
..."Manusia itu seperti bulan yang memiliki dua sisi. Sisi terang yang tampak dari bumi, juga sisi gelap yang selalu bersembunyi dari sinar matahari."...
Happy reading💗😘
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
PLAK..
"Ludwig, apa yang kau lakukan..." teriak Anderson tak terima, ia langsung berlari menghampiri sang istri yang terjatuh.
Melihat simpati yang di berikan Anderson pada istrinya membuat Ludwig berdecih.
"Kau jangan membantu j@lang itu!!" ucap Ludwig penuh penekanan.
Mendengar sang istri di katakan ****** tentu membuat Anderson murka, "Apa maksudmu berkata demikian?"
"Dia memang j@lang, Anderson. Dia menipumu" ucap Ludwig menunjuk Luciana yang baru saja bangun dan sedang bersembunyi di punggung Anderson.
"Tidak. Jangan percaya, Mas. Dia berbohong. Apa itu yang kau katakan sahabatmu? Dia bahkan berani sekali memukulku" ucap Luciana penuh isak tangis. Seakan benar-benar tersakiti.
Ya, Luciana mulai memprovokasi sang suami.
Anderson yang sepertinya terhasut langsung mengiyakan penuturan sang istri.
Ia langsung merangkul sang istri dan mengatakan sebuah kalimat yang membuat Ludwig sedikit sakit hati.
"Ku kira kau sahabat. Mengapa kau bahkan ringan tangan pada istri dari sahabatmu. Bukan kah kau dulu yang menyuruhku untuk menjalin hubungan dengannya. Aku sungguh kecewa padamu, Ludwig. Sebaiknya kau pergi dari mansion ku sekarang."
Setelah mengatakan demikian Anderson meninggalkan Ludwig. Ludwig hanya mengulas senyum tipis, "Aku memang sahabatmu, Son. Dan aku hanya menyelamatkanmu dari wanita ular seperti dia.
"Cukup, Ludwig. Berhenti menjelekkan istriku" teriak Anderson penuh amarah.
Melihat dua sahabat sedang dalam marah membuat Luciana benar-benar bersorak dalam hati.
"Baiklah, aku akan pergi. Kau menganggap ku saat ini salah. Tapi belum tentu ke depannya" ucap Ludwig.
Setelah mengatakan itu, dia langsung pergi meninggalkan kediaman Anderson.
Setelah kejadian itu, hubungan keduanya semakin renggang dan menjauh bahkan sampai setahun lebih. Hubungan mereka dalam dunia bisnis pun langsung terputus ketika kejadian Ludwig menampar Luciana.
Hingga terdengar kabar jikalau istri dari sahabatnya itu kembali hamil. Sempat terbesit dalam pikiran Ludwig apakah itu anak Anderson atau bukan namun ia kembali menepisnya.
Beberapa bulan kemudian Luciana melahirkan dan secara diam-diam pula Ludwig menyelidiki DNA anak tersebut apakah anak dari Anderson atau bukan dan ternyata memang anak itu anak Anderson. Dia adalah Richard Anderson.
Penyelidikan yanng membuat Ludwig sedikit bernafas lega dan berpikir bahwa istri dari sahabatnya ini mungkin sudah berubah. Namun ternyata dia salah beberapa tahun kemudian ketika Ludwig hendak melaksanakan perjalanan dinas di luar kota, Ludwig melihat Luciana dan Keyvan sedang bertemu di sebuah restoran tengah berbincang serius.
__ADS_1
Ludwig yang penasaran menyuruh salah satu anak buahnya menyadap pembicaraan antara Keyvan dan Luciana.
Dan betapa terkejutnya Ludwig mendengar apa yang sedang di bicarakan oleh kedua orang tersebut. Dimana mereka berniat melenyapkan Anderson dan menguasai harta dari pria tersebut, mereka bahkan sudah menyusun rencana dan strategi untuk melenyapkan Anderson.
"Biadabb" umpat Ludwig mengepalkan tangannya. Ia langsung menyuruh anak buahnya untuk mengawasi Anderson agar sahabatnya itu tetap baik-baik saja. Dan untuk Luciana dan Keyvan ia akan memberi pelajaran langsung pada kedua penghianat tersebut.
Malam itu, Luciana menyuruh beberapa anak buah dari Anderson untuk menghabisi nyawa dari suaminya benar-benar menggunakan orang dalam bagaikan musuh dalam selimut namun karena Ludwig yang sudah mengetahui rencana dari Luciana. Ia menyuruh anak buahnya untuk menghabisi nyawa dari suruhan Luciana.
Untuk Keyvan sendiri sudah di eksekusi oleh asisten dari Ludwig.
Ludwig langsung datang ke mansion Anderson untuk menemui istri dari sahabatnya. Saat itu, Anderson masih berada di kantor.
Ketika sampai di mansion, Ludwig mendengar Luciana nampak marah pada beberapa pria yang sepertinya memberinya informasi bahwa Keyvan telah tewas dan juga suruhannya yang lain gagal menghabisi nyawa dari suaminya sendiri, Anderson.
"Arghh....!!! Kalian benar-benar tidak becus. Melenyapkan satu nyawa saja tidak bisa" murka Luciana.
"Kau yang tidak becus" ucap Ludwig langsung masuk ke dalam mansion di temani beberapa bodyguardnya.
Luciana langsung menatap nyalang Ludwig.
"Siapa yang memberimu izin masuk ke dalam mansