Borgol Cinta Pak Polisi

Borgol Cinta Pak Polisi
Part 45


__ADS_3

...“Benar kata akal, jangan mudah percaya kata hati malam hari. Belum tentu pagi setuju.”...


Happy reading💗😘


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


“James” ucap Kezia pelan.


Sontak Ameera langsung mengikuti arah pandang dari Kezia.


“James!!!” pekik Ameera tanpa sadar.


Mendengar Ameera menyebut nama James, Kezia lantas menoleh ke arah sahabatnya. Bagaimana bisa Ameera mengetahui nama pria itu adalah James.


“Ra, kamu tahu pria itu?” Tanya Kezia seraya menunjuk James dengan tangannya.


Ameera langsung mengatupkan kedua bibirnya.


“Sial. Harusnya aku tidak menyebut nama lelaki badjingan itu” umpat Ameera dalam hati.


Kezia saat ini sudah tidak fokus dengan James lagi. Sudah cukup rasa penasarannya hari ini tentang tempat tinggal Richard dan siapa pria yang menemuinya di café hari ini.


Ada hal yang ingin dia ketahui sekarang, yaitu tentang Ameera. Bagaimana bisa Ameera mengenal James pada hal dia belum menceritakannya sama sekali pada sahabatnya.


“Ra, kamu belum menjawab pertanyaanku” desak Kezia pada Ameera karena sahabatnya ini malah terdiam dan enggan membuka mulutnya menjawab pertanyaan dari Kezia.


Sungguh, Ameera benar-benar bingung sekarang, apa ia harus jujur saja atau bagaimana dengan hal yang ia ketahui sekarang.


“Ra…” desak Kezia.


“Iya, Ra. Gue bakalan jelasin. Tapi sebaiknya kita pergi dulu dari sini. Gue nggak mau lo kenapa-kenapa” ujar Ameera yang langsung menyalakan mesin mobilnya. Setelah itu, mereka langsung meninggalkan area café tadi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di dalam mobil, hanya ada keheningan sekarang. Baik di antara Ameera maupun Kezia tidak ada yang berbicara hingga Ameera sampai di mansion papa Kezia, William.


“Sekarang, jelasin, Ra” pinta Kezia dengan tatapan sedikit kecewa pada Ameera yang baru saja mematikan mesin mobilnya.


Ameera menghela nafas lelah. Ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal seraya berpikir keras untuk bisa mengelak. Namun sepertinya keadaan sedang tidak memihaknya hingga ia memilih untuk menceritakan apa yang ia ketahui tentang James dan Richard.


“Ra!!”


“Iya, iya, gue jelasin dan gue berharap lo paham” ujar Ameera sebelum menceritakan detail kejadiannya pada Kezia.


Flashback On

__ADS_1


Ketika Ameera yang baru saja selesa dari ruang inap rumah sakit menjenguk sahabatnya, dia langsung pulang.


Ketika hendak menuju basement parkiran, sorot matanya menangkap sosok Richard.


“Oh my gosh. My abang Richard” pekiknya tanpa sadar. Namun setelah itu ia langsung memukul keras mulutnya.


“Haduh sadar wahai mulut. Dia sudah tidak bisa di gapai. Dia sudah ada yang punya, dan yang punya adalah sahabat lo sendiri. Nggak boleh dan nggak baik. Masa iya gue yang cantik dan sebening ini harus berperan sebagai pelakkor. Kan nggak lucu” pungkasnya pada diri sendiri.


Aneh memang, namun itulah Ameera. Sepertinya komitmennya dalam menjaga persahabatan perlu di acungi empat jempol.


Hendak menghampiri Richard yang sedang celingak-celinguk mencari seseorang, langkah kakinya tiba-tiba berhenti kala seseorang menghampiri Richard. Ya, pria tersebut adalah James. Pria yang hampir sama tampan dan gagahnya dari Richard. Ia memilih bersembunyi di balik tiang tembok yang ada di basement parkir


“James. Kenapa kau harus datang” ucap Richard tidak suka kala pria tersebut datang ke rumah sakit.


“Relax bro. Santai. Aku hanya ingin jalan-jalan saja” jawabnya santai tanpa beban.


“Jangan berbuat onar James, jangan semakin memperkeruh keadaan.”


Mendengar penuturan Richard, James malah mengibas-ibaskan tangannya di udara.


“Hahaha….. Kau ini takut sekali. Aku tidak ada maksud jahat, saudaraku. Dan ku pastikan identitasmu tidak akan terendus dari keluarga Ludwig siallan itu” jawab James.


