Borgol Cinta Pak Polisi

Borgol Cinta Pak Polisi
Part 6


__ADS_3

...Ketahuilah :...


...“Dalam situasi tertentu, kadang kita memang harus di paksa untuk bungkam....


...Bukan tidak ingin melebur, hanya saja obrolan serasa tidak sejalur.”...


Happy reading💗😘


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


“Papa…” teriak Kezia dan sekarang Ia bahkan berlari menyambut tangan terbuka dari William, menyambut pelukan yang sudah lama tidak Ia dapatkan karena jarak yang di buat oleh William sendiri.


Grep..


Kezia langsung memeluk Papanya begitu erat seakan melepaskan rasa rindunya yang telah menumpuk pada sosok pria yang begitu ia sayangi. William pun sama halnya, membalas pelukan sang putri. Ada perasaan bersalah hinggap di hatinya kala Ia mendengar di sela-sela pelukan tersebut kezia menangis.


“Hei hei. Mengapa anak gadis Papa menangis? Apa Kezia tidak senang bertemu dengan Papa?” tanya William melerai pelukannya menatap wajah sendu Kezia.


Mendengar apa yang di katakan William semakin membuat Kezia tersedu. “Kezia sangat bahagia Pa, Kezia sangat senang akhirnya bisa bertemu dengan Papa” balasnya dengan suara pelan.


William semakin merasa bersalah mendengar penuturan dari Kezia, “Baiklah, kalau begitu berhenti menangis. Sekarang kita akan pulang ke mansion” titah William langsung menggandeng tangan anak gadisnya.


Damian yang melihat itu hanya mengulas senyum tipis, dia pun ikut bahagia dengan apa yang Kezia rasakan sekarang.


“Damian, kenapa kau mematung di situ? Apa kau ingin menginap di bandara?” tanya William pada asistennya yang malah berdiam diri mematung memperhatikan interaksi antara William dan Kezia.


“Eh anu Tuan, maaf.” Damian seketika kaget tat'kala William bertanya. Damian langsung melangkahkan kakinya mengikuti William dan Kezia dari belakang.

__ADS_1


Selama perjalanan menuju mansion milik William, Kezia terus menceritakan bagaimana perjalanan mereka hari ini dan tentunya William memberikan respon yang baik. Ia menjadi pendengar setia, sesekali Ia bertanya memberi feedback dari apa yang di ceritakan Kezia.


Damian dan sang supir yang duduk di bagian paling depan langsung saling berpandangan dan melempar senyum tipis.


Hingga tak terasa mobil yang di tumpangi masuk ke halaman mewah mansion milik William.


William dan Kezia langsung menuntun sang putri masuk ke dalam mansion.


“Damian, sebaiknya kau beristirahat saja dulu. Besok pagi baru kau temui saya” titah William pada Damian sebelum Ia masuk ke dalam mansion.


“Baik Tuan” jawab Damian mengangguk.


Setelah itu William dan Kezia baru masuk ke dalam mansion meninggalkan sang supir dan Damian.


“Sudah cukup lama aku mengabdi pada Tuan William, ku pikir hidupnya datar-datar saja. Tapi kali ini aku baru melihat Ia ternyata punya sikap hangat juga” ucap sang supir pada Damian sembari mereka menurunkan beberapa koper Nona muda yang ada di bagasi mobil.


Mereka berdua terkekeh sendiri karena ketidaktahuan dari sifat William.


“Aku sendiri baru tahu kalau Tuan William punya anak secantik itu. Ku pikir Tuan William tidak punya keluarga lagi apa lagi seorang anak” jelas sang supir lagi. Wajar saja sang supir berkata demikian, karena supir ini baru mulai bekerja pada Tuan William selama 4 tahun yang lalu.


“Sudahlah Pak, jangan terlalu ambil pusing. Tuan William memang orang yang sangat penutup tentang kehidupannya. Kalau begitu saya masuk dulu ya” pamit Damian meninggalkan supir setelah mengambil kopernya dan juga milik Kezia.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


“Ini kamarmu. Di dalam lemari pakaianmu sudah Papa siapkan” jelas William pada Kezia ketika sudah sampai pada kamar yang cukup besar dan luas dengan desain klasik bercampur modern. Warna kamar yang dominan putih dan ungu. Di setiap dindingnya, terdapat bingkai foto Kezia ketika masih kecil hingga beranjak dewasa.


“Girl, apa kau tidak menyukai desain kamarmu?” tanya William yang melihat Kezia sedang menelisik setiap inci kamar miliknya.

__ADS_1


“No, aku sangat suka Pa dengan desainnya. Terima kasih” ucap Kezia tulus.


William sedikit lega karena rupanya Kezia menyukai kamarnya.


“Oh iya, nanti akan ada mbak yang akan membantu mengurus segala apa yang kamu butuhkan. Papa akan memanggilnya untuk segera menemui mu” jelas sang Papa lagi.


Kezia sendiri hanya manggut-manggut saja tak lupa pula senyuman manis ia ukir di wajahnya yang cantik.


“Oke, good girl. Any question?” tanya William barang kali Kezia membutuhkan sesuatu.


“No, sudah cukup Pa.”


“Bagus, sebaiknya kau beristirahat saja sekarang. Anak gadis papa pasti kelelahan karena perjalanan panjangnya hari ini, bukan begitu?” ucap William sembari mengusap rambut Kezia dengan sayang.


“Hehe, sedikit capek Pa. Tapi capeknya menghilang ketika bertemu dengan Papa” jawab Kezia cengengesan.


William terkekeh melihat Kezia menjawab demikian, Ia yang gemas langsung menarik pelan hidung mancung milik Kezia. “Sudah istirahatlah. Papa juga akan keluar sekarang.”


Setelah itu, William keluar dari kamar Kezia.


Kini tinggal Kezia di kamarnya, Ia langsung duduk di tepi ranjang miliknya dam mengeluarkan macbook yang ada di dalam tasnya.


“Aku suka semuanya tentang cerita hari ini” tulisnya pada file senjanya.


...----------------...


Next💗😘?

__ADS_1


__ADS_2