
...“Karena takdir itu tidak seindah rencana . Itulah kenapa di setiap doa selalu ada kata semoga....
...Bayangkan saja, bagaimana jika kamu menginginkan bintang dan Tuhan menyiapkan bulan?”...
Happy reading💗😘
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Karena kadang dia merekah bahagia dan kadang hitam gelap berduka. Tapi langit selalu menerimanya apa adanya."
Sebuah kalimat yang cukup ambigu sebenarnya, entah apa maksud Richard berkata demikian.
“Maksudnya bagaimana kak?” tanya Kezia menatap Richard yang sedang fokus menatap deburan ombak.
Richard kemudian beralih menatap Kezia dengan tatapan tak terbaca, “Tidak. Lupakan saja Zia” jawabnya seraya mengulas senyum.
Senyum yang bisa Kezia tangkap sebagai senyum hambar, seperti ada sebuah luka di balik senyum yang sedang di paksakan itu.
“Kak? Are you okay?” tanya Kezia pelan.
“Ya. I’m okay. Bukan kah seorang pria harus selalu terlihat baik-baik saja walaupun sebenarnya dia sedang tidak baik-baik saja.”
Lagi dan lagi, Richard mengucapkan kalimat yang benar-benar membuat Kezia bingung. Apa dia sedang ada masalah? Mungkin itu yang terlintas di pikiran Kezia.
“Kalau mau bercerita tentang sesuatu hal. Ceritakan saja padaku. Aku siap menjadi pendengar yang baik” ujar Kezia menawarkan diri.
Richard menoleh sosok gadis remaja di sampingnya dengan wajah dan tatapan yang teduh seakan menanti apa yang akan di ucapkan Richard selanjutnya.
“Tidak ada yang ingin ku ceritakan Zia. Mungkin ada sepenggal cerita namun sekarang bukan waktu yang tepat untuk menceritakannya padamu” ucap Richard begitu pelan.
Lagi dan lagi, tangan Richard terulur mengusap kepala Kezia. Kedua pasang mata mereka bertatapan dalam diam.
“Beberapa hari ke depan, mungkin aku tidak bisa menemanimu.”
Sontak saja kalimat itu membuat Kezia langsung bertanya, “Kenapa?”
Sebelum menjawab Richard menghela nafasnya, “Beberapa hari ke depan ada kasus yang sedang kami usut dan di selidiki. Aku sebagai ketua timnya. Jadi…”
“Jadi Kak Richard ingin fokus dulu pada pekerjaan itu. Begitu?” tanya Kezia menatap manik mata Richard.
Richard hanya mengangguk pelan.
“Oh. Baiklah Kak. Tidak masalah. Fokus saja pada kerjaan yang sedang Kak Richard emban. Semangat, jangan terlalu capek kerjanya dan yang paling penting jaga diri baik-baik ya” ucap Kezia panjang lebar.
Ya, Kezia sudah tahu bagaimana pekerjaan Richard. Menurut Kezia itu terbilang membahayakan nyawa. Bagaimana tidak Richard adalah tim dari densus 88 yang berfokus pada terroris. Tahu sendiri kan terroris bagaimana?.
__ADS_1
“Hem, pasti aku akan menjaga diri baik-baik.”
Setelah membalas ucapan Kezia, ponsel Richard berdering.
Ia menatap layar ponselnya, “Boy. Tumben sekali dia menghubungi” gumam Richard pelan.
“Siapa?” tanya Kezia. Aneh sekali, bisa-bisanya Kezia bertanya siapa yang menghubungi Richard.
“Boy, teman kerjaku. Sebentar aku angkat dulu.”
Setelah mengatakan itu, Richard sedikit menjauh untuk menjawab panggilan dari Boy. Dari kejauhan Kezia menatap nanar punggung Richard, “Dengan kamu aku cukup” batinnya.
Tak berselang lama Richard membalikkan badannya dan berjalan ke arah Kezia.
“Ayo pulang. Sudah malam” titahnya sembari membuka jaket kulit berwarna hitamnya dan menyerahkannya pada Kezia.
“Ini, pakailah. Angin malam tidak baik untuk tubuhmu.”
Lagi, perhatian seperti tentu saja membuat Kezia sedikit berdebar. Entah apa maksud Richard tiba-tiba berubah manis dan hangat seperti sekarang ini.
“Tidak Kak. Kak Richard saja yang pakai” tolak Kezia. Selain Kezia tidak mau terhanyut dengan sikap hangat Richard, Kezia pikir Richard lah yang seharusnya membutuhkan jaket itu, bukan kah dia yang akan membawa motor.
