Borgol Cinta Pak Polisi

Borgol Cinta Pak Polisi
Part 39


__ADS_3

...“Nyaman, sesuatu yang sederhana dari sebuah kerumitan yang di buat oleh khalayak manusia lainnya.”...


Happy reading💗😘


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


“Lo kenapa Zi, lo nggak ketempelan kan?” ucap Ameera langsung bergidik ngeri.


“Iya, aku ketempelan Ra” ucapnya sembari senyum.


“Ha? Seriusan? Lo ketempelan apa Zi?”


“Ketempelan cintanya Kak Richard”


Sontak membuat Ameera langsung mengumpat kesal.


“Sialan, bener-bener lo ya. Waras?”


Membuat Kezia malah tertawa keras karena telah berhasil membuat sahabatnya kesal.


“Lagian kalian habis dari mana sih? Gue kira kalian berdua di kamar doang taunya keluar. Malah nggak ngajak gue lagi” ujar Ameera sembari mengambil apel di atas meja dan mengupasnya.


“Tadi kita ke taman yang di samping rumah sakit” jawab Kezia.


“Ngapain?”


“Kepo deh” jawab Kezia sembari menjulurkan lidahnya.


Sungguh jawaban itu membuat raut wajah Ameera keruh bukan main.


“Untung lo sakit Zi” gumam Ameera pelan namun masih bisa di dengar oleh Kezia.


“Memangnya kenapa?”


“Iya, kalo lo nggak sakit mungkin gue udah sentil itu ginjal beserta ususmu” jawab Ameera langsung tersenyum smirk membuat Kezia berpura-pura takut.


“Iiih ngeri.... sahabatku sekarang merangkap jadi pssikopat.”

__ADS_1


Kesal lantaran terus di buat kesal oleh Kezia, Ameera langsung memukul lengan Kezia.


“Auh... Sakit, Ra!!” ujar Kezia mengaduh karena memang pukulan Ameera terasa sakit sekali, sepertinya Ameera memukulnya menggunakan sekuat tenaga di barengi dengan balas dendam.


“Abis lo nyebelin tau Zi. Gemes aku” ucap Ameera.


Membuat Kezia tertawa pelan seraya mengusap pelan lengan yang tadi di pukul oleh Ameera.


“Ra...” panggil Kezia pada Ameera yang sedang sibuk mengupas buah di tangannya.


“Hem...”


“Aku sama Kak Richard sekarang berstatus pacaran” ucap Kezia malu-malu.


“What, pacaran?” kaget Ameera dengan suara memekik.


Kezia hanya tersenyum saja ketika melihat Ameera tidak percaya dengan apa yang di ucapkannya barusan.


“Kok bisa? Cepat banget. PDKT-nya kapan emang?” tuntut Ameera pada Kezia.


“Entahlah Ra. Semuanya ngalir gitu aja” jawab Kezia jujur.


“Woah gila sih. Keren lah. Kayaknya Pak Richard tuh menganut sistem sat set sat set” ujar Ameera sembari geleng-geleng kepala.


Kezia sendiri hanya mengulas senyum tipis mendengar penuturan dari sahabatnya dan dia akui kalau memang itu benar adanya.


“Tapi lo nggak buat drama dulu gitu kayak ngulur waktu buat jawab pernyataan perasaan dari pak Richard Zi?” tanya Ameera lagi.


“Engga” jawab Kezia sembari menggeleng pelan.


“Duh. Harusnya lo ngulur waktu dulu Zi. Ya walau pun pada akhirnya lo bakalan nerima pak Richard sebagai pacar lo” terang Ameera sembari menepuk pelan kepalanya.


“Loh kenapa? Memang ada yang salah?”


“Nggak salah sih. Cuman alangkah lebih bagusnya lo kayak pura-pura mikir aja dulu gitu pas Pak Richard nyatain perasaannya sama lo. Tapi ya udahlah nggak masalah yang penting lo bahagia” pungkas Ameera lagi membuat Kezia langsung tersenyum lebar.


“Selamat bestie.... Akhirnya lo nggak jomblo karatan hehehe.”

__ADS_1


Sontak mendengar penuturan dari Ameera membuat Kezia langsung mencebikkan bibirnya


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


“Apa informasi yang ingin kau sampaikan hari ini?” tanya William menatap Zain pada pantulan kaca spion mobil.


Ya, saat ini William sedang berada di kursi belakang kemudi mobil.


“Untuk saat ini pergerakan James masih belum ada, tuan” jelas Zain.


William langsung mengerutkan keningnya, “Apa kau yakin? Tidak biasanya anak itu tidak melakukan tindakan?”


“Iya, tuan. Mata-mata yang mengawasi markas mereka yang memberikan informasi tersebut. Bahkan James terlihat menyibukkan diri dengan bermain billiard saja akhir-akhir ini” ucap Zain lagi.


Sementara William nampak berpikir keras seraya memijat pangkal hidungnya, “Pantau terus pergerakannya Zain. Jangan sampai kita lengah menghadapi bocah berandal itu.”


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


“Jadi, kau sudah berpacaran dengannya?” tanya James memastikan langsung pada Richard yang baru saja sampai di markas.


“Apa perlu ku ulang lagi?” ucap Richard tak suka.


Mendengar itu, James langsung tersenyum merekah dan memeluk Richard.


“Bagus, aku suka caramu” ucap James setelah melerai pelukannya pada saudaranya.


Sementara Richard tidak memberikan respon apa pun. Ia memilih berlalu meninggalkan James yang tersenyum smirk dan nampak memikirkan sesuatu lagi.


“Taktik sialan!!! Ku pikir aku akan terhanyut dalam permainan ku sendiri nanti.”


...----------------...


Next💗😘?


.


.

__ADS_1


.


Eits tunggu dulu, sebelum ke chapter selanjutnya jangan lupa vote ya yeorobun mumpung sekarang itu senin ceria...


__ADS_2