
Setelah selesai makan Tono pun segera mengantar Sila pulang. Di tengah perjalanan Tono mengungkap kan isi hati nya yang selama ini Tono rasakan. Tono masih sangat mencintai Sila. Perasaanya masih sama seperti dulu,tidak ada yang berubah.
"Mmm Sila makasih ya udah mau masakin dan juga nemenin aku makan,aku bahagia banget hari ini." ucap Tono sambil fokus menyetir dan sesekali melirik ke arah Sila.
"Iya mas sama sama,itu kan udah tugas aku sebagai pembantu kamu. Lagian tadi juga aku udah sekalian ikut makan, justru aku yang harusnya berterimakasih." ucap Sila.
"Kamu jangan gitu dong Sil. Jangan pernah katakan kalau kamu pembantu." Ucap Tono yang tidak suka dengan Sila yang selalu menganggab dirinya pembantu.
"Lah emang kenyataanya gitu kan mas. Memang kenyataanya kalau aku ini pembantu." Ucap Sila yang merasa kalau ucapanya itu benar.
"Aku mau mulai sekarang kamu mengurus rumah ku dan mengurus aku tapi bukan sebagai pembantu Sil. Tapi aku pengen kamu mengurus aku sebagai istri aku. " Ucap Tono yang langsung berterus terang kepada Sila
"Jadi istri kamu mas,kamu jangan gila deh." Ucap Sila yang menganggab bahwa ucapan Tono itu hanya lelucon.
"Aku memang udah gila Sil. Semenjak kamu nikah sama Sadi aku sama sekali ngga bisa lupain kamu. Aku bahkan ngga bisa deketin wanita lain. Dipikiran aku itu cuma ada kamu Sil." Ucap Tono yang terlihat sangat Tulus.
"Tapi aku ngga bisa mas." Ucap Sila yang merasa dirinya tak pantas untuk kembali bersama Tono.
Tiba tiba Tono memberhentikan mobil nya di pinggir jalan.Ia memandangi Sila dengan begitu dalam nya.
"Kenapa Sil,kenapa kamu ngga bisa?" Tanya nya kepada Sila.
"Ya aku ngga bisa aja mas,aku ngga mau menyakiti kamu untuk yang kedua kali nya."
__ADS_1
"Ngga akan ada yang tersakiti Sil.Jika kita bersama kita akan saling melengkapi.Aku sangat sangat mencintai kamu Sil" ucap Tono sambil menangkup kedua pipi Sila.
"Tapi aku ini seorang janda mas. Apa kamu ngga malu pengusaha sukses seprti kamu mempunyai istri janda seperti aku.Apa lagi pendidikan aku sangat rendah.Aku ngga pantes mas buat kamu." Ucap Sila sambil mengalihkan pandangan nya keluar sambil melepaskan tangkupan tangan Tono dari wajahnya.
"Malu?? Ngapain aku harus malu Sil,aku ngga mempermasalahkan masa lalu kamu. Aku juga ngga memandang setatus kamu. Yang aku mau cuma kamu jadi istri aku Sil." Ucap Tono tak menyerah.
Sila hanya diam. Dia ngga tau harus jawab apa. Di satu sisi Sila juga masih mencintai Tono, namun di sisi lain Sila merasa tak pantas bersanding dengan Tono. Karena Sila yang dulu pernah menyakiti Tono dan juga kehidupan Tono yang sekrang menjadi seorang pengusaha yang sukses membuat Sila merasa tidak sebanding dengan nya.
"Oke Sil kalau kamu ngga bisa jawab sekrang ngga papa. Aku akan kasih kamu waktu,tapi aku menunggu jawaban baik dari kamu Sil." Ucap Tono melembut sambil menjalankan mobil nya kembali karna Sila yang hanya terdiam.
Tak ada percakapan apapun sampai mobil itu berhenti di depan kontrakan. Sila hanya memandangi keluar mobil tanpa suara sedikit pun. Ntah apa yang ada di pikiranya saat ini.
"Makasih ya mas udah anterin." Ucap Sila setelah mobil itu berhenti dan langsung membuka pintu hendak keluar.
"Kamu ngga mau nyuruh aku masuk dulu Sil." Ucap Tono yang mengharap di suruh mampir.
"Hmm ya udah deh. Aku tunggu jawaban kamu ya Sil." Ucap Tono sambil menyalakan mobil nya dan melajukanya .
Sila hanya diam dan segera masuk kerumah. Di dalam rumah Sila melihat ibu nya yang masih berada di depan tv.
"Aasalamualaikum bu." Ucap Sila setelah masuk kerumah.
"Waalaikumsaalam, udah pulang nak."
__ADS_1
"Iya bu. Hanan udah tidur bu?" Tanya Sila yang tak melihat ada Hanan.
"Iya dia sudah tidur,katanya nunggu kamu lama jadi dia sudah mengantuk ." Ucap ibu.
"Ooh ,kok ibu ngga tidur sekalian."
"Ibu belum mengantuk,lagian kalo kamu belum pulang ibu belum tenang Sil. Ibu kepikiran terus takut kamu kenapa kenapa." Ucap ibu yang merasa khawatir.
"Ibu ngga usah khawatir,aku ngga papa kok. Lagian aku pulang malem juga karna pekerjaan ,bukan karena hal lain." Ucap Sila menenangkan ibu nya.
"Emang kamu disuruh ngapain Sila sama bos kamu. Kok pulang nya sampai malem begini?" Tanya ibu.
"Tadi bos aku lagi pengen masakan rumahan bu. Dia minta di masakin sama aku. Jadi tadi aku masakin dia dulu. " Ucap Sila menjelaskan apa ada nya.
"Majikan kamu yang mana Sil. Yang baru ya ,yang si nak Tono itu ya. Soalnya kalau majikan yang lama lama ngga pernah minta di masakin. Mereka suka masak sendiri." ucap ibu menebak.
"Iya bu. Ya udahlah udah malem. Ibu tidur aja ya,lagian aku juga udah pulang kan." Ucap Sila mengalihkan pembicaraan.
"Mmm ya udah deh,kamu juga istirahat ya nak. Kamu pasti capek banget hari ini." ucap ibu.
"Iya bu aku capek banget. Aku mau ke kamar dulu ya bu."
"Iya sil,ibu juga mau ke kamar."
__ADS_1
Merekapun masuk ke kamar masing masing. Setelah sampai kamar Sila melihat Hanan yang sudah tertidur pulas.
Bersambung.....