
...“Kamu adalah teduh yang paling ku inginkan ketika resah sedang menghampiri. Kamu adalah segenap harapan yang selalu ku semogakan di setiap sujud malamku, dan kamu adalah segalanya dari yang selama ini aku cari.”...
Happy reading💗😘
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
“Iyah Ziaa… Terima kasih supportnya. Kamu adalah nyaman yang baik untuk aku yang banyak berantakannya.”
Udah ya kamu juga tidur, nggak baik untuk kesehatan kalau tidur larut malam. Kalau nggak tidur aku tangkap dan borgol lagi kayak dulu lagi.”
“ Mau?”🕵️
Pesan yang di kirim Richard pada Kezia, namun pesannya hanya di baca saja tidak ada balasan lagi yang di berikan Kezia.
“Cih, tidak di balas lagi?” gerutu Richard memandangi ponselnya yang sudah tidak ada notifikasi lagi. Entah kenapa Ia mendadak kesal lantaran Kezia tidak merespon pesan terakhirnya. Akhirnya Ia memilih melanjutkan pekerjaannya yang tertunda tadi dari pada pikirannya semakin mati penasaran memikirkan seseorang yang belum tentu memikirkannya.
Richard akui Ia memang tidak cukup mahir untuk menyampaikan segala perasaan. Mungkin karena sudah terbiasa dengan sifat kaku, dingin dan datarnya jadi Ia lebih memilih memendam sebuah perasaan yang tengah hinggap di kalbunya.
Terkesan berpura-pura? Mungkin iya. Barangkali saat ini pura-pura adalah cara terindah. Untuk mengungkapkan tanpa takut di tinggalkan, mengagumi tanpa resah untuk di jauhi, mencintai tanpa perlu merasa perih.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pagi ini Kezia tengah sarapan bersama William. Sedari tadi mukanya amat berseri-seri seperti bunga yang sedang bermekaran. Bahkan sedari tadi mukanya yang nampak berseri-seri tertangkap jelas pada penglihatan sang Papa.
“Sedang bahagia?” tanya William seraya mengulas senyum tipis.
“Hah?”
“Iya, Papa perhatikan dari tadi Kezia sangat berseri-seri mukanya. Apa ada kabar bahagia?” jelas William.
“Apa sangat terlihat jelas Pa?” tanya Kezia balik pada sang Papa.
__ADS_1
William hanya mengangguk kepala pelan.
Namun bukannya menjawab Kezia malah mengulas senyum terbaiknya.
“Tidak apa-apa Pa” jawabnya mantap kemudian fokus menyelesaikan sarapannya.
“Baiklah jika Kezia sedang belum mau menceritakannya pada Papa” ucap William tidak begitu memaksakan sang putri bercerita.
“3 hari ke depan kuliahmu sudah bisa di lanjutkan di kampus terbaru mu Kezia. Jadi bersiaplah” tutur William sementara Kezia hanya mengangguk saja.
“Dan lagi, untuk ke depannya Kezia di temani oleh Damian lagi. Richard sedang banyak tugas” ucap William memberitahu sang putri.
Semalam, Richard menghubunginya untuk mengatakan bahwa beberapa hari ke depan Richard sangat sibuk untuk mengusut sebuah kasus, Ia takut tidak bisa ada di waktu Kezia membutuhkannya, bahkan memang dia tidak bisa sebenarnya. Mendengar itu William hanya bisa menyetujui.
“Kezia tahu Pa. Semalam Kak Richard juga sudah memberitahuku” ucap Kezia menimpali obrolan sang Papa.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hari ini Kezia di antar langsung oleh sang Papa di kampusnya.
“Jaga diri baik-baik sayang. Kalau pulang kabari Damian. Dia akan menjemputmu” ucap William.
“Iya Pa” jawab Kezia sembari menyalami tangan kanan William.
Kezia langsung masuk ke dalam kampus dan tak jauh di lobi ada seorang anak gadis tengah melambai padanya.
“Siapa gadis itu?” tanya William pada asistennya, Zain. Ya, William masih belum pergi dari kampus Kezia, Ia masih di dalam mobil memperhatikan Kezia dari jauh.
“Dari informasi yang saya dapatkan dia adalah Ameera sahabat dekatnya Nona Kezia di Amerika Serikat, Tuan” jawab Zain pada William.
“Baiklah, kau awasi juga gadis itu. Cari informasi tentang anak itu sedetail-detailnya. Aku tidak ingin dia menjadi serigala berbulu domba untuk Kezia.”
__ADS_1
Setelah mengatakan itu mobil William pergi dari halaman kampus Kezia.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
“Zi, kok yang nganter lo bukannya abang Richard sih. Kok malah bokapnya lo” ujar Ameera pada Kezia sembari mereka berdua menuju ke ruang kelas.
“Kak Richard lagi tugas” jawab Kezia seadanya.
“Yah, sayang banget. Pada hal aku kangen banget sama abang Richard. Pengen liat dia sebagai vitamin aku pagi ini” balas Ameera dengan nada sedih penuh kecewa.
“Dih mulai lagi deh lebay nya. Aku aja biasa aja. Kok kamu malah kangen banget, kenalan juga belum sama orangnya” ucap Kezia seraya memukul pelan lengan Ameera. Sementara Ameera malah cengir sendiri karena apa yang di katakan Kezia memang benar adanya.
“Sebenarnya aku juga kangen sih. Kira-kira dia lagi apa ya?” batin Kezia mengakui.
...----------------...
Next💗😘?
.
.
.
Orang-orang malam minggu bingung nentuin mau jalan kemana.
Lah aku?
Malah bingung mau rebahan madep kiri apa kanan, biar main hapenya enak🙃.
Selamat bermalam minggu guys🌃🌃
__ADS_1