
...“Menyaksikanmu perlahan terlepas dari diriku adalah fenomena yang luar biasa berat....
...Mungkin itulah sebabnya melepaskan roh dan jasad itu di tugaskan kepada malaikat.”...
Happy reading💗😘
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
“Iya, Non. Insya Allah. Jadi, Non Kezia mau tanya tentang apa.?
“Tentang Papa” ucap Kezia dengan mimik wajah serius.
Dania sedikit takut sebenarnya membahas Tuan William namun karena Kezia memelas akhirnya Ia mengangguk pertanda setuju.
“Mbak, Kezia penasaran tentang kehidupan Papa selama ini. Ketika Kezia belum ada di sini, apa yang Papa lakukan, bagaimana sifatnya, apa yang Ia lakukan selama ini. Apa hidup Papa hanya sibuk pada pekerjaannya saja? Apa dia pernah menceritakan Kezia pada kalian semua, apa Papa memiliki wanita atau bagaimana Mbak? Tanya Kezia beruntun tanpa jeda membuat Dania langsung melongo dengan pertanyaan yang di lontarkan Kezia.
“Non, satu-satu nanyanya. Mbak bingung harus jawab yang mana dulu” keluh Dania yang membuat Kezia langsung menyengir.
“Hehe, maaf Mbak, soalnya Kezia penasaran banget” jujur Kezia.
Dania yang mendengar itu hanya mengulum senyum melihat tingkah lucu dari Kezia yang mana sangat berbeda dengan sifat dari Tuan William.
“Baiklah tidak masalah, jadi Mbak jelasin tentang kehidupan Tuan yang selama ini Mbak tahu ya. Sebenarnya Mbak juga bisa di katakan sebagai pekerja baru di sini. Mbak kerja sama Tuan kisaran 3 tahun yang lalu. Dan setahu Mbak sendiri, Tuan William itu terkenal dengan sifat dingin dan datarnya. Tuan orangnya sangat penutup terhadap orang banyak begitu pula di media, sehari-hari Tuan selalu sibuk pada pekerjaannya dan sesekali mengikuti undangan dari partner bisnisnya” jelas Dania panjang lebar sementara Kezia hanya mengangguk-angguk.
“Terus, Papa punya wanita nggak sih?” tanya Kezia lagi.
“Yang Mbak tahu sih Papa tidak pernah membawa wanita ke mansion ini. Lagian orang yang masuk ke mansion Tuan itu bukan orang sembarangan Non. Mansion ini sangat privat. Mbak saja berpikir kemarin Tuan William itu tidak punya anak loh.”
Kezia langsung menyergitkan keningnya, “Ha? Jadi selama ini Papa mengaku tidak punya anak begitu?.”
“Bukan tidak mengakui sih Non, hanya saja, kita yang nggak tahu karena memang Tuan William itu sangat tertutup. Jadi, kemarin pas Nona mau ke sini baru kita tahu kalau Tuan William punya anak gadis pas dia memilih pelayan pribadi yang akan mengurus segala kebutuhan Non Kezia” jelas Dania lagi.
Dania pula menjelaskan bagaimana sibuknya Tuan William dalam bisnisnya yang berkecimpung di berbagai sektor bisnisnya. Kemudian sifat tegas dan dingin yang di miliki oleh William. Bahkan Dania dan seluruh pelayan yang lain sempat berpikiran bahwa Kezia akan memiliki sifat yang sama seperti sang Tuan. Terkesan dingin dan tegas. Namun rupanya mereka salah besar, rupanya Kezia kebalikan dari sifat William. Terbuka, ceria, cengeng dan cerewet itulah sifat Kezia.
“Hum,, aku sudah menduga kalau Papa sifatnya dingin sih, kelihatan banget dari sorot matanya” ucap Kezia menimpali perkataan Dania.
__ADS_1
“Iya Non, tapi sifat Tuan ke Non udah termasuk ramah loh. Tuan benar-benar berbeda ketika menghadapi Non. Jauh sebelum kedatangan Non ke Indonesia. Tuan sudah mempersipkan banyak hal untuk melengkapi kebutuhan Non Kezia” tambah Dania lagi.
Sementara Kezia yang mendengar itu langsung terdiam dan termenung memikirkan apakah yang di ucapkan Dania ini benar apa tidak. “Apa benar begitu?.”
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Markas Ludwig
“Dimana tikus kecil itu? Tanya William pada Zain yang baru sampai di markas miliknya. Markas yang dimana Ia menyandera para pengkhianat, menyimpan senjata, tempat untuk berlatih serta sebagai tempat Ia berdiskusi dengan bawahannya.
“Sudah ada di dalam Tuan” jawab Zain.
