
...“Cinta, bahagia, dan berakhir nestapa....
...Rindu, temu dan berakhir pilu....
...Harap, genap dan akhirnya lenyap....
...Begitulah kisah kita, indah pada permulaan lalu berlalu begitu mengenaskan bahkan semua terlalu menyakitkan untuk sekedar ku jadikan pelajaran.”...
Happy reading💗😘
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kangen atau rindu adalah hak semua orang. Siapa saja boleh merindukan siapapun tanpa harus minta izin terlebih dahulu, bahkan rindu kepada seseorang bukan pacar sekalipun. Dan mungkin itulah yang di rasakan oleh Kezia. Rindu itu datang tanpa di minta.
“Bengong aja dari tadi. Lo kenapa sih Zi?” tanya Ameera pada Kezia yang sedari tadi melamun bahkan tidak berniat menyantap makanan yang sudah Ia pesan di kantin.
Ya, mereka berdua sekarang sedang di kantin untuk makan siang setelah mata kuliah yang pertama selesai.
“Gapapa” jawab Kezia tak bersemangat.
“Gapapa bagaimana? Orang lo dari tadi lemas gitu kayak ga ada semangat hidupnya. Ibaratnya lo itu kayak janda yang di tinggal mati suaminya tau nggak” nyerocos Ameera pada Kezia.
“Mulai lagi deh omongan keramatnya” ucap Kezia mencebikkan bibirnya.
Ameera malah mengangkat kedua bahunya acuh. Menurutnya omongannya tidak ada yang salah.
“Ya makanya yang semangat dong bestie. Sumpah lo hari ini kayak nggak ada gairah hidup sama sekali. Pada hal nih ya kita tuh baru pindah kampus dan ini itu the first kita ngampus. Harusnya lo itu semangat pake banget” ujar Ameera menggebu-gebu.
Sedangkan Kezia yang mendengar penuturan Ameera hanya mengangguk pelan.
Melihat sifat Kezia, Ameera memutar bola matanya malas. Ia bingung harus mengatakan apa lagi pada Kezia.
“Apa harus gue panggilan abang Richard buat nyemangatin lo?” ucap Ameera asal ngomong. Namun Kezia malah mengangguk, “Iya kayaknya. Dia obat yang bisa aku jadiin semangat sekarang” ucap Kezia tanpa sadar.
__ADS_1
“What?” pekik Ameera kaget. Ia langsung berdiri dari tempat duduknya dan meletakkan telapak tangannya di dahi Kezia, “Nggak panas. Suhunya normal.”
“Aish, apaan sih Ra” ucap Kezia menepis tangan Ameera di dahinya. Apa menurut Ameera Ia sedang sakit?.
“Serius Zi, gue mau nanya sama lo. Jawab yang benar.”
“Hem, apa Ra” tanya Kezia.
“Lo suka ya sama abang Richard?” selidik Ameera dengan tatapann matanya yang memicing.
“I don’t know” balasnya lesu bercampur frustasi. Kezia bahkan langsung menutup wajahnya menggunakan kedua telapak tangannya.
Membuat Ameera yang melihat sangat gemas, Ameera langsung menarik tangan Kezia untuk bisa melihat wajah Kezia.
“Lo kok malah nutup wajah sih? Nggak sekalian tutup usia aja biar langsung ke finish” ucapnya seraya menarik tangan Kezia.
“Kyaaaa… Are you crazy? Kamu mendoakan aku supaya cepat mati, Ra?” pekik Kezia tak habis pikir dengan ucapan tidak senonoh sahabatnya ini.
Kezia menarik nafas panjang, “Ya udah sekarang kamu nanya apa. Biar aku jawab.”
Membuat Ameera langsung tersenyum, “Nah gitu kek dari tadi.”
“Jadi, sekarang mending lo ceritain deh dari awal sebenarnya lo kenapa sih” tutur Ameera pada Kezia sembari mencomot french fries yang sudah mereka pesan tadi.
Sejenak Kezia menggaruk kepalanya yang tidak gatal, rupanya gadis itu bingung juga harus memulai dari mana Ia untuk bercerita.
“Aku lagi mikiran seseorang Ra” cicitnya dengan suara pelan.
“Hah? Ngomong apa tadi, volume suaranya di besarin dikit napa Zi. Gue rada budek ini” ucap Ameera seraya menajamkan pendengarannya.
“Hahaha… budek beneren baru tau rasa” timpal Kezia membuat Ameera langsung mengerucutkan bibirnya.
“Nih dengarin baik-baik ya, pasang pendengarannya sebaik mungkin karena aku nggak akan ulang lagi ngomongnya. Soalnya ini bukan rekaman atau live yang ada siaran ulangnya” ucap Kezia membuat Ameera kembali mencebikkan bibirnya.
__ADS_1
“Iya iya iya iya Nona Kezia Ludwig” jelas Ameera memutar bola mata malasnya sementara Kezia hanya mengulas senyum tipis.
“Aku lagi mikirin seseorang” ucap Kezia dengan wajah sendu.
“Siapa?”
“Kak Richard” jawab Kezia.
“What?.” Sumpah demi apa pun Ameera kaget. Ia reflek menutup mulutnya menggunakan satu tangannya.
“Lo suka sama abang Richard, Zi?” tanya Ameera lagi.
“Aku nggak tahu. Cuma aku kepikiran saja sama Kak Richard. Dari kemarin dia nggak ada kabar” ucapnya lesu.
“Kok lo nggak tahu sih. Itu mah tandanya lo udah suka Zi sama abang Richard” jelas Ameera berusaha membuka mata Kezia supaya Ia bisa melihat perasaannya.
“Mungkin saja. Cuman kalau aku suka sama Kak Richard belum tentu dia suka sama aku Ra” ucap Kezia lagi.
“Gimana dong Ra. Kayaknya aku suka sama Kak Richard itu hanya dalam diam deh” ucap Kezia sendu.
Ameera yang mendengar itu malah mengerutkan keningnya, “Dih lo kok jadi pesimis gini sih.”
“Terus gimana, aku harus lakuin apa dong?” tanya Kezia meminta pendapat Ameera.
Ameera sejenak berpikir dan memutar otaknya, beberapa saat Ia langsung menjentikkan jemarinya pada Kezia.
“Gue tahu lo harus ngelakuin apa Zi” ucapnya tersenyum penuh arti.
“Apa?”
...----------------...
Next💗😘?
__ADS_1