wajah penasarannya


"Ya ampun nak kamu sakit, kamu kenapa bisa muntah muntah sayang". ucap Laurenza dengan wajah paniknya menatap Mia


Mia hanya tersenyum lembut pada Laurenza


"Tidak apa apa, kan memang begini kalau lagi ngisi". celetuk Mia


Mendengar itu semua orang yang berada disana kecuali Cheky terkejut


Ka kamu ha hamil". Tanya Laurenza pada Mia


Mia dan Cheky saling menatap satu sama lain, mereka berdua mengangguk


Bella mendengar itu langsung saja ia bertanya


"Kalau Bunda hamil berarti aku punya adek dong bun". Ucap Bella


Mia mendengar ucapan dari Bella pun tersenyum


"Ya sayang, terus adek kamu ini bukan cuma satu".ucap Mia hal ini membuat Bella tampak berfikir lau ia pun berkata


"Ya berarti adek aku punya 2 , satu Benny dan satu lagi adik dalam kandung momy lahir".ucap Bella


Namun Mia menggelengkan kepala hal ini membuat semua penasaran


"Bukan sayang tapi nanti kamu mempunyai adik kembar nak".ucap Mia sambil mengusap perut yang masih rata


Mereka semua lagi lagi di buat Syok mendengar pernyataan jika Mia memiliki anak kembar


Hal ini tentu membuat mereka semua gembira dan mengucapkan selamat kepad Mia begitu juga Silivia meski hatinya iri namun ia tidak ada sedikit pun niat jahat kepada Mia


"Selamat ya sayang, akhirnya Mamah memiliki cucu lagi". ucap selamat Laurenza pada Mia


Mia hanya tersenyum lembut ia pun mengucapkan terimakasih pada mamah angkatnya kemudian ia melihat Silivia yang ia bisa mengetahui matanya tersimpan ada kesedihan


Mia pun memeluk hangat pada Silivia, Silivia pun tersadar lalu dengan sekuat tahan ia harus mengucapkan selamat meski hatinya teriris


"Mbak Mia, selamat ya mbak hamil lagi apalagi sekarang hamil kembar pasti nya jika mereka lahir akan ramai". ucap selamat Silivia dengan sangat tulus dan dia pun mulai membayangkan jika Mia sudah melahirkan anak kembar membuat Silivia terbayang tangisan anak bayi bayi di rumahnya


"Ya terima kasih banyak doakan aku supaya aku sehat selalu". pinta doa Mia pada Silivia


"Tentu saja".ucap Silivia yang saat ini mereka berdua sudah melepaskan pelukannya


"Selamat nak".ucap selamat Kris kepada Mia, entah kenapa Mia merasa memiliki seorang ayah. Karena ia tak memiliki ayah sudah 4 tahun lalu karena penyakit gulanya


Mia langsung memeluk erat tubuh yang masih kekar Kris


"Papah terimakasih, aku merasa memiliki sosok ayah lagi di samping Mia setelah 4 tahun Ayah meninggalkan ibu dan keempat anaknya". ucap Mia dengan isakan tangisnya yang mencetak suasana disana yang tadi diselimuti rasa gembira karena kehamilan Mia namun saat ini berubah jadi senyap dan sedih malah


Laurenza langsung menangis di pelukan Silivia


"Udah sayang, ini kan papah mu juga anggaplah papah ini papah kandungmu, dan jangan menangis anak sulung papah ini". Ucap Kris kemudian ia pun menghapus air mata Bella


Kini Mereka pun kembali seperti biasa canda tawa di rumah ini. Steven dan Ferry mulai akrab bahkan mereka saling membagi ilmu tentang dunia IT.


