
Karena sifat ibunya yang suka jalan jalan dan kumpul kumpul besama temanya lah yang membuat sadi harus extra mencari uang.Karena kalau bukan dari Sadi maka dari mana lagi ibunya itu mendapatkan uang untuk mengikuti gaya elit nya.
Tetapi Sadi tidak pernah mengeluh soal itu.Justru ia merasa bangga karna bisa membahagiakan ibu nya.Bahkan sampai sampai setelah menikah pun, ia masih memberikan uang gajinya kepada ibu nya,bukan kepada Sila istrinya.
Seperti hari ini,Sadi pulang membawa gajinya dan hendak memberikanya kepada ibunya.Di tengah tengah makan malam mereka Sadi memberikan gajinya kepada ibunya langsung di depan mata Sila.
"Oh ya bu.Ini gaji Sadi bulan ini."Ucap Sadi sambil memberikan amplop berwana coklat itu."Itu seperti biasa sudah Sadi ambil separuh buat keperluan Sadi." Lanjutnya.
"Ah iya iya makasih yaa Sadi." Ucap ibu nya sambil melirik kearah Sila."Oh iya ,sekarang kan udah ada Sila kan.Jadi sekarang ibu udah ngga mau ngurusin buat keperluan sehari hari lagi ya Sadi.Lagian kan ibu udah tua,ibu udah males mikir buat belanja belanja keperluan sehari hari lagi." Lanjut nya.
"Oh ya udah bu kalau gitu,itu uang nya di bagi dua sama Sila ya. Biar Sila mulai sekarang yang ngurusin keperluan sehari hari." Ucap Sadi dengan lembut kepada ibu nya.
"Loh kok di bagi dua sih.Ibu ngga mau lah sad.Nanti uang ibu kurang lagi kalau teman teman lagi ngajakin jalan."Ucap nya menolak.
__ADS_1
"Kamu kan juga katanya udah ngambil separuh tadi.Yaa udah, kamu kasih punyak mu aja lah." Lanjutnya.
"Bu gaji Sadi kan cuma 4 juta.Sadi cuma ngambil separuh,itu aja buat ongkos bengsin dan buat jaga jaga kalau mobil Sadi mogok.Sama sadi juga harus nabung buat keperluan lahiranya Sila kan bu." Ucap Sadi ,karena memang setelah beberapa bulan menikah Sila sudah mengandung.
"Ah pokoknya ibu ngga mau membagi dua uang ini.Kamu pikirin ajalah gimna caranya." Ucap ibunya ngga mau mendengar penjelasan Sadi.
"Haah ibu ,,Ya sudah nanti Sila aku yang kasih." Ucap Sadi akhirnya. Karena ia tidak akan mungkin membantah ibunya. Karena Sadi sangat menyayangi ibu nya.
Sila yang sedari tadi hanya diam namun sambil mendengarkan percakapan mereka berdua ,yang ternyata sila baru tau sifat ibu mertuanya itu yang suka tamak dengan uang.Dan heranya lagi kenapa bukan Sila yang di kasih uang,kenapa malah ibunyaa. Bukanya dia adalah istrinya,yang seharusnya ia nafkahi. Tapi hanya bisa berfikir dalam diam saja dan tak berani untuk ikut mengeluarkan Suara.
"Ini aku kasih kamu uang ya. Buat keperluan sehari hari,karena kamu kan dengar sendiri kalai ibu udah ngga mau ngurusin keperluan lagi. Jadi harus kamu semuanya yang handle sekarang." Ucap Sadi sambil menjulurkan lima lembar uang seratus ribuan."Itu harus cukup buat satu bulan.Sampai aku mendapatkan gaji ku lagi." Lanjutnya.
"Haah! Mas,kamu kasih aku lima ratus ribu buat sebulan.Ya ampun mas,ini ngga akan cukup, mungkin cukup buat makan nya tapi dengan bayar listrik ,iuran bulanan dan lain lainya mas.Gimana aku bayarnya nanti."Ucap Sila kaget dengan uang yang di beri Sadi,yang tidak seberapa itu.
__ADS_1
"Ya kamu pikirin sendiri dong gimna caranya.Pokoknya aku kasih kamu segitu dulu,nanti kalau udah gajian,baru aku kasih lagi."Ucap Sadi seakan tak peduli dengan Sila yang akan pusing memikirkanya.
"Mas! Ibu aja kamu kasih 2 juta.Kenapa aku kamu malah cuma kamu kasih lima ratus ribu,dan itu aja cuma buat kebutuhan sehari hari.Jadi nafkah buat aku kamu ngga mau kasih mas.Aku ini istri kamu mas bukan babu kamu."Ucap Sila mulai kesal namun masih bisa di tahan nya.
"Itukan ibuku.Dan lagi uang itu juga uang ku.Aku yang susah payah cari .Aku juga masih mau ngebahagiain ibuku.Ibuku udah di tinggal lama sama bapak Sil.Jadi nya siapa lagi yang mau ngasih uang ibu kalau bukan aku." Ucap Sadi membela ibunya.
"Udahlah, kamu itu ngga usah iri sama ibu.Kamu terima segitu dulu uanganya.Nanti kalau aku udah gajian lagi, nanti aku kasih kamu lagi." Ucap Sadi sambil menarik selimut untuk tidur.
Sila hanya bisa diam sambil memandangi lembaran lembaran uang itu. Dia memikirkan bagaimna uang itu akan cukup untuk satu bulan kedepan.Ia pun memutuskan untuk menyimpan uang itu dan bergegas tidur.Masalah uangnya ia akan pikirkan besok sambil berjalanya waktu.
dia berbaring membelakangi Sadi,karena rasa kesalnya kepada suaminya itu ,membuat ia tidak ingin melihat wajah suaminya itu.
Bersambung.....
__ADS_1
Happy Reading ya temang teman🌷🌷🌷🌷