
"Aku janji akan menjagamu, juga akan membahagiakan kamu." Ucap Ciko sambil memeluk istrinya tanpa ada rasa canggung sedikitpun.
Kemudian, Landa merenggangkan pelukannya. Setelah itu, ia menatap wajah tampan milik suaminya begitu lekat, juga dengan senyumnya yang merekah.
"Aku pun sama, akan menjadi istri yang lebih baik lagi untukmu." Jawab Landa sambil menatap wajah tampan suaminya.
Saat itu juga, Ciko lebih mendekatkan lagi wajahnya di dekat wajah ayu milik istrinya. Kemudian, Ciko mendaratkan sebuah ciu_man lembut di bagian bibir milik istrinya yang sudah menggodanya sedari tadi.
Landa yang menerima ciu_man dan se_sapan dari suaminya, pun membalasnya seperti yang dilakukan suaminya. Ciko yang mulai terbawa suasana, langsung mematikan kompornya. Kemudian, dirinya langsung menggendong istrinya untuk dibawanya ke dalam kamar.
Otak lia_rnya yang sudah berfantasi entah kemana tujuannya, langsung menutup pintu kamar dan menguncinya.
Dengan hati-hati, Ciko menurunkan istrinya di atas tempat tidur. Landa yang gugup menghadapi suaminya, susah payah menelan ludahnya.
Dengan posisi yang berada dalam kung_kungan suaminya, Landa mulai sulit untuk berpikir jernih, lantaran otaknya ikutan kotor seperti suaminya yang tidak henti untuk menc_iumi istrinya hingga ke bagian leher jen_jangnya yang putih mulus.
__ADS_1
Setelah itu, Ciko menatap istrinya begitu lekat.
"Apakah aku boleh memintanya?" tanya Ciko dengan tatapan serius.
Landa yang mendengar pertanyaan dari suaminya, ingatannya pun kembali pada beberapa jam sebelumnya.
"Aku kan, lagi datang bulan. Kamu juga yang belikan alat pelindungnya. Apakah kamu sudah mengingatnya? maaf, aku gak bisa melayani kamu dengan baik." Jawab Landa dan langsung memejamkan kedua matanya dengan menggigit bibir bagian bawahnya.
Saat itu juga, Ciko baru menyadarinya.
Ciko yang benar-benar tidak tahan karena sudah terpancing dengan sosok istrinya, langsung menanggalkan semua yang melekat pada tubuhnya hingga tidak ada sehelai benangpun. Begitu juga dengan Landa, hanya mengenakan sesuatu yang tertentu dibagian bawahnya. Tetap saja, Ciko masih dapat menikmatinya dengan caranya sendiri.
Tidak peduli dengan kondisi yang bagaimanapun, Ciko dan istrinya tetap menikmatinya, meski sesuatu telah menghalanginya.
Setelah melakukan ritual panjangnya saat dalam kamar, tidak terasa keduanya merasa tumbang dalam kondisinya masing-masing.
__ADS_1
Kemudian, Ciko meraih selimut untuk menutupi tubuh polosnya dan milik istrinya dalam satu balutan selimut yang sama. Ciko memeluk istrinya dalam dekapannya, dan menc_ium keningnya.
"Terimakasih, istriku." Ucap Ciko sambil memeluk istrinya, Landa mengangguk.
'Sial, sekali main harus diawali dengan pemanasan. Awas saja, setelah kondisi normal, aku tidak akan membuang-buang waktuku dengan sia-sia.' Batin Ciko yang masih merasa hambar tatkala harus menikmati sesuatu yang tidak sepenuhnya.
Ciko yang lupa belum memasak untuk makan malam, akhirnya memilih untuk memesan makanan.
"Kita keluar aja, gimana? maksud aku kita makannya di restoran aja."
"Boleh, sekalian kita cari angin malam, keknya enak dengan cuaca yang mendung sama angin yang sepoi." Jawab Ciko sambil membelai rambut milik istrinya.
"Ya udah kalau gitu, aku mandi duluan ya. Lagi pula gak mungkin juga untuk mandi bareng, aku lagi dapet soalnya." Kata Landa, Ciko hanya mengangguk.
Sesuai yang dikatakan Landa, akhirnya dirinya segera membersihkan diri selesai melakukan ritualnya.
__ADS_1