Pertanyaan yang membuat Ameera langsung melongo. Ia tidak salah dengar kan? Pria yang dia ketahui namanya James itu, mengumpat keluarga William.


“Gue budek apa gimana sih” gerutunya kesal sembari memukul pelan telinganya.


“Dia baik” jawab Richard datar.


“Haish…. Kenapa dia tidak mati saja. Merepotkan sekali” ujar James yang membuat Ameera langsung melototkan matanya.


“Gila!!!. Orang itu waras apa gimana? Nyumpahin teman gue mati. Gue doain lo pincang seumur hidup” umpat Ameera tak suka dengan pernyataan James tadi.


“James, omonganmu!!” ujar Richard tidak suka.


“Kenapa Richard? Mengapa kau tidak suka bocah itu mati. Dia adalah kelemahan William. Ketika dia mati maka dendam kita akan terbalaskan.”


Richard hanya memijit pangkal hidungnya mendengar penuturan dari James.


“Ya. Mungkin begitu. Tapi langsung mati sepertinya tidak seru James” ucap Richard dengan datar.


James langsung melayangkan tatapan tak terbaca pada Richard.


“Aku mengajaknya berpacaran sesuai dengan rencana pertama kita” ucap Richard yang langsung membuat James menepuk punggung Richard penuh kebanggaan.


“bagus Richard. Ambil hati putrinya setelah itu patahkan dan hancurkan hati anak itu berkeping-keping. Buat dia stress dan depresi bila perlu rusak mentalnya hingga William pun turut merasakan kesakitan yang di alami putrinya. Harta berharganya” ucap James dengan suara penuh penekanan.

__ADS_1


“Kalian gila!!!” pekik Ameera langsung merasa tak tahan mendengar semua ucapan James yang begitu menyakitkan. Ameera langsung keluar dari tempat persembunyiannya dan mengutarakan kekesalannya.


“Siapa dia?” Tanya James pada Richard. Mereka menoleh sosok gadis yang telah berani berteriak pada mereka.


“Jangan ganggu anak itu, James” ucap Richard keras kala James hendak melangkahkan kakinya mendekati Ameera yang berdiri tak jauh di dekatnya. Tak lupa James langsung mengeluarkan pistol di balik jaket yang ia kenakan.


James malah mengerutkan keningnya, “Kenapa?”


“Pulanglah. Jangan terlalu ikut campur dan ingin mengetahui semuanya” ucap Richard menyuruh James sebaiknya pulang.


“Baiklah, terserah kau saja. Tapi pastikan anak sialan itu tidak menjadi boomerang untuk langkah kita ke depan” ucapnya.


Setelah mengatakan itu, ia langsung berlalu masuk ke dalam mobil yang ada di samping Richard.


“Jangan bilang kau berpacaran dengan Kezia hanya untuk memanfaatkannya saja” ucap Ameera datar namun penuh dengan penekanan.


“Hmm. Kau benar” jawabnya singkat sembari menatap Ameera dengan tatapan datar, tak ada perasaan bersalah sama sekali.


Membuat Ameera benar-benar jengkel, ia mengepalkan kedua tangannya dan mengumpat.


“Badjingan. Kalian berdua benar-benar ….”


“Ya. Itu lah kami. Kenapa kau tidak suka?” ucapnya Richard lagi.


“Munafik!!” teriaknya langsung berlalu pergi meninggalkan Richard.


“Tunggu. Katakan pada temanmu itu untuk tidak terlalu berharap padaku. Kau pasti sudah tahu bukan alasannya? Jaga dia, jangan sampai kejadian kemarin terulang kembali.”


“Tidak usah sok peduli, tuan. Jika pada akhirnya Anda lah yang menusuknya dari belakang” desis Ameera. Ada perasaan kecewa di hati Ameera kala sahabatnya hanya di manfaatkan belaka.


“Ameera, tunggu. Kau harus tahu dan bila perlu sampaikan pula pada Kezia, dunia ini akan selalu mengecewakan. Tinggal bagaimana kalian meresponnya.”


Setelah itu, Richard meninggalkan Ameera yang mematung serta menatapnya dengan tatapan permusuhan.


Flashback Off


...------------------...


Next💗😘?


.


.


.

__ADS_1


"Aku benci ketika sudah nyaman, lalu di tinggalkan"


_Kezia Ludwig_


__ADS_2