
...“Dengan kata lain, ketika kau benar-benar menyayangi seorang manusia. Kau tidak hanya akan mampu melihat lukanya, kau juga akan senantiasa merasakannya.”...
Happy reading💗😘
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
“Aku merindukanmu, Zia.”
Sebuah kalimat yang membuat Kezia membulatkan matanya dengan kalimat yang di ucapkan Richard barusan. Membuat kedua pipi Kezia langsung bersemu merah bak tomat yang siap di petik.
Rindu? Apakah Richard tahu apa arti dari rindu itu?
Kezia langsung menunduk kala kedua pandangan mereka kembali beradu.
“Aku merindukanmu yang selalu merepotkan ku” ucap Richard lagi seraya mengacak asal rambut Kezia di susul gelak tawa yang keluar dari mulut pria tersebut.
Konyol sekali. Sudah di angkat tinggi-tinggi oleh ekspetasi kalimat tadi kemudian di banting kembali oleh realita yang teramat menyakitkan bagi Kezia.
“Sialan. Harusnya aku tidak terlalu berharap” umpat Kezia dalam hati.
Kezia hanya mampu mencebikkan bibirnya. “Baiklah tunggu aku sembuh. Maka aku akan merepotkan mu sampai kau benar-benar berada di titik lelah” ketus Kezia asal karena kekesalan lantaran ucapan Richard barusan.
“Jangan ajari aku bagaimana berada di titik lelah itu, Zia. Aku sudah berkali-kali berada di titik itu” jawab Richard dengan tatapan tak terbaca.
__ADS_1
Lihatlah, lagi dan lagi Richard melontarkan kata-kata yang membuat Kezia harus berpikir keras.
Melihat Kezia yang mengerutkan keningnya membuat Richard kembali mengulas senyum tipis.
Yang awalnya dia duduk di kursi kini dia berpindah duduk di ranjang tempat Kezia tengah duduk pula.
“Eh..” kaget Kezia kala melihat Richard kembali menggenggam kedua tangannya dan sepertinya pria di hadapannya ini bicara serius.
“I like you. But, if i showed you my flaws if i couldn’t be strong. Tell me honestly would you still love me the same? (Aku suka kamu. Tapi, jika saya menunjukan kekuarangan saya, jika aku tidak kuat. Katakan padaku dengan jujur apakah kamu masih mencintaiku dengan cara yang sama?)”
“Hah?.”
Ya, hanya itu kata yang keluar dari mulut Kezia sekarang. Dirinya tiba-tiba di buat nge-blank dengan pernyataan Richard barusan.
“Dasar pria gila. Apa dia ingin aku berharap tapi setelah itu di jatuhkan lagi?” batin Kezia menerka-nerka. Itulah yang mampu di pikirkan Kezia sekarang.
“Dia benar-benar pria yang membingungkan” batin Zia.
Kezia jadi teringat dengan sebuah kalimat yang mengatakan lelaki itu makhluk simpel sebenarnya. Kalau kamu di buat bingung sama sikapnya berarti bukan kamu wanitanya. Sama halnya pula dengan wanita, kalau kamu di buat simpel sama moodnya berarti bukan kamu lekakinya.
Membuat Kezia jadi kesal karena kalimat yang terlintas di pikirannya, dia langsung menepis tangan Richard dengan kasar.
“Sudahlah kak, jangan berlagak sok manis. Aku muak” sentak Kezia kesal sendiri.
__ADS_1
Pernyataan yang membuat Richard menjadi bingung dengan pernyataan Kezia barusan.
“Zia, are you okay? Siapa yang sok manis, hem?” tanya Richard penuh dengan kelembutan.
Kezia yang mendengar itu hanya memutar bola matanya malas seraya mencebikkan bibirnya. Kezia sudah membuat prinsip dadakan barusan, dimana Ia harus membentengi dirinya dari segala ucapan manis yang di lontarkan Richard kepadanya.
“Cih.. ku pastikan aku tidak akan jatuh ke perangkapmu lagi” batin Kezia penuh keyakinan.
Melihat Kezia yang tiba-tiba berubah sikap membuat Richard bingung apa lagi Kezia kembali membuang muka sungguh membuat Richard jadi bertambah bingung, tanpa pikir panjang Richard langsung memeluk Kezia.
Tindakan yang membuat Kezia terlonjak kaget, “Kak, kau gila. Lepas!!” sentaknya dengan nada meninggi.
Ingat, hanya nada saja yang meninggi, tapi tubuhnya tidak berkata demikian. Tubuh Kezia anteng saja menerima pelukan dari Richard. Ibarat kata tubuh dan mulutnya sedang tidak sinkron.
“Huaaaa…. Aku harus bagaimana sekarang” batin Kezia menangis berada dalam dilema kala Richard memeluknya begitu lembut, tidak secara paksa atau pelukan yang kuat. Mungkin Richard memprediksi pelukan yang di berikannya pada Kezia supaya gadis itu juga tidak merasakan sakit, apa lagi Kezia sehabis operasi.
Dan sekarang, Richard malah meletakkan dagunya tepat di bahu Richard. Tangannya terulur mengusap pelan punggung Kezia.
“Apa masih sakit?” tanyanya dengan suara pelan.
“Sudah tidak terlalu sakit” jawab Kezia seadanya. Dirinya malah terdiam terpaku menerima pelukan dari Richard.
“Di tahan kangen, di ungkapkan juga aku sadar bukan siapa-siapa” batin Kezia menjerit ingin berteriak.
__ADS_1
...----------------...
Next💗😘?