
Landa yang tidak ingin mengganggu suaminya istirahat, memilih untuk keluar dari kamar.
"Aku ke dapur dulu ya, dan kamunya istirahat saja. Aku mau membuatkan kamu sup." Ucap Landa dengan tangan yang masih memegangi tangan suaminya.
"Gak usah repot repot, air hangat aja sudah cukup. Lagian aku sudah makan tadi di rumah orang tua kamu, mendingan kamu temani aku istirahat saja. Sepertinya di luar gerimis, masak supnya nanti aja bareng." Jawab Ciko yang mulai sedikit berbeda dengan sikap, maupun bicaranya.
Landa mengangguk sedikit tersipu malu.
"Ya, aku akan temani kamu istirahat. Tapi, nanti kalau kamunya ke ganggu, gimana?"
"Enggak kok, justru aku merasa gak sendirian. Ayo naiklah, masih nanggung juga jamnya kalau untuk makan malam. Biar nanti sore sekalian masaknya, dan badanku sudah lumayan enakan kalau nanti sore." Kata Ciko.
Landa yang tidak mempunyai pilihan lain, akhirnya nurut ajakan suaminya dan berbaring disebelahnya. Karena malu, akhirnya membelakangi suaminya dengan posisi meringkuk.
"Sini, bukan begitu menemani aku tidur." Ucap Ciko yang langsung menarik tubuh istrinya agar lebih dekat lagi dengannya.
__ADS_1
Saat itu juga, akhirnya Landa tiduran menggunakan lengan suaminya untuk dijadikan bantal.
"Kamu beneran mau hidup bersamaku untuk selamanya?" tanya Ciko sambil memeluk tubuh istrinya.
Landa yang mendadak gugup, tidak tahu harus menjawabnya apa.
"Memangnya kamu sudah siap mempunyai istri sepertiku? aku kan orangnya keras kepala, terkadang maunya menang sendiri. Mana aku udah pernah bentak bentak kamu, mana aku minta cer ..."
Saat itu juga, Ciko langsung menatap wajah istrinya begitu lekat dengan jarak yang juga begitu dekat. Landa mendadak menghentikan ucapannya karena kaget dibuatnya.
Landa mengangguk dan tersenyum malu.
"Ya, aku mau. Aku akan menemanimu sepanjang hidupku. Tapi ..."
"Tapi kenapa?"
__ADS_1
"Enggak ada, aku cuma gugup saja." Jawab Landa mulai keringat dingin saat baru pertama kalinya berada dalam satu kamar dan satu tempat tidur dengan perasaan yang sulit untuk digambarkan, juga untuk dijelaskan.
Saat itu juga, Ciko mulai berani mendaratkan sebuah ciu_man di kening milik istrinya.
"Aku istirahat dulu, kamu juga. Pasang alarmnya, nanti kita bangun terus masak untuk makan malam. Ambilkan ponselku dulu di dekat kamu, aku mau memesan daging dan yang lainnya untuk dimasak nanti sore. Soalnya aku sedang kehabisan stok di dapur." Ucap Ciko.
Landa langsung menyambar ponsel milik suaminya, dan memberikannya padanya. Setelah memesan kebutuhan dapur, keduanya segera beristirahat beberapa menit.
Sedangkan di tempat lain, Gane yang mendapat tugas untuk menghubungi pamannya yang tinggal di lain kota, juga jauh dari seberang.
"Sayang, memangnya ada masalah apa lagi?" tanya sang istri yang mulai susah payah untuk berjalan, lantaran perut yang semakin membesar dan tinggal menunggu kelahiran.
"Aku takutnya ada kaitannya dengan Paman Pras soal kedatangannya menjadi anggota keluarga Huttama, secara seperti mengetahui keluarga mendiang ayah kamu." Kata Gane yang juga mulai berpikir, karena dirinya juga takut jika istrinya juga bisa dijadikan incaran, lantaran adik dari Ciko.
"Aku gak tahu soal itu, cuma mendiang mama pernah bercerita denganku soal kakek. Tapi, aku sedikit lupa nama kakekku sendiri." Kata Nanney yang juga tidak begitu ingat cerita silsilah dari keluarganya.
__ADS_1