Borgol Cinta Pak Polisi

Borgol Cinta Pak Polisi
Part 48


__ADS_3

...“Pada akhirnya, kita cuma butuh yang paling nyata. Sebab seindah apa pun rasa sayang bila hadirnya tidak ada, sama dengan percuma.”...


Happy reading💗😘


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Kezia yang baru saja sampai di mansion langsung berlari ke arah sang papa yang sudah menunggu dan berdiri di depan pintu utama, tampaknya menunggu kedatangan sang putri, Kezia.


“Papa…” ucap Kezia menyalim tangan William kemudian berhambur memeluk sang papa.


“Bagaimana kuliahnya hari ini?” Tanya William basa-basi seraya mengajak Kezia masuk ke dalam mansion.


“Lancar, Pa” jawab Kezia yang terus mengandeng tangan sang ayah.


“Bagus. Kuliah yang benar. Ayo makan siang. Setelah itu akan ada hal yang akan Papa sampaikan padamu” jelas William sembari mengusap kepala sang putri.


Kezia sejenak menatap William yang sepertinya sedang serius pada penuturannya yang terakhir.


“Memangnya apa yang ingin Papa sampaikan?” Tanya Kezia.


Mendengar itu, William hanya mengulas senyum tipis. “Nanti juga tahu sendiri. Cepat ganti baju. Papa akan menunggumu untuk makan siang” ucap William.


Membuat Kezia langsung memanyunkan bibirnya ke depan mirip seperti bebek.


“Spill sedikit Pa biar Kezia tidak penasaran dengan apa yang akan Papa sampaikan” tawar Kezia pada William, membuat William langsung tertawa lepas karena penuturan Kezia barusan. Bisa-bisanya dia memberlakukan tawar-menawar.


“Pa..!!!” panggil Kezia karena William malah meninggalkannya dan pria tersebut berlalu menuju ruang makan.

__ADS_1


“Spill Pa!!!” ucap Kezia lagi.


William malah menggeleng pelan. “No, sayang. Cepatlah berganti pakaian. Papa menunggumu untuk makan siang.”


Kezia menggerutu kesal sejenak namun tak lama ia langsung bergegas ke lantai dua menuju kamarnya mengikuti instruksi dari sang papa.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah makan siang, William mengajak Kezia keluar.


“Kita akan kemana, Pa?” Tanya Kezia ketika sudah masuk di dalam mobil.


“Ke suatu tempat, Kezia” jawab William sembari mengulas senyum.


“Dimana?” tanyanya lagi.


Mendengar itu Kezia tidak ingin bertanya lagi, ia hanya mengangguk saja.


Mereka berempat di dalam mobil yang mana kedua orang selain dirinya dan William adalah Damian dan juga Zain.


Sampai di sebuah bangunan yang tampak tua itu, Kezia langsung di ajak William untuk keluar dari mobil. Ketika keluar pun banyak beberapa pria yang berbaris sejajar menyambut kedatangan mereka berempat. Dan bisa di pastikan bahwa itu adalah anak buah dari Papanya.


Semua orang tersebut memberikan hormat pada sang tuan, William. William hanya mengangguk saja. Sementara Kezia hanya diam saja memperhatikan. Ia menatap Damian dan juga Zain, kedua orang tersebut hanya mengangguk saja serta melempar senyum padanya.


Melihat Kezia yang celingak-celinguk kebingungan, William langsung buka suara.


“Ini markas Papa, Kezia” ucap William.

__ADS_1


“Markas?” ucap Kezia membeo ucapan sang papa.


William hanya mengangguk kemudian kembali mengajak sang putri masuk ke dalam markas tersebut.


Ya, hari ini William mengajak Kezia untuk datang ke markas milik keluarga Ludwig. Ia ingin menjelaskan kepada Kezia sesuatu hal. Tentang rahasia yang selama ini ia jaga dan simpan.


Kezia hanya terdiam dan mengikuti sang papa ketika di minta masuk. Ketika masuk ke dalam markas tersebut, Kezia di buat kagum dengan isi di dalamnya. Sungguh di luar ekspetasinya.


Jika di lihat dari luar, bangunannya tampak tak terurus seperti bangunan yang sudah tua. Namun ketika sudah masuk di dalam sangat bagus.


Ada beberapa sudut tempat untuk tempat latihan bela diri, ada koleksi minuman keras, dan lemari pajangan senjata.


William mengajak Kezia masuk di suatu ruangan yang tampaknya begitu rahasia. Dan begitu masuk di dalam mata Kezia langsung terfokus pada sebuah pajangan foto terbesar di dinding.


“Siapa mereka?” batinnya bertanya.


“Keluarga besar kita, Kezia. Formasi yang masih lengkap pada masa itu” tutur William pada sang putri mengerti bagaimana bingungnya Kezia menatap foto tersebut. Dimana di dalam foto tersebut terdapat William beserta sang istri dan juga kedua orang tuanya


Kezia menelisik sepertinya memang benar, terbukti ada foto sang papa dan juga mama di sana.


Kini, pandangannya kembali berfokus pada foto di sebelahnya, tampak ada dua orang pria sambil merangkul.


Wajahnya terlihat tak asing di penglihatan Kezia.


“Kak Richard?”


...----------------...

__ADS_1


Next💗😘?


__ADS_2