Bodyguard Pewaris Tunggal

Bodyguard Pewaris Tunggal
Ketahuan


__ADS_3

Setelah melakukan perjanjian dengan adik iparnya Ciko, saat itu juga mobil melaju ke suatu tempat tujuan, yakni dimana Tuan Pras bersama putranya berada di sel tahanan.


Jarak yang ditempuh lumayan jauh, cukup memakan waktu yang begitu lama untuk sampai di tempat tujuan. Tidak terasa juga, akhirnya sampai di tempat tujuan dalam waktu bersamaan dengan sosok Gane, adik ipar sekretaris Ciko sendiri.


"Maafkan saya jika harus melibatkan Tuan Gane dalam masalah yang sedang saya tangani ini, Tuan." Ucap Tuan Herdi merasa tidak enak hati ketika meminta bantuan kepada adik ipar menantunya.


"Tidak apa-apa, saya siap membantu Tuan jika ada kesulitan atau sesuatu yang sangat penting." Jawabnya.


"Terus, apakah kita akan langsung menemui Tuan Pras?" tanya Ciko ikut menimpali.


"Jangan dulu, Cik. Lebih baik biarkan aku saja yang akan masuk menemui Paman Pras." Jawab Gane yang tidak ingin dicurigai oleh Pamannya.


"Saya setuju dengan pendapat Tuan Gane. Saya bersama menantu saya akan menunggu di luar saja kalau begitu."

__ADS_1


"Boleh, kalau gitu saya masuk duluan, Tuan Herdi." Ucap Gane yang memilih masuk lebih dulu untuk menemui Pamannya yang berada dalam sel tahanan.


Tuan Herdi mengiyakan.


Karena tidak ingin lama-lama waktunya terbuang sia-sia, Gane segera masuk ke dalam untuk menjenguk Pamannya.


"Maaf, saya ingin menjenguk Paman saya yang bernama Prasetyo, kasus pembunuhan berencana terhadap keluarga Huttama." Ucap Gane sangat jelas.


"Mohon maaf, Tuan. Orangnya sedang ada yang membesuknya. Sepertinya jadwal anda tidak ada untuk hari ini. Jadi, saya minta untuk datang lagi besok." Jawabnya.


"Apa, ada yang membesuknya? siapa orangnya? tolong beri tahu saya siapa orangnya. Apakah anda lupa, saya Gane Huttama yang sudah memberi larangan keras untuk tidak memberi izin kepada siapapun yang ingin bertemu dengan Paman saya, sekalipun itu keluarga Huttama." Ucap Gane dengan penuh kesal saat ada yang membesuk pamannya.


"Katanya keluarganya, dan juga sudah mendapatkan izin dari keluarga Huttama. Jika Tuan penasaran, silakan masuk untuk menemuinya." Jawabnya.

__ADS_1


Karena sudah tidak sabar, Gane langsung menemui siapa orangnya yang sudah berani membesuk pamannya itu.


Sedangkan yang sedang di besuk, kini tengah tertawa renyah saat ditemani keluarga Tuan Pras yang sebenarnya.


"Kau benar-benar sangat cerdik, adikku. Dan kamu juga, keponakan Paman yang sangat lihai dalam berakting." Puji Tuan Pras saat merasa puas ketika rencana selanjutnya untuk menghancurkan kebahagiaan Ciko bersama istrinya.


"Tapi Kak Pras, kalau mereka mengetahui kelicikan kita, bagaimana? mereka semua sangat sulit untuk dilenyapkan." Ucapnya dengan lirih.


"Tenang saja, ikuti saja semua saran yang sudah aku beritahu kepadamu. Selanjutnya, tugas kamu harus menghancurkan kebahagiaan Ciko dengan istrinya, bila perlu kamu singkirkan perlahan mereka semua. Ingat, kamu harus menguasai keluarga Diningrat." Jawab Tuan Pras, kemudian menoleh pada keponakannya dengan memberi perintah untuk melakukan apa yang sudah menjadi tugasnya.


Tanpa disadari oleh mereka semua, rupanya Gane tengah berdiri yang jaraknya tidak begitu jauh, namun tidak dapat diketahui keberadaannya.


"Jadi, Pak Bunan adalah keluarganya Paman Pras? tidak, tidak mungkin. Bukankah Kakek mengangkat Paman Pras dari anak jalanan? atau jangan-jangan semua itu ada tujuannya." Gumam Gane merasa terkejut saat mengetahui kebenarannya.

__ADS_1


Karena semakin penat untuk mencerna apal yang ia lihat, akhirnya Gane berpikir sejenak untuk mencari titik temunya.


"Paman Hardika, hanya Paman Hardika lah yang mungkin saja masih mempunyai cerita di masa lalu. Aku harus menemui Paman Hardika, mungkin saja ada kaitannya dengan keluarga Ciko." Gumamnya lagi.


__ADS_2