Bodyguard Pewaris Tunggal

Bodyguard Pewaris Tunggal
Semakin was was


__ADS_3

Alex menatap sinis pada Landa maupun Ciko.


"Kenapa, kaget melihat Aina dan Pak Bunan bersamaku?"


Ciko yang mendengarnya, pun tak kalahnya tersenyum sinis pada Alex.


"Aku pun bisa menebaknya, jika kau adalah bagian keluarganya." Ucap Ciko dengan tatapan sinis.


"Bagus, otakmu berarti sedang encer." Ejek Alex sambil memainkan pistolnya saat berjalan mendekati Landa dan Ciko.


Ciko yang tidak ingin terpisah dari istrinya, dengan sekuat tenaganya untuk tetap memegangnya dengan erat.


"Jangan kamu lepaskan tanganku, itu akan semakin berbahaya untukmu." Bisik Ciko didekat daun telinga istrinya, Landa mengangguk pelan tanda mengerti dengan apa yang diperintahkan suaminya.


"Lalu, apa maunya kalian mengikuti ku?"


"Kematian kamu dan kematian istrimu." Jawab Alex dengan tatapan sinis nan tajam.


"Apa kamu sudah yakin, Aina? menanti kematian ku."


Aina yang mendapat pertanyaan dari Ciko, sebenarnya terasa berat jika Alex benar-benar akan melenyapkan lelaki yang sebenarnya disukainya itu.

__ADS_1


Antara suka dan ambisi ayahnya, Aina hanya bisa menurutinya.


"Kenapa kamu diam, Aina?"


BUG!


"Aw!"


"Aaa!"


Keduanya saling memekik dan juga berteriak saat mendapatkan hantaman bagian tengkuk lehernya hingga keduanya jatuh tersungkur. Bahkan, Ciko dan istrinya dengan posisi seperti tiarap.


Kemudian, kedua kaki istrinya Ciko ikut di ikat dengan tali dengan mulut yang di ikat dengan kain, hingga sulit untuk berteriak. Susah payah untuk memberontak, Landa terus berusaha untuk melawan, meski sangat sulit dan juga mustahil baginya bisa berlepas diri dari ikatan tali tambang yang mengikat kedua tangannya maupun kedua kakinya.


Selain itu, Ciko juga sama halnya. Hanya saja, perlakuan pada Ciko lebih kasar. Bahkan, Alex melintirkan tangannya kebelakang dengan kasar. Juga, dengan kepalan tangannya yang menempel pada bagian rahangnya.


Sakit, itu sudah pasti pada bagian Rahangnya. Hanya saja, Alex sendiri lupa untuk mengikat kedua kakinya Ciko.


Dengan ilmu bela diri yang dikuasai Ciko, dengan taktiknya untuk melawan Alex bersama beberapa anak buahnya, Ciko terus mencari ide untuk membalasnya.


"Hari ini juga, kau harus ma_ti di tanganku, Ciko. Aku tidak akan membiarkan kamu bahagia. Sekalipun kau harus ma_ti, istrimu juga bakal aku lenya_pkan." Ucap Alex sambil menekan tubuh Ciko dengan kakinya.

__ADS_1


"Sampai matipun, aku tidak akan membiarkan kamu berhasil untuk membu_nuhku." Jawab Ciko dengan napasnya yang terasa sesak karena ditindih oleh Alex.


Sedangkan diperjalanan, Gane bersama Tuan Herdi dan ditemani oleh beberapa anggota polisi lainnya untuk melakukan penangkapan pada pelaku kejahatan yang di duga tengah mengejar Ciko bersama istrinya.


"Tolong tambahkan kecepatannya, Pak. Secepatnya kita segera menuju ke tempat tujuan." Perintah Tuan Herdi yang sudah tidak sabar untuk menyelamatkan anak dan menantunya yang tengah dalam bahaya.


Dengan menambahkan kecepatannya, berharap segera menuju tempat tujuan seperti yang di arahkan oleh Ciko sebelum turun dari mobil untuk mengirimkan pesan kepada Gane.


"Kamu yakin, jika Ciko dan putri saya ada di dalam hutan sana?" tanya Tuan Herdi takut akan salah tempat tujuan.


"Benar, Tuan. Jalan menuju hutan hanya ada satu untuk orang awam. Tapi tidak untuk yang suka beroperasi, akan mempunyai jalan rahasia untuk melakukan pengepungan." Jawab Gane yang memang dahulunya seorang pengedar senjata ilegal bersama Ciko.


Bahkan, Gane sendiri pernah masuk dalam bui belum lama ini karena sebuah kecerobohannya.


Penasaran dengan kisah Gane dengan istrinya? yuk kita kepoin di Novel


"KAKAK IPAR PENGGANTI"


Sudah tamat loh, Seru juga ceritanya. Ada tegangnya juga.


Hayuk intip intip..

__ADS_1


__ADS_2