Sementara Bella ia sedang bermain dengan adiknya Benny, dan untuk Kris, Sion, Sean dan Cheky sedang berbicarakan tentang bisnis. Meski Cheky memang tak miliki perusahaan namun ia sangat paham tentang bisnis karena dia pun pernah kerja di salah satu perusahaan namun karena ada suatu kejadian yang dimana ia difitnah oleh rekan kerjanya membuat dirinya di pecat secara tidak hormat


Keesokan harinya


Waktunya Steven dan bella sekolah sekarang di antar oleh Ferry menggunakan motornya tak berapa mereka pun sudah sampai di sekolah Bella dan Steven


Siswa siswa yang sedang berlalu lalang disana dan mereka menatap motor dan Ferry yang membawa motor gede sepertinya mereka mengkagumi


Lalu mereka pun sengaja mendekati Bella dan Steven. Steven paham jika mereka mendekati karena ingin mengenal Ferry


"Hay bella". Sapa Bianca dengan wajah yang sok baik


Bella tak menjawab ia malah nyelonong saja melewati Bianca diikuti dengan Steven yang menahan tawanya


Sementara ferry sudah pulang duluan


...****************...


Sementara Mia


Mia sekarang menjual seperti biasa, namun kali ini nampak berbeda. Suaminya yang biasanya suka pergi kerja namun kali ini ia ada di warung


"Ayah gak kerja". tanya Mia pada suaminya


"Kamu ini sekarang lagi hamil nanti kalau kamu kemana mana gimana،،". ujar Cheky


Mia tak memberian lagi pertanyaannya, karena memang benar jika dirinya sedang hamil butuh di perhatikan apalagi Mia selalu ingij makanan, ya semenjak hamil Gina menjadi nafsu makan.


...----------------...

__ADS_1


Singkat cerita


Mia saat ini sedang berada di Rumah sakit bersama Silivia tadinya ia menolak namun ia tak tega melihat Silivia dengan memelasnya dan dengan terpaksa Mia pun akhrinya menyetujui, warungnya kini di layani oleh suaminya maka dari itu suaminya tidak ikut mengantar ke Rumah sakit


Kini Mia diperiksa oleh dokter kandungan


"Bagaimana doktet janin saya".tanya Mia


"Alhamdulillah sekali janin ada sehat jangan lupa minum obat untuk anda agar tidak mual".ucap Dokter cantik bernama Kayla


"Terimakasih dokter boleh aku ingin di usg ".ucap Mia lalu ia pun pinta pada Dokter


"Ini silahkan, wah bun liat mereka terlihat kecil sekali".ucap Dokter lalu ia pun mengarahkan alat (entah lah namanya) ke perut Mia sebelum itu perutnya di olesi gel


"Wahhhh lihatlah mbak Mia". Pekik Girang Silivia melihat monitor yang menampilkan 2 binih yang tersimpan disana


"Asyik ternyata benar mbak hamil Twins". Ucap lanjut Silivia yang begitu antusias melihat 2 biji yang seperti kacang tanah bentuk dan ukurannya kira kira


Mia hanya tersenyum menatap Silivia yang begitu fokus pada monitor


Mia sudah selesai di USG dan juga singkat cerita mereka sudah berada di rumah mewah milik Silivia dan keluarganya


Baru saja masuk langsung saja mereka berdua siapa lagi kalau bukan Sivani dan Laurenza yang ingin mengetahui perkembangan


...----------------...


Sementara ditempat lain


Di ruangan yang gelap pengap dan juga berbau anyir terdengar suara teriakan saling menyaut.


Terlihatlah 2 wanita sedang diikat rantai, dengan tubuh penuh luka sementara di depan mereka ada 2 pria dewasa berbeda usia. Sedang menikmati petunjukan di depan dengan di temani oleh para pengawal dan juga asisten mereka secara masing masing. Yaitu Kevin dan Julio yang berada di belakang tuan tuannya. Memegang botol wine berdosis tinggi untuk menuangkan gelas tuan tuannya. Anak, bapaknya serta mertuanya memang sangat kuat minum siap lagi kalau bukan lagi Sion, Sean dan Kris terkenal sebagai orang yang berbahaya


"Akhhhhh akhhhhhhh"


"Akhhhhh akhhh"


Jeritan demi jeritan tak mereka peduli mereka merasa puas. Mereka tak peduli perempuan atau pun laki laki atau itu bocah sekalali pun jika mengusik keluarga mereka maka nyawa balasannya.


Cukup puas mereka bertig menikmati penyiksaan akhirnya Sion memerintahkan berhenti, Sion, Sean dan Kris pergi begitu saja setelah memerintahkan untuk memberi suntikan pada mereka berdua.


