Bodyguard Pewaris Tunggal

Bodyguard Pewaris Tunggal
Dikejutkan


__ADS_3

Malam semakin larut, cuaca yang dingin di luaran sana, hingga terasa sampai di dalam rumah lantaran hujan deras.


Landa yang merasa kedinginan, sempat menggigil. Sekretaris Ciko yang terbangun dari mimpinya, langsung bangkit dari posisi tidurnya. Kemudian, dirinya mendapati sang istri yang menggigil.


Cepat-cepat langsung mengecek suhu badannya.


"Normal normal saja suhu badannya, mungkinkah kedinginan?" gumamnya dengan lirih.


Baru saja mengecek suhu badan istrinya, tiba-tiba Landa langsung memeluk suaminya yang dianggapnya sudah seperti guling tanpa ia sadari.


Sekretaris Ciko sendiri yang tidak mungkin untuk menolak saat mendapat pelukan dari istrinya, ikut memeluk tubuh istrinya. Kemudian, tak lupa juga untuk menyelimuti sang istri untuk memberi kehangatan.


Malam yang semakin dingin cuacanya, membuat sekretaris Ciko maupun istrinya merasa sama-sama hangat saat dalam dekapan satu sama lain hingga tidak terasa sampai pagi hari menyambut pasangan pengantin baru.


Landa yang tersadar dari tidurnya, perlahan membuka kedua matanya.


Seketika, langsung terbelalak saat dirinya memeluk tubuh suaminya dengan posisi kepala yang menindih dada bidang milik suaminya, begitu juga kaki kanannya yang menindih sesuatu barang berharga milik suaminya.


Kemudian, Landa menatap wajah suaminya yang begitu santai saat sang istri menatapnya dengan ekspresi yang sulit untuk diartikan.

__ADS_1


Saat itu juga, Landa langsung berlepas diri untuk melepaskan pelukannya. Juga, langsung membenarkan posisinya agar tidak memeluk suaminya.


Naas, sekretaris Ciko justru langsung menyambar dan menarik tubuh istrinya.


"Mau kemana, Nona?" tanya sekretaris Ciko yang mulai berani untuk memeluk istrinya, meski kenyataannya sedikit canggung.


Namun, bagaimana bisa saling dekat kalau keduanya saling diam dan cuek begitu saja, pikirnya.


"Aku mau ke kamar mandi, juga mau membuat sarapan pagi. Bukankah hari ini kita akan berangkat ke kantor? aku tidak ingin terlambat. Nanti apa kata karyawan lainnya, kalau Bosnya saja berangkatnya kesiangan." Jawab Landa dengan gugup, lebih lagi tangan suaminya melingkar di bagian perutnya.


"Hari ini kita sedang diliburkan, Nona. Tuan Herdi semalam mengirim pesan kepada saya, selama beberapa hari ini kita tidak boleh berangkat ke kantor."


"Kamu bilang apa tadi, libur?"


Sekretaris Ciko mengangguk.


"Ya, Nona. Hari ini kita diliburkan kerjanya, dan diminta untuk ..." jawab suaminya dan menyingkirkan tangan istrinya yang bertumpu di atas pa_ha suaminya untuk bangkit dari posisinya, lantaran mau ke kamar mandi.


"Diminta untuk apa?" tanya Landa penasaran.

__ADS_1


Karena penasaran dan ingin tahu jawabannya, Landa langsung mengubah dari posisinya dan turun dari tempat tidur.


Sekretaris Ciko langsung mendekati istrinya, dan tak lupa untuk membisikkannya.


"Membuatkan cucu." Jawab sekretaris Ciko berbisik didekat daun telinga istrinya.


Setelah itu, menatap wajahnya dan tersenyum lebar.


Landa yang mendengarnya, pun langsung menelan ludahnya dengan kasar. Susah payah untuk menelan, juga mencernanya.


"Nona tidak perlu memikirkannya terlalu serius, nanti yang ada se_tres sendiri." Kata sekretaris Ciko yang langsung masuk ke kamar mandi.


Landa mengernyit.


"Yang bener saja membuatkan cucu. Papa dan Mama kira membuat cucu itu gampang, main nyuruh sama sekretaris Ciko dengan terang-terangan." Gumamnya dengan bibir yang dibuat manyun.


Sedangkan sekretaris Ciko tidak memikirkannya terlalu serius, karena dirinya menyadari akan pernikahannya sendiri.


Setelah mencuci muka dan melakukan ritual lainnya, sekretaris Ciko segera keluar dari kamar mandi. Kemudian, kini giliran sang istri yang mau melakukan ritual paginya setelah bangun tidur.

__ADS_1


__ADS_2