Bodyguard Pewaris Tunggal

Bodyguard Pewaris Tunggal
Berusaha tetap tenang


__ADS_3

Selain takut gelap dan sewaktu-waktu lampunya mati, Landa juga merasa takut jika tidur sendirian di rumah yang belum pernah ia tempati.


Tidak perlu menjaga gengsinya, Landa cuek-cuek saja di hadapan suaminya. Meski ada rasa canggung, sebisa mungkin untuk bersikap sewajarnya.


Saat selesai melakukan ritualnya didalam kamar mandi sebelum tidur, Landa penuh kewaspadaan ketika dirinya hendak naik ke atas tempat tidur.


Takut, cemas, gugup, telah bercampur menjadi satu rasanya.


'Gara-gara mati lampu, dengan terpaksa aku tidur bareng sekretaris Ciko. Bagaimana ini kalau tanpa sadar aku dengannya berpelukan seperti cerita-cerita di novel kebanyakan. Aaah, kenapa aku menjadi cemas begini.' Batin Landa penuh gelisah, lantaran tidak tahu harus bersikap yang bagaimana didepan suaminya.


Lebih lagi tidak mempunyai benih-benih rasa cinta diantara keduanya, tentu saja membuat sepasang suami-istri pikirannya tidak karuan.


Begitu juga sekretaris Ciko, yang sama halnya tidak lupa melakukan ritualnya sebelum tidur. Sekretaris Ciko yang baru saja keluar dari kamar mandi, ia mencoba untuk tetap bersikap tenang.


Sedangkan Landa yang malu dan gugup, terpaksa dengan posisi yang membelakangi suaminya agar terhindar saling pandang memandang.


'Semoga saja aku tidak diminta untuk mengganti posisiku yang aku rasa cukup nyaman. Kalaupun iya, bisa-bisa aku harus menjaga kesadaran diriku ini.' Batin Landa yang begitu cemas.


"Tidak baik kalau tidur membelakangi suaminya, terkecuali ..."

__ADS_1


"Terkecuali apa?" tanya Landa yang langsung menyambar saat suaminya belum selesai mengucapkan kalimatnya.


"Tidak ada, hanya mengingatkan saja, tidak baik ketika tidur membelakangi suaminya." Jawab sekretaris Ciko tanpa menoleh ke arah istrinya, mungkin saja hanya ingin mengerjai istrinya.


"Pernyataan darimana itu, memangnya ada aturan mengenai tidur bareng suami? ada-ada saja, kamu ini. Namanya juga tidur, ya bebas aja sih, mau sama suami, orang tua, atau temannya sekalipun." Kata Landa atas tanggapannya.


Saat itu juga, Landa langsung mengubah posisi tidurnya yang tidak lagi membelakangi suaminya, dan kini tidurnya miring menghadap suaminya.


Begitu juga dengan sekretaris Ciko, yang sama halnya menoleh pada istrinya yang akhirnya keduanya beradu pandang dan sama-sama menatap satu sama lain.


"Selamat malam dan selamat tidur, Nona.Tudurlah dengan benar, agar ketika bangun, badan terasa enakan dan tidak pegal-pegal." Ucap sekretaris Ciko.


"Ya, memangnya ada apa lagi, Nona? bukankah ini sudah hampir larut malam, dan sudah waktunya untuk istirahat. Jadi, lebih baik sekarang Nona tidur dan jangan bergadang, kasihan dengan kesehatan Nona kalau harus keseringan bergadang." Jawab sekretaris Ciko begitu datar cara bicaranya, juga terkesan masih kaku dan dingin.


Landa menarik napasnya panjang, dan dikeluarkannya dengan susah payah. Kemudian, memilih untuk tidur berbaring sambil menatap langit-langit kamar hingga mata terpejam dengan sendirinya.


'Sia_lan, rupanya aku dikerjain sama suamiku sendiri. Awas saja nanti, aku bakal balas cuekin balik.' Batin Landa penuh kesal, juga geram.


Sekretaris Ciko yang sempat memandangi wajah ayu milik istrinya ketika tidur, tersenyum melihatnya.

__ADS_1


'Ternyata kamulah gadis kecil itu, Nona. Waktu itu yang tanpa sengaja aku sudah menabraknya, hingga kalung yang kamu kenakan nyangkut pada rem sepedaku. Aku janji, aku akan mengembalikan kalung milikmu lagi, Nona. Tapi, tentu saja aku harus mencari momen yang pas untuk memberikannya langsung padamu.' Batin sekretaris Ciko yang kembali teringat kepada gadis kecil yang sudah ia lukai.


Sebelumnya otor mau minta maaf karena lambat updatenya. Otor benar-benar meminta maaf, untuk sampai waktu yang senggang, akan update seperti biasanya.


.


.


.


.


Dikarenakan kedua orang tuanya otor harus mendapatkan perawatan karena sakit, jadi saya tidak bisa menjamin update tepat waktu. Doakan, semoga segera lekas sembuh dan bisa update dengan benar.


Maafkan jika ada kata yang kurang pas, juga banyak typo, tidak dapat dipungkiri karena malam kurang tidur, siang kurang istirahat.


Salam sayang dari author gadungan


Anjana, semoga semua readers setia selalu diberi kesehatan dan kemudahan dalam menjalani rutinitas dengan selamat.

__ADS_1


aamiin


__ADS_2