"Berhenti". titah Sion dengan nada dinginnya


"Berikan mereka suntik bius kekebalan agar ia bisa tubuhnya bertahan".titah Sion (Asal ngetik author mah hahaha)


Mereka pun keluar dari tempat dan menemui keluarga mereka tercinta


...****************...


Bianca yang merasa diabaikan apalagi di tinggal Steven dan Bella lalu ia membalik ke belakang sudah tidak ada lagi Ferry membuat dirinya kesal


"Issh kenapa mereka semua ninggalin aku sih?".kesal Bianca


"Hmm, kira kira siapanya mereka berdua ah udahlah aku masuk aja dulu".bathin Bianca bertanya dalam dirinya memikirkan siapa Ferry bagi Bella dan Steven lalu ia menepis semua segera pergi ke kelas.


Dan ternyata Bel pun sudah di bunyi waktunya jam pertama sudah di mulai.


...****************...


Sementara Mia saat ini ia sedang bersama Cheky di warung


"Ayah, Bunda pengen mangga muda yah". rengek Mia pada Cheky


"Ha dasar bumil efek ngidam ya begini segala aneh".des.ah Cheky namun dia sudah biasa dengan begunian


Lalu Cheky pun memetik mangga yang kebetulan di rumahnya memang panen mangga di halaman rumahny


Setelah didapatkan langsung diberikan pada sang istri, dengan tenang senang hati Mia pun menerima dengan lahap ia makan mangga muda tersebut


Dan mereka pun seperti biasanya mengerjakan aktivitasnya


...****************...


Sementara Ketiga pria dewasa yang tak lain Sean, Sion dan juga Kris mereka sedang berada di Mansion yang terletak sangat jauh dari pemukiman yang memang letaknya masih Bandung.


Saat suasananya tegang karena saat ini mereka bertiga sedang menatap seorang Maid pekerja disana


Sean yang saat itu sedang memarahi Maid karena kecerobohannya membuat kopi tapi rasanya bukan pait atau pun manis melainkan asin.


Sean langsung menyirami wajah maid dengan keadaan kopi panas, sementara Sion dan Kris hanya duduk sambil melihat petunjukan yang ada di depan mata mereka disana


"Apa Kau bodoh ha, tak becus sekali kerjaanmu". bentak Sean sambil menunjuk nunjuk


"Bawa kan cambuk ukuran besar kemari".titah Sean dengan nada dingin pada pengawal


Sementara wanita itu terus saja menunduk dan juga menangis dengan perasaan ketakutan hebat, dan ia sangat yakin jika hidupnya tak lama lagi akan berakhir


"Berlutut" titah Sean pada Maid tersebut dengan dingin setelah mendapatkan cambuk nya

__ADS_1


Cta ctar ctar


Akhhh Akhh akhhhh


Jeritan yang malang terdengar di seluruh ruang Mansion, dengan di saksikan oleh beberapa pelayan dan juga pengawal. Sean terus saja mengayunkan cambuknya dengan brutal terus menerus melayangkan pukulan dengan cambuk. Hingga baju maid itu berwarna dan meneteskan darah mengenai lantai sehingga lantai yang putih menjadi merah dan bau anyir, semakin brutal maka semakin banyak darah yang sudah mulai mengalir kemana mana.


Saat mereka bertiga sudah berada di Mansion karena tadi mereka sedang menyiksa di ruangan bawah, kemudian mereka pun masuk ke dalam Mansion dan ternyata kebetulan berpapasan dengan Maid.


Lalu mereka segera meminta kopi untuknya sendiri dan 2 lainnya Wine, namun ternyata hal yang tak terduga, yang saat ini ia inginkan adalah menikmati kopi tapi itu seketika hilang sudah yang ada malah ingin marah dan marah.


Ia tak peduli suara memohon atau pun jeritan yang malang, Sean semakin beringas saja setelah itu Nalendra tidak hanya ingin menyiksa, dengan tatapan bunuh nya semakin terlihat kalau Sean saat itu haus darah dan ingin membunuh seseorang.


