
...“Sekeras apap pun kita menolak, yang datang akan tetap datang....
...Sekuat apa pun kita menahan, yang pergi akan tetap pergi....
...Sederhanakan saja cara kita dalam menyikapi takdir.”...
Happy reading💗😘
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
“Tentu saja, budayakan sifat bodo amat. Because my mental health is more important than anything.” Ucap Richard menatap datar Kezia yang sedang menatapnya pula.
Kezia sebenarnya cukup geram dengan pria yang sedang berinteraksi dengannya saat ini, membuat darahnya naik sampai ke ubun-ubun. Entahlah Kezia sungguh tidak suka dengan sikap Richard yang terkesan begitu dingin dalam bertutur kata.
Dengan setengah malas, Kezia kembali berbicara pada Richard yang sedari tadi hanya diam dan terus menatapnya.
“Kenapa?” tanya Kezia ketus.
“Agenda mu hari ini apa? Jika kau berencana keluar mansion kabari aku biar ku temani.”
Sontak saja Kezia langsung menatap tajam Richard, “Loh, kok gitu? Untuk apa aku harus mengabari mu? Dan lagi, kau menemani ku? Tanya Kezia menunjuk dirinya dengan nada suara sinis.
Richard yang masih setia berdiri di hadapan Kezia hanya bisa menghela nafas. Ia melirik arloji di pergelangan tangan kirinya sebentar.
“Apa perlu ku pertegas sesuatu hal padamu Nona Kezia Ludwig” ucap Richard penuh dengan penekanan.
Kezia malah memutar bola matanya malas mendengar ucapan Richard barusan.
“Biar ku beritahu. Aku Richard Allaric di tugaskan untuk menjagamu untuk sementara waktu Nona Kezia. Mohon kerja samanya. Dan lagi tugasku bukan hanya menjagamu saja, aku juga harus bekerja di instansi ku” jelas Richard sembari melirik arlojinya lagi.
“Cih, lihatlah dirimu Pak, mengambil dua kerja sekaligus. Memangnya gajimu di pekerjaanmu itu masih kurang untukmu sampai harus mengambil pekerjaan yang di tawarkan Papa ku lagi?” ujar Kezia dengan congkak.
Richard sendiri hanya mengulas senyum tipis, Ia perlahan menundukkan sedikit badannya untuk bisa mensejajarkan tubuhnya pada Kezia yang sedang duduk. Jarak mereka begitu dekat, Richard menatap lekat-lekat wajah Kezia yang tengah menatapnya kaget.
“Dasar bocah” ucap Richard tepat di telinga Kezia, sontak saja ucapan Richard barusan membuat Kezia kembali meradang.
“Kyaaaaa” teriak Kezia kesal.
Kezia langsung berdiri bahkan memberikan tatapan protes pada sikap yang di berikan Richard barusan.
__ADS_1
“Dengar Kezia, turuti saja apa yang ku katakan. Jangan bertingkah seperti anak kecil. Mohon kerja samanya saja.”
Richard kemudian merogoh sakunya mengambil sebuah kartu nama dan menyerahkannya langsung pada tangan Kezia.
“Ambillah, jika kau ada perlu di luar, hubungi aku di nomor ini.”
Kezia sendiri hanya mencebikkan bibirnya, sosok Richard ini sepertinya memaksakan sesuatu hal harus sesuai dengan kehendaknya, pikir Kezia.
“Aku harus segera pergi untuk mengikuti apel lagi” ucap Richard pada Kezia. Ia langsung berbalik badan dan berjalan keluar dari taman belakang.
Namun belum jauh kakinya melangkah, Richard kembali membalikkan badannya melihat Kezia, “Dan satu lagi, aku menerima tawaran dari Tuan William untuk menjagamu bukan perkara karena fee nya, melainkan karena sebuah balas budi saja” ucap Richard begitu dingin.
Setelah mengatakan itu, Richard langsung berbalik lagi dan melanjutkan langkahnya lagi hingga punggungnya sudah tak terlihat dari pandangan Kezia.
“Balas budi?” gumam Kezia.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sementara di tempat lain,
“Jadi dia memintamu untuk menjaga putrinya, begitu?” tanya seorang pria yang sedang asik membaca koran.
“Bagus. Bukan kah ini awal yang baik untuk kita melangkah Richard?” tanyanya sembari tersenyum simpul pada Richard yang tengah menghisap rokok.
“Hem, semoga saja James” jawabnya dingin. Guratan wajah Richard saat ini ada sedikit kegusaran dan keraguan. Dan hal itu bisa di lihat oleh James.
“Oh ayolah, mengapa kau ragu? Kau bisa melakukannya bung!!” ucap James menyemangati Richard, bahkan James berkali-kali menepuk pundak Richard.
“Mengapa kau ragu Chard? Gunakan kesempatan ini untuk membalaskan dendam mu” tekan James pada Richard yang terdiam.
Richard melirik James, “Balas dendam” lirihnya.
“Ya, balas dendam. Gunakan moment langka ini, sepertinya takdir sedang berpihak pada kita untuk membalaskan dendam beberapa tahun silam” balas James mengepalkan tangannya bahkan dari sorot matanya terpancar kemarahan yang membuncah.
“Ya, sepertinya kau benar.”
Richard kemudian bangkit dari duduknya dan menghampiri sebuah bingkai foto keluarga. Tatapan sendu, amarah, sakit, dan kecewa di rasakan Richard langsung dalam waktu yang bersamaan hanya ketika menatap foto tersebut.
“Kau tahu James, ternyata waktu tidak bisa menyembuhkan apa pun. Hanya saja, kita yang di paksa terbiasa dengan luka yang masih tersisa.”
__ADS_1
...----------------...
Next💗😘?
.
.
Holaaaa,,, good morning bahan bakar neraka😁😁…. Canda canda hihi
Yuk semangat pagi yeorobun menyambut pagi yang ceria.
Aku ada moral of story dari produksi Disney nih, yuk di baca ehehe..
A : Kenapa Cinderella harus meninggalkan istana sebelum pukul 00 berdentang?🙂
B : Untuk kasih tahu kita, kalau segala sesuatu ada batasnya.🙃
A : Kenapa putri tidur harus menunggu 100 tahun untuk sebuah ciuman?🙂
B : Untuk kasih tahu kita, kalau true love datangnya tidak secepat yang kita pikirkan.🙃
A : Kenapa si cantik Belle bisa-bisanya jatuh hati dengan seorang buruk rupa?🙂
B : Untuk kasih tahu kita, bahwa cinta akan membuatmu melihat apa yang tak bisa di lihat oleh matamu.🙃
A : Kenapa Ariel rela meninggalkan kerajaan dan rela kehilangan ekornya demi seorang manusia?🙂
B : Untuk kasih tahu kita, bahwa tidak ada cinta tanpa pengorbanan.🙃
A : Kenapa Jasmine bisa-bisanya jatuh hati pada seorang pencuri ?🙂
B : Untuk kasih tahu kita, bahwa kita tidak bisa memilih kepada siapa kita akan jatuh cinta nantinya.🙃
Benar apa betul tidak guys moralnya😌? Aku aja baru tahu makna dari film disney, rupanya moralnya sedalam itu🤐.
Okay, part selanjutnya di tunggu ya…
Have fun untuk kalian semua✨✨
__ADS_1