
"Ya ampun Sila, kamu itu tuli apa gimna sih.Saya kan udah bilang kalau saya ngga selera makan makanan kaya gini,tetep aja kamu masak kaya gini.Kamu tu sengaja ya biar saya ngga bisa makan."Ucap ibu mertuanya itu dengan marah.
"Bukan gitu bu.Tadi itu sila udah terlanjur beli bahan masakanya kaya gini.Terus kalau mau beli ayam udah siang gitu juga pasti udah habis di tukang sayur nya.Makanya Bu fikir sila beli ayam nya besok pagi aja biar sekalian blanja yang lain." Ucap Sila mencoba menjelaskan.
"Halah kamu tu selalu aja alasan." Ucap mertuanya itu tak ingin medengarkan penjelasan dari Sila."Liat tu istri kamu Sadi.Masa siang tadi ibu cuma di masakin tahu sama sop. Sekarang malah cuma tempe sama sayur asem.Kamu kan tahu ibu ngga suka makan makanan kaya gini. Tapi kaya nya istri kamu itu ngga iklas deh kalau kamu kasih uang ke ibu.Makanya dia cuma masak makanan kaya gini biar ibu ngga ikut makan." Lanjutnya lagi sambil mengadu kepada anak nya itu berharap Sila di marahi oleh Sadi.
Dan tentu saja sila akan di marahi ,karna sudah membuat ibu nya marah.Sebab Sadi sangat menyayangi ibu nya melebihi istrinya itu.
"Sila kamu tu harusnya dengerin ibu dong.Ibu kan udah bilang ngga suka makanan kaya gini, tapi kenapa kamu masih masak makanan kaya gini.Harusnya kamu ikuti dong apa maunya ibu.
Lagian aku juga pasti lama lama juga bosan kalau kamu setiap hari masak nya kaya gini.Susah susah cari uang ,hidangan nya cuma tahu sama tempe." Ucap Sadi menegur Sila.
"Iya mas ,besok aku beli bahan masakan yang enak.Aku minta maaf bu kalau masakan ku membuat ibu jadi tidak selera makan.Sila janji ngga akan ulangi lagi." Ucap Sila yang hanya bisa pasrah dengan kemauan kedua orang itu.
Dia hanya bisa menuruti apa kata kata mereka walapun hanya dengan uang yang sedikit ia harus bisa memikirnya supaya bisa masak makanan enak setiap harinya.
__ADS_1
...----------------...
Keesokan pagi nya,seperti biasa setelah sarapan mereka membubarkan diri masing masing. Dengan Sadi yang pergi bekerja, ibu nya Sadi yang biasa menghilang ntah kemana dan sila yang segera membersihkan rumah,mencuci baju dan lain lain nya.
Setelah selesai dengan pekerjaan rumahnya ,Sila segera menuju ke tukang sayur supaya tidak keburu kehabisan.
Sesampainya di tukang sayur, Sila segera mengambil satu kilo ayam,ikan dan telur.Tidak lupa dengan sayur mayur nya,yang tentunya sayuran yang akan di sukai oleh mertuanya itu.
"Bang ini aku udah semua ya,tolong di hitung yah." Ucap Sila Sambil memberikan barang barang pilihanya.
"Total nya seratus dua puluh ribu ya neng." Ucap tukang sayur itu setelah menghitung semua jumlahnya.
"Haah!! Kok mahal banget bang." Ucap Sila sedikit tidak percaya dengan jumlah yang harus ia bayar.
"Iya neng,soalnya sekrang harga lagi pada naik semua. Apa lagi harga telur neng, sekarang lagi tinggi banget. " Ucap tukang sayur itu.
__ADS_1
"Ooh gitu ya.Ya udah bang ini uang nya." Ucap Sila sambil memberikan dua lembar uang seratus ribuan.
"Oh ya neng.Ini kembalianya ya." Ucap tukang sayur itu sambil memberikan kembalian uangnya.
"ya allah ,kenapa semua nya mahal mahal banget ,kalau begini bagaimna uang itu akan cukup, apa lagi beras juga sudah habis tapi uang yang aku bawa tinggal delapan puluh ribu ."Ucap Sila dalam hati sambil memandangi uang yang tinggal delapan puluh ribu itu.
"ya sudah lah aku bawa dulu ke warung ,siapa tau uangnya masih cukup buat beli beras." Batin sila lagi sambil pergi menuju warung untuk membeli beras.
Sesampainya di warung,Sila langsung menanyakan kepada pemilik warung,apakah ada beras yang bisa di belinya dengan uang delapan puluh ribu.
"Permisi buk.Apakah ada beras di sini,,yang harga nya murah saja,takut uang saya ngga cukup soalnya buk." Tanya Sila kepada pemilik warung tersebut.
Bersambung.....
happy reading teman teman🌷🌷🌷🌷
__ADS_1