Borgol Cinta Pak Polisi

Borgol Cinta Pak Polisi
Part 27


__ADS_3

..."Jangan berlebihan, biasa saja terhadap sesuatu. Berikan sesuai kadar takarannya, tidak berlebihan dan tidak berkurang juga, berikan sesuai dengan haknya.”...


Happy reading💗😘


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


“Lowongan apa?”


“Lowongan untuk jadi pacar” jawab Ameera senyum-senyum sendiri.


Seketika membuat raut wajah Kezia berubah, ada perasaan tidak suka Ketika Ameera mengatakan hal tadi.


“Ngaco deh kamu. Tiap lihat cowok pasti mau dan kamu embat terus. Nggak boleh gitu Ra, lagian kamu kan nggak tahu dia siapa. Dan nggak boleh rakus juga jadi orang” tutur Kezia seakan menasihati sekaligus juga menyindir Ameera.


“Lo ngatain gue rakus Zi? Jahat banget sih lo” ucap Ameera pura-pura sedih. Mukanya Ia buat sesedih mungkin sehingga membuat Kezia jadi merasa tidak enak, apa kata-katanya tadi terlalu berlebihan.


“Eh, maksud aku bukan gitu Ra.”


“Terus apa kalau maksudnya bukan gitu? Lo suka sama itu cowok?.” Tanya Ameera langsung pada Kezia membuat yang di tanya menjadi bungkam.


Suka pada Richard? Apa mungkin iya, tapi sepertinya tidak. Itulah yang terlintas di pikiran Kezia.


“Yeee nih bocah. Orang nanya bukannya di jawab malah ngelamun” ucap Ameera sembari membuang selembar tissue meja pada Kezia.


“Siapa yang ngelamun sih Ra. Aku cuman mikir aja tadi” elak Kezia.


“Hem serah lo deh Zi. Ngehindar aja terus kayak orang yang di kejar rentenir. Kalau gue ya mau di kejar abang ganteng udah cukup” ucap Ameera terkikik geli.


“Dih itu sih maunya kamu Ameera Malik” ucap Kezia yang membuat keduanya tertawa lepas.


“Lagian Ra, tumben banget kamu pake Bahasa Lo dan Gue. Biasanya kamu nggak gitu” ucap Kezia melihat perubahan cara ngomong Ameera.


“Biasalah Zi, kita kan tinggal di Jakarta. Jadi harus menyesuaikan. Hehe.”


“Baiklah terserah kau saja.”


Keduanya langsung betukar cerita baik dari sisi Kezia maupun dari sisi Ameera.


Kezia menceritakan banyak hal tentang apa yang di alaminya selama Ia di Indonesia, Ia juga menceritakan bagaimana hubungannya dengan sang Papa sudah membaik.

__ADS_1


“Gue ikut senang Zi kalau akhirnya Papa lo benar-benar ngerangkul lo sebagai anak. Dia nggak akan menutupi ke publik lagi tentang lo.”


“Iyah Ra. Aku nggak salahin Papa kok tentang keputusannya yang dulu. Papa pasti punya alasan kenapa dia mau melakukan itu.”


Ameera yang mendengar itu hanya manggut-manggut saja mencoba memahami apa yang di sampaikan oleh Kezia.


“Terus Om Damian gimana Zi. Dia masih jadi asisten lo apa udah berhenti?” tanya Ameera yang memang sudah tahu siapa Damian. Pria yang menjadi asisten pribadi Kezia sejak gadis itu masih anak kecil hingga sekarang.


“Om Damian masih kerja sama Papa kok. Dia juga tetap jadi asisten aku. Cuman akhir-akhir ini Papa lagi butuh Om Damian bantuin kerjaan Papa yang di kantor. Jadi sekarang yang nemenin Kezia itu kebanyakan Mbak Dania sama Kak Richard” jelas Kezia.


“Mbak Dania sama Kak Richard?” beo Ameera. Karena nama dari kedua orang yang di sebut Kezia itu cukup asing di pendengaran Ameera.