Richard yang memang tidak suka basa-basi dan talik ulur tanpa pikir panjang Richard langsung memasang jaketnya pada bahu Kezia. “Pakai dengan benar. Jangan sampai demam” ujarnya.
Sumpah demi apa pun Kezia sempat terpaku dengan perlakuan Richard. Namun sebisa mungkin Kezia menutupi sebuah rasa yang sedang menguasai relung hatinya.
“Gila… Aku yang dulu membencinya sekarang malah berubah haluan malah mengagumi dan menyukainya, ya walau pun aku melakukannya dalam diam” ucap Kezia dalam hatinya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah mengantar Kezia di kediaman William, Richard kembali ke apartemennya. Saat ini Ia sedang di ruang kerjanya, sedang fokus pada laptop di depannya. Richard sedang fokus membaca detail data tentang beberapa personil yang sedang menjadi incaran tim mereka.
Fokusnya langsung terbagi kala ponselnya kembali berdering. Tanpa membaca siapa yang menghubungi, Richard langsung menjawab.
“Hall..”
“Pergi bersamanya ke pantai, kemudian menikmati senja. Woah luar biasa sekali. Kalian sangat manis saudaraku” ucap James langsung to the point lewat sambungan ponsel.
Membuat Richard langsung memberikan tatapan datar seakan James sedang bisa melihat ekspresinya sekarang.
“Jika kau hanya mengatakan itu, kau hanya membuang waktuku saja.”
Membuat James di seberang tertawa terbahak-bahak entah apa yang lucu yang membuat James begitu tertawa lepas.
“Kau menyukainya bukan?” tanya James lagi.
__ADS_1
“Bukan urusanmu. Dan ku peringatkan padamu jangan pernah mengusiknya jika kau tidak ingin berhadapan denganku James, meski kita adalah saudara kandung” tegas Richard penuh penekanan bahkan rahangnya sekarang mengeras di sertai tatapan tajamnya.
“Wohoo… lihatlah bung, kau bahkan berani melawan saudaramu hanya untuk melindungi anak dari musuh kita sendiri. Hebat seka..”
Belum selesai James berbicara, Richard sudah lebih dulu memutuskan sambungan telepon.
“Dasar gila dan kaparat” umpat Richard.
Ia langsung memijat keningnya yang rasanya tiba-tiba sakit.
Tiba-tiba, ponselnya berdering kembali menandakan ada notifikasi pesan masuk dari aplikasi hijau dan sepertinya pesannya lumayan banyak.
^^^“Heiiiiii…. Kak Rica-ricaaaa… 🗣️🗣️🗣️"^^^
^^^"Sudah tidur? Apa masih kerja dan sibuk berkutat di laptop?.🤔"^^^
^^^"Terima kasih untuk hari ini telah mengajak Kezia menikmati sunset ya😀🤭"^^^
^^^"Ah dan juga semangat untuk esok harinya ya💪💪".^^^
^^^"Pasti besok sibuk banget ya🤪🤔?"^^^
^^^"Makanya sekarang itu mending cepat tidur biar besok bisa segar itu mata nggak kayak mata panda🐼🐼".^^^
^^^"Semangat pak polici nangkep penjahatnya🕵️🕵️"^^^
^^^"Udah sih itu aja yang Kezia bilang. Kalau di balas ya syukur😀, kalau ngngak di bales aku ngambek😑😒"^^^
Membuat Richard langsung mengulas senyum, di balas syukur, nggak di balas ngambek? Konsep yang aneh pikirnya. Richard bahkan langsung berdopang dagu dan membaca pesan Kezia dari awal. Entah dia sadar atau tidak, jika ada orang yang melihatnya Richard seperti orang yang sedang kasmaran pada isi chat pacarnya.
“Iya Zi..” jawab Richard singkat.
Tak butuh lama pesannya langsung di baca dan di balas oleh Kezia.
^^^“Udah, gitu aja balasnya🙄? Sungguh sangat singkat, padat dan nggak jelas😑😒.”^^^
Membuat Richard langsung tertawa pada isi pesan Kezia apa lagi emot yang Kezia berikan di setiap chat nya.
Richard langsung mengetik sebuah kalimat yang sedang memang Richard rasakan sekarang.
“Iyah Ziaa… Terima kasih supportnya. Kamu adalah nyaman yang baik untuk aku yang banyak berantakannya.😌"
"Udah ya kamu juga tidur, nggak baik untuk kesehatan kalau tidur larut malam. Kalau nggak tidur aku tangkap dan borgol lagi kayak dulu lagi. Mau?🕵️”
...----------------...
__ADS_1
Next💗😘?