
Pagi hari dengan aktivitas yang baru, Landa tengah disibukkan dengan kegiatan pagi di rumah suaminya yang terkesan sangat sederhana. Namun, didalam rumah tersebut memberi kenyamanan bagi yang menempatinya.
Ciko yang baru saja masuk ke dapur, langsung memeluk istrinya dari belakang. Tentu saja membuat Landa sangat kaget, lantaran yang tiba-tiba memeluknya dari belakang.
Lebih lagi dengan sikap jahilnya, Ciko menc_ium leher istrinya yang terlihat jenjang dan penuh menggoda.
"Pagi-pagi udah bangun, sedang masak apa, istriku?" tanya Ciko dengan melingkarkan kedua tangannya di pinggang istrinya.
Landa sedikit menoleh ke belakang. Naas, justru Ciko mengambil kesempatan emasnya untuk menc_ium bibir milik istrinya.
Saat itu juga, Landa langsung membalikkan badannya dan menghadap pada suaminya.
"Mulai ya, mulai."
"Sama istri sendiri gak apa-apa dong, kan itu." Kata Ciko yang bingung harus menjawabnya apa.
__ADS_1
"Itu apa, hem?"
"Enggak, enggak ada itu, adanya ini." Kata Ciko sambil menunjuk ke bibir manis yang baru saja ia cium.
"Udah dulu ya, aku sedang membuat bubur. Kalau untuk soal rasa sih, aku merasa sangat diragukan."
"Hem. Makanya kalau menikmati masa muda itu, ya jangan cuma berkumpul bareng teman aja, tetapi sekali-kali nikmati hari liburan itu di dapur. Nah, kamu bakal menemukan sebuah penghilang jenuh."
"Kata siapa?"
"Kata suami kamu ini lah, sini biar aku bantuin memasak bubur yang enak. Biarpun cuma dari bahan beras, tetapi dapat menggugah selera." Kata Ciko sambil mengajari istrinya memasak bubur nasi.
"Em ... hari ini kita jadi nih main ke rumah adik ipar kamu?"
"Ya, nanti kita akan ke sana. Itupun kalau kamu mau ikut, soalnya aku juga gak akan memaksa. Ya sapa tahu aja kamu mau ke rumah orang tua kamu." Kata Ciko sambil mengaduk buburnya.
__ADS_1
"Enggak lah, mau ngapain ke rumah Papa. Mendingan juga ikut kamu, ada suasana baru pastinya." Ucap Landa sambil menemani suaminya.
"Tapi benar ya, jangan ngambek di sana. Tapi tenang aja, di sana ada Nanney yang bisa menjadi teman untukmu."
"Jadi penasaran dengan adikmu itu yang bernama Nanney. Oh ya, kok bisa sih si siapa itu suaminya, Gane ya. Kok bisa sama dia, bukannya nikahnya itu sama si Regar.".
"Ya emang sama Regar, tapi karena kesalahpahaman membuat Bos Gane menikahi adikku."
"Oh, gitu ya. Memangnya ceritanya gimana mereka berdua itu. Maaf, tapi emang akunya lagi kepo."
"Yang jelas pernikahan mereka berdua itu berawal sebuah balas dendam, karena mengira bahwa kematian Regar itu karena ulah adikku, tapi kenyataannya memang ada dalangnya, yakni Tuan Prasetyo. Sudahlah, lain waktu aku ceritain lagi. Mendingan sekarang kamu siapkan dua mangkok dan sendoknya juga. Kemudian, kamu taruh di meja makan. Air minumnya seleranya kamu saja." Jawab Ciko dan tak lupa menyuruh istrinya, Landa sendiri nurut dan menyiapkan mangkok serta yang lainnya.
Setelah cukup lama mengaduk dan sambil mengobrol, akhirnya bubur buatannya siap untuk disajikan.
Landa yang merasa begitu beruntung, tak henti-hentinya mengucapkan rasa syukur dalam hatinya.
__ADS_1
"Mana mangkoknya kamu, sini aku ambilkan buburnya." Ucap Ciko.
Landa menyodorkan mangkok miliknya. Setelah itu, keduanya segera menikmati sarapan paginya dengan masakan bubur yang sederhana dan dapat mengganjal perutnya.