William hanya mengangguk saja, kemudian berjalan masuk ke dalam markas dengan wajah garang dan tegasnya. Di dalam markas sudah ada beberapa anak buahnya yang tengah menanti kedatangannya. Sontak ketika Ia sampai, mereka langsung memberi hormat pada William.
William langsung menuju ruangan dimana tikus kecil itu di eksekusi. Ketika sampai, Ia tersenyum smirk melihat ketidakberdayaan dua orang pria yang Ia ketahui sebagai dalang Kezia dan Damian di jadikan tersangka dari terroris.
Perlahan Ia menggulung kedua lengan kemejanya sembari menghampiri pria yang tadi.
“Katakan, apa kalian di suruh dari pria bermata satu itu, hem?” tanya William sembari.
Rupanya pria yang di tangkap oleh anak buah William adalah dua orang pria yang telah menjebak Kezia dan Damian beberapa jam yang lalu.
“Baiklah tidak masalah. Ku akui kau anjingg yang setia pada tuan mu” jawab William dengan senyuman smirknya. William lalu memegang kepalan tangan pria tersebut dan membukanya agar Ia bisa leluasa melakukan aksinya.
Krep.. krep.. krep.. krep
“Argh..” teriak pria tadi menahan sakit luar biasa yang mana barusan saja kukunya di cabutt paksa oleh William entah menggunakan alat apa, Ia tidak bisa melihat karena matanya telah tertutup kain.
“Haish, lihatlah darahh mu yang kotor ini mengecer pada kemeja ku. Sangat tidak sopan” ucap William ketika darah pria yang barusan Ia cabutt kukunya itu mengeluarkan rembesan darahh. Namun meski William berkata demikian bukan berarti dia berhenti mencabutt kuku pria tersebut satu persatu sampai kuku tangannya habis tak tersiksa, Ia tetap melanjutkannya dengan pelan sambil menikmati bagaimana wajah pria tersebut menahan rasa sakit yang luar biasa bahkan urat lehernya pun seakan mau keluar.
“Argh.. brengsekkk. Bunnuh saja aku. Jangan menyiksa kami seperti ini.”
Mendengar itu, William hanya tersenyum tipis, “Tentu aku akan mencabutt nyawamu juga. Tapi harus pelan-pelan agar kau bisa menikmati rasa sakitnya. Kalau sekaligus rasanya tidak akan seru” ucap William memegang dagu dari pria yang barusan berbicara padanya.
“Tidak, tidak, jangan lakukan itu. Jangan, jangan.. ku mohon Tuan” teriak pria tadi yang langsung gemetar ketakutan entah apa lagi yang akan di lakukan William kepada mereka berdua.
__ADS_1
Mendengar teriakan itu William tidak ambil pusing, Ia memanggil salah seorang pria yang merupakan bagian dari kelompoknya.
“Cabutt paksa semua kuku jari tangan dan kaki dari kedua pria tersebut. Ah dan juga pottong kedua telinga mereka. Lalu bungkus kuku beserta telinga itu pada tuan mereka” titah William sembari menelisik kedua pria yang sudah gemetar ketakutan bahkan berteriak histeris meminta untuk di bebaskan.
Setelah itu, William keluar dari ruangan tersebut menemui Zain sang asisten.
Zain sudah ada di depan pintu menunggu William keluar sembari melihat aksi yang baru di lakukan oleh William.
“Kenapa Tuan harus turun tangan memberikan pelajaran pada tikus itu? Biarkan saja anggota kita yang melakukannya tadi dan Tuan tinggal menyaksikannya” tanya Zain pada William.
“Aku akan turun tangan jika itu berkaitan dengan Kezia, Zain. Jika ada yanng menyakiti Kezia, aku bisa lebih kejam dari malaikat pencabut nyawa” jawab William dengan rahang tegasnya.
Zain hanya menaggukkan kepalanya mendengar penuturan William barusan.
“Huft, sekarang pun kau sudah seperti malaikat pencabut nyawa Tuan” batin Zain.
...----------------...
Next💗😘?
.
.
holaaa... suka chapter nya tidak? mau kita lanjut lagi? Eh besok lah ya kita lanjut lagi😂
Kita harus siapkan tenaga utk menyambut hari Senin ceria✨✨
Ingat, tetap cintailah hari Senin, jangan ngeluh Mulu apa lagi ngaduh...
Tetap haha hihi ya guys walau hidup asv sekali🙂
Dahlah, yuk tidur besok mesti kerja.
Semangat para pejuang ruqiah🤗🤘
__ADS_1
Salam dari kota BANDUNG ( *BArisan riNdu tak terbenDUNG*)🙂🍁