"Siapkan satu botol wine".titah Sean


Tiba tiba ketua pelayan menghampiri karena dirinya sedang berada di kebun untuk menyirami tanaman


"Tu tu an maafkan saya yang tidak mempelajarinya untuk urusan dapur".ucap ketua Maid bernama bi Sumi yang memang sangat merasa bersalah tidak teliti terdahilu


"Sudahlah bi Sumi, kau boleh pergi karena saat ini mood ku tidak sedang baik". Ucap tulus Seam nada dingin dan wajah tanpa senyuman


"Baik saya permisi".pamit Bi Sumi


Datanglah pengawal dan membawa 1 botol minum anggur merah, lalu Sean menerima dengan manatap tajam pada pembantu kurang ajar itu setelah tutupnya dibuka kemudian


byur......


Akhhhhhh Akhhhh


lalu Sean meraih pistol langsung ia menembak kepala dan jantung pada maid tersebut


dor dor


"Perhatian jika kalian berbuat kesalahan walau itu hanya seujung jari pun bayarnya adalah nyawa, jadi lakukanlah pekerjaan yang benar jika kalian ingin umur panjang".teriak Sean yang saat ini para maid dan juga para pengawal berbaris rapih


"kalian bawa mayat ini , lalu simpan didepan rumah keluarganya".titah Sean sambil menunjuk arah main yang tergelatk bebersimbah darah


Tubuh mereka bergemetar hebat,dan memang mereka sudah biasa dengan hal ini, namun tetap saja membuat mereka ketakutan.


...----------------...


Tak terasa sore pun sudah menjelang


Tentunya Steven dan Bella sudah pulang, seperti biasa mereka berdua pasti bermain setiap hari bermain atau entah di rumah Steven atau pun sebaliknya


Steven yang memang kehidupan yang dulu jauh mengenali Bella. Ia sangat pendiam tidak ceria dingin dengan siapa pun bahkan dia anak yang dibilang sangat berbahaya bagi mereka yang sudah mengenali Steven ini


"Bel gua mau ngomong ama lu". Ucap Steven dengan nada serius


"Ya kalau ngomong ya tinggal ngomong Stev". balas Bella


Dengan sekali nafas lalu menghembus kembali Steven berbicara meski ini agak berat namun ia penasaran dengan respon Bella


"Bel, kayanya gua bakal sampai kelas 6 deh disini". ucap Steven


Bella mendengar itu langsung terdiam dan mencerna yang dikatakan oleh Steven. Kemudian Bela lanysung menatap Steven dengan wajah bingungnya dan juga bertanya tanya


"Ke kenapa sampai kelas 6?". Tanya Bella


"Hmm ini soal orang tuaku yang memang udah di putuskan". Ucap Steven meski hatinya tercekat merasa perih entah apa dia rasakan sangat sesak sekali


Bella terdiam, ia tidak tau harus berbicara apa pada Steven namun sedetik kemudian Bela pun berucap


"Tapi tolong kabari aku kalau kamu memang bener akan pergi". pinta Bella dengan wajah memohonnya. Hal iin membuat Steven merasa iba melihat wajah yang ditunjukan oleh Bela


"Tentu saja, aku akan terus beri kamu kabar". Balas Steven dengan senyum manisnya


"Kalau memang kamu memiliki pacar dan bahkan calon istri tolong kabari aku juga, karena aku pun juga sama jika aku memiliki seorang kekasih aku akan bercerita tentangnya padamu, bagaimana?". Ujar Bela dan berharap suatu saat mereka memiliki pasangan masing masing hal itu saja jelas sekali Bela terlihat sangat antusias beda halnya dengan Steven


Steven mendengar langsung terdiam, entah kenapa ia merasa tak menyetujui jika dirinya dan Bela suatu saat nanti akan memiliki pasangannya masing masing


Bahkan Steven tidak ada niat untuk ingin mencari wanita lain selain Bella. Dirinya pun hanya Bela yang suatu saat nanti jika dirinya sudah dewasa ia ingin wanita yang menjadi pendampingnya yaitu Bela.


"Aku tidak tau soal itu yang pastinya aku akan selalu beri kabar". Ucap steven


Bela pun hanya mengangguk saja, mereke bercengkrama hingga ada yang mendatangi mereka


"Widihhh ada yang pacaran nih". celetuk Feryy


bersambung...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Makasih buat semua yang sudah setia membaca Novelku ini


Semoga kalian suka dengan ceritanya


Maafkan typo dimana mana akan diperbaiki koq

__ADS_1


__ADS_2