BERTEMU KEMBALI

BERTEMU KEMBALI
Bertemu Kembali eps 43


__ADS_3

Hari miinggu kemudian tiba kembali. Sila seperti biasa tanpa libur ia tetap bekerja. Namun, ia hanya bekerja di tiga tempat. Yaitu, di tiga tempat majikanya yang lama. Karena di tempat Tono ntah ada acara apa Sila di liburkan. Jadi hari ini Sila pulang lebih awal dari hari biasanya .


Setelah selesai dengan pekerjaanya Sila segera bergegas pulang. Dan tidak membutuhkan waktu lama untuk dia sampai di rumah.


"Aasalamulaikum." Ucap Sila memberi salam ketika ia sudah masuk kedalam rumah.


"Waalaikumsalam nak, Kok tumben pulang nya cepet ada apa ?" Tanya ibu yang datang dari dalam setelah menjawab salam Sila.


"Hari ini mas tono minta aku libur kerja di rumah nya bu. Makanya aku bisa pulang cepet. Oh iya Hanan mana bu?" Tanya Sila ketika ia tidak melihat Hanan. Karena biasanya anak itu akan segera menghampiri Sila ketika mendengar Sila pulang.


"Hanan lagi tidur. Dia baru selesai makan, mungkin terlalu kenyang jadi dia mengantuk." Ucap ibu.


"Oh gitu." Ucap Sila.


"Oh ya. Emang nya di rumah Tono lagi ada acara apa. kok kamu sampai di suruh libur?" Tanya ibu yang merasa penasaran.


"Sila ngga tau bu. Mas Tono cuma nyuruh Sila kalo hari ini ngga usah bersihin rumah dia. Jadi ya Sila cuma iya aja. Ngga sampe nanya macam macam." Ucap Sila.


Ketika ibu dan Sila sedang asik mengobrol. Tiba tiba ada orang yang mengetuk pintu dengan di barengi ucapan salam dari luar rumah. Ibu dan Sila seketika saling pandang dan langsung bergegas berdiri untuk membukakan pintu. Di tambah dengan rasa penasaran dengan siapa orang yang bertamu ketempat mereka itu.


"Aasalamualaikum." Ucap salam orang itu setelah mengetuk pintu rumah Sila.


"Waalaikumsalam." Jawab Sila sambil membukakan pintu dan diikuti ibu di belakangnya.


"Mas Tono?!" Ucap Sila sedikit melongo dengan kedatangan Tono. Ia tidak datang sendiri melainkan bersama kedua orang tuanya. Yaitu Pak Tejo dan Bu Tinah.

__ADS_1


"Assalamualaikum Sila." Ucap bu tejo membuyarkan lamunan Sila.


"Waalaikumsalam Bu Tinah . Yaa ampun saya sampai lupa. Ayok masuk. Tumben tumbenan sekali kalian berkunjung kerumah Saya." Ucap Sila sambil mengajak mereka masuk dan mempersilahkan untuk duduk.


"Iya bu , pak. Mari silahkan duduk ." Ajak ibu juga mempersilah kan mereka duduk.


"Baik buk." Ucap mereka sambil menduduk kan bokong mereka di sofa.


"Sila ,buatin minum untuk tamu kita ini!" Ucap ibu menyuruh Sila untuk membuat kan minum.


"Iya bu."


"Oh iya Bu Tinah, Pak Tejo apa kabar? Udah lama ya kita ngga ketemu. Makin cantik aja Bu Tinah sekarang." Ucap ibu memulai obrolan supaya tidak terasa canggung.


"Ah Bu Nadia bisa aja. Alhamdulillah kabar kita baik. Iya nih kita lama ngga ketemu ya karena kesibukanya masing masing. Bu Nadia juga sekrang makin cantik." Ucap Bu Tinah dengan senyuman ramah nya.


"Ah bapak ikut ikut aja." Ucap Bu Tinah sambil mencubit pelan lengan suaminya .


Ibu Nadia hanya bisa tertawa melihat kelucuan Bu Tinah dan Pak Tejo. Tiba tiba Pak Tejo menyikut lengan anak nya itu. Seperti memberi kode untuk nya segera berbicara tentang maksut dan tujuanya datang ketempat Sila.


"Ehmmm .. Bu Nadia , maaf sebelumnya. Supaya anda tidak bertanya tanya tentang kedatangan kami, saya akan menjelaskan maksut dan tujuan kami datang kesini." Ucap Tono memulai obrolanya setelah mendapat sinyal dari bapak nya.


"Ah iya nak silahkan." Ucap ibu mempersilahkan.


"Jadi begini bu. Maksut dan tujuan saya dan keluarga saya datang kesini adalah ,saya ingin melamar Sila anak ibu,untuk saya jadikan istri bu. Apakah Bu Nadia mengizin kan saya untuk menjadi suami Sila dan juga menjadi ayah Untuk Hanan." Ucap Tono tepat dan jelas.

__ADS_1


"Oh ,, jadi nak Tono mau melamar Sila ya. Ibu sih selama itu hal baik pasti ibu izinkan. Apa lagi anak ibu yang sekarang ini menjanda dan tiba tiba ada yang sudi menikahinya ibu sangat senang. Tapi untuk jawaban mau atau engganya Sila, ibu serahkan saja sama anak nya sendiri." Ucap ibu sambil melihat kearah Sila yang datang dari dalam sambil membawa nampan minuman.


"Gimana nak?" Tanya ibu kepada Sila.


"Emmm aku..." Ucap Sila ragu.


"Aku mohon Sil. Menurut aku , tuhan selalu mempertemukan kita karena ia ingin kita bersama lagi Sil. Tapi untuk yang kali ini bukan hanya menjadi pacar. Melainkan menjadi teman hidup Sila." Ucap Tono dengan tatapan penuh harap agar Sila menerimanya.


"A aku.. Masih ragu mas." Ucap Sila dengan mendukkan pandanganya.


"Ragu kenapa nak." Ucap Bu Tinah yang akhirnya ikut mengeluarkan suara .


"Saya ragu. Karena setatus saya yang janda bisa saja mempermalukan reputasi mas Tono." Ucap Sila masih dengan menundukan kepalanya.


"Ngga akan ada yang di permalukan Sil.Memang nya ada yang salah dengan setatus janda. Ngga ada Sil. Janda atau tidak itu sama aja Sil menerut aku. Karena aku mencintai kamu apa adanya." Ucap Tono berusaha meyakinkan Sila.


"Iya nak. Yang terpenting dari seseorang itu adalah akhlak dan etitude. Selama sifat kamu baik ,setatus tidak menjadi masalah nak." Ucap Bu Tinah ikut meyakinkan.


Sila mengangkat kepala nya dan memandangi semua orang. Yang terakhir ia memandang ibu nya yang di jawab anggukan dengan di barengi senyuman.


"Baiklah kalo begitu saya mau jadi istri kamu mas." Ucap Sila akhirnya menerima lamaran Tono.


"Alhamdulillah." Ucap Tono Girang.


Semua orang pun menarik nafas lega setelah mendengar jawaban dari Sila. Ibu Sila pun merasa sangat senang. Anaknya yang janda itu akan menikah lagi dengan pria yang menurutnya akan mampu bertanggung jawab.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2