
...“Cukup sekali jelaskan. Jika memang tidak di dengarkan, tidak di pahami, maka itu bukan urusan kita lagi. Hindarilah perdebatan....
...Mungkin esok atau lusanya lagi, semoga orang lain akhirnya melihat penjelasan tersebut.Toh, perkara membolak-balik hati itu adalah hak mutlak Tuhan.”...
Happy Reading💗😘
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
“Teroris? Siapa yang *******?” tanya Kezia.
Yang benar saja, Kezia di anggap sebagai *******. Sungguh di luar pikiran Kezia.
Richard malah tersenyum sinis bahkan terkesan mengejek menanggapi pertanyaan dari Kezia. Ia berpikir Kezia ini berbohong, berpura-pura tidak tahu.
“Hei, kenapa kau menatapku seperti itu, aku sedang bertanya, kenapa tidak kau jawab? Kesal Kezia. Sungguh, Kezia ingin sekali memukul wajah Richard ini, berlagak sok cool dan menyebalkan.
“Oh come on, kau tidak amnesia kan sekarang?” ujar Richard seraya tertawa hambar.
“Bro, mulai saja investigasinya. Jangan memakan waktu terlalu lama. Aku muak melihat wanita ini” ucap Richard pada temannya yang bernama Boy.
Boy sendiri hanya terkekeh melihat Richard yang memang tidak memiliki kesabaran seluas samudera. Ralat, jangan seluas samudera seluas tissue wajah saja sepertinya tidak akan sampai.
“Baiklah, kita mulai saja.” Ucap Boy yang di angguki Richard sembari menatap tajam Kezia yang juga sedang menatapnya dengan tatapan tak suka.
“Nona, mohon menjawab pertanyaan kami dengan benar agar investigasi ini cepat selesai.”
Kezia sebenarnya tidak paham apa arti dari interogasi ini, tapi harus bagaimana lagi sebaiknya Ia ikuti saja.
“Hem,” balas Kezia singkat.
“Hei, jawab yang benar. Bilang iya. Bukan hem” ucap Richard tidak senang dengan jawaban yang di berikan Kezia.
“Cerewet banget sih Pak. Teman Bapak aja berterima, lagian kan yang bertanya bukan Bapak. Kenapa malah Bapak sewot amat sih. Udah diem aja” ketus Kezia.
Sungguh, Richard di buat bungkam dengan perkataan Kezia. Sangat berani, apa dia tidak tahu siapa dirinya? Tapi ya sudahlah, lebih baik dia mengalah saja.
“Sudah, sebaiknya kamu jawab pertanyaan saya saja. Jangan dengarkan Pak Richard” ucap Boy menengahi perdebatan Kezia dan Richard.
“Anda, nama lengkapnya siapa?.”
__ADS_1
“Kezia Ludwig” jawabnya jujur.
Boy yang hendak mengetik nama lengkap Kezia di laptopnya seketika berhenti, Ia langsung menatap Kezia dengan tatapan sedikit aneh. Richard pun sama halnya, namanya benar-benar tidak asing di telinganya.
“Ludwig?” tanya Boy lagi.
“Ya, Kezia, aku namanya Kezia Ludwig. K-E-Z-I-A - L-U-D-W-I-G” balas Kezia, Ia bahkan mengeja huruf namanya.
“Kau anak Tuan William Ludwig?” tanya Boy lagi. Sementara Richard sudah bersiap mempertajam pendengarannya menunggu jawaban yang akan keluar dari mulut Kezia.
“Ke tho the po. KEPO” ejek Kezia pada Boy dan Richard.
“Nona Kezia, bicara yang benar. Jangan bercanda. Mohon berikan informasi yang benar demi mempercepat investigasi ini cepat selesai.”
Sejenak Kezia mencebikkan bibirnya, Ia sungguh tidak suka dengan dua orang di depannya ini. Sebenarnya untuk apa mereka mengulik identitasnya. Menyebalkan sekali.
“Iya, Aku anak dari Will..” belum siap Kezia berbicara, telepon kabel di meja berbunyi pertanda ada yang menghubungi.
Boy langsung menerima panggilan tersebut.
“…”
“…”
“Baik Pak.”
Setelah itu telepon langsung terputus.
Boy menarik nafasnya dahulu kemudian menatap Richard dan kezia bergantian.
“Kasusnya di tutup.”
“Apa? Bagaimana bisa?” tanya Richard, Ia langsung menuntut penjelasan pada rekan kerjanya ini.
Boy memberi isyarat lewat mata pada Richard supaya Ia bersabar sedikit jika ingin menuntut penjelasan.
Jika tadi Richard bertanya mengapa kasusnya tiba-tiba di tutup, maka beda halnya dengan Kezia yang tadinya seperti sudah pasrah dengan keadaan yang mengikatnya tiba-tiba mendengar ucapan Boy barusan seakan memberikan dia secercah harapan untuk bebas.
“Benarkah?” tanya Kezia langsung berdiri dari tempat duduknya.
__ADS_1
“Iya, Anda di nyatakan bebas dan tidak bersalah.”
“Huft, syukurlah” Kezia langsung lega. Sungguh perasaannya sudah mulai perlahan tenang.
“Kalau begitu, bisakah kalian melepaskan borgol ini?” tanya Kezia lagi sekaligus meminta Boy atau pun Richard untuk membuka borgol tangannya.
“Tentu saja Nona, biar saya buka” balas Boy. Ia langsung mengambil kunci borgol tersebut dan membuka borgol tangan dari Kezia.
Mata Kezia berbinar-binar ketika tangannya sudah terbebas dari borgol besi tadi.
“Terima kasih banyak kak Boy” ucap Kezia dengan senyum sementara Boy hanya tersenyum saja menanggapinya. Sebenarnya Boy sedikit kaget kala Kezia memanggilnya dengan sebutan Kak, sedangkan pada Richard, Ia memanggil dengan sebutan Pak.
Kemudian Kezia menatap malas Richard yang saat ini juga sedang menatapnya. Ia kemudian memutar bola matanya malas lalu mengacuhkan Richard tanpa mengatakan satu kata apa pun.
Boy langsung mengantar Kezia untuk keluar dari ruang investigasi sampai di depan pintu.
“Sekali lagi terima kasih ya kak. Sekalian bilang sama temannya kakak yang tadi. Jangan galak sama garang banget jadi cowok, kesannya ga bagus. Kalau udah jelek ya setidaknya baik sedikitlah. Biar ada sisi positifnya” ucap Kezia blak-blakkan.
Setelah mengatakan itu Kezia pergi, Ia berlari kala melihat William sudah berdiri tak jauh dari posisinya sedang menunggunya.
Sementara Boy, dia kembali lagi di ruang investigasi yang mana Richard sedang menatapnya dan menuntut penjelasan mengapa kasusnya tiba-tiba di tutup.
“Dia anak dari Tuan William, Chad.”
...----------------...
Next💗😘?
.
.
Besok ya kita lanjut, hehe
kita perlu tidur dulu, harus istirahat 'cauze kita bukan robot atau pun ikan yg ga butuh tidur😅.
And, kita juga ga boleh begadang. Loh kenapa? Ya, itu biar bisa jaga kesetanan kita semua🙂🤝
Ah sudahlah, tidur yuk guys... kasian cowo/cewe kalian entar ga bisa watsapan sama selingkuhannya😑😑😒
__ADS_1
Okaayyyy.. see you di next bab selanjutnya yuakkk... mari ajak badan rebahan walau batin sedang tawuran 🤘🤘