“Iya Ra. Mbak Dania itu pelayan pribadi aku di mansion sementara Kak Richard itu cowok yang tadi yang selalu nganterin dan nemenin jikalau aku ada keperluan di luar.”


“Jadi cowok yang tadi namanya Richard, Zi?”tanya Ameera serius pada Kezia. Ia langsung menopang dagunya dengan sebelah tangannya.


“Iya.”


“Tapi kok dia nggak nungguin lo sih? Main pergi gitu aja. Pada hal lo kan masih di sini” ucap Ameera tak suka seakan bodyguard Kezia main pergi ninggalin Kezia. Karena seperti yang kita tahu pada umumnya seoarang bodyguard harus selalu siaga di samping sang majikan.


“Dia bukan bodyguard yang begituan Ra” ucap Kezia gambling.


“What? Maksudnya?”


“Wow…” Amera begitu terpukau mendengar kalau Richard adalah seoarang polisi khusus, Ameera bahkan bertepuk tangan hanya karena mendengar penuturan Kezia barusan.


“Intel dong Zi?” tanya Meera lagi.


“Maybe. Aku nggak terlalu tau Ra dia bagian intel apa gimana. Tanya sama orangnya aja langsung” balas Kezia jujur.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


“Hati-hati Zi." Ameera melambai pada Kezia yang mau pulang di jemput oleh Richard masih menggunakan motor.


"Iya, kau juga hati-hati ya" balas Kezia.


"Zi, titip salam untuk abang polisi" pekik Ameera pada Kezia.


Kezia hanya manggut-manggut saja mendengar teriakan temannya yang kadang tidak tahu malu.

__ADS_1


"Temanmu?" tanya Richard pada Kezia yang melajukan motor pelan tidak seperti tadi pas mereka berangkat.


"Iyah" jawab Kezia singkat sembari memperhatikan pemandangan di sekitarnya, merasakan angin sore yang bersentuhan dengan dirinya.


"Sejuk?" tanya Richard yang memperhatikan Kezia tengah menikmati angin sore lewat kaca spion motornya.


"Iya kak" jawab Kezia tersenyum.


"Mau ke pantai?"


"Hah? ke pantai?" tanya Kezia kebingungan.


Richard hanya mengulas senyum tipis dan tanpa menunggu lama pria yang sedang memakai jaket hitam itu langsung melakukan motornya ke suatu tempat.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di sini mereka sekarang, di pinggiran pantai yang cukup memanjakan mata di kota Jakarta. Angin pantai dan deru ombak yang deras tengah menjadi saksi dimana dua orang sedang berdiri memandang matahari yang tengah terbenam.


"Sejuk dan sangat indah" ucap Kezia begitu pelan.


"Ya. Kau benar" sahut Richard menoleh Kezia yang tengah tersenyum lepas.


Tangannya terulur membenarkan anak rambut Kezia yang berantakan akibat angin laut. Richard menepikan anak rambut Kezia di belakang telinga.


Tindakan yang membuat Kezia langsung menatap Richard tanpa berkedip.


"Suka senja?" tanya Richard sembari menarik tangannya yang tengah membenarkan anak rambut Kezia.


"Aku suka. Kenapa?"


"Kau tahu tidak kalau senja itu menyenangkan" jawab Richard menoleh Kezia dengan wajah tersenyum teduh.


Sebuah pemandangan yang manis dan perlu di rekam oleh otak Kezia.


Kezia hanya menggeleng pelan ketika mendengar pertanyaan Richard.


Richard kemudian menatap lurus ke depan pada senja, matahari yang perlahan tenggelam dengan khas warna jingganya. Tatapan yang jauh seakan menerobos segumpulan awan jingga bercampur abu.


"Karena kadang dia merekah bahagia dan kadang hitam gelap berduka. Tapi langit selalu menerimanya apa adanya."

__ADS_1


...----------------...


Next💗😘?


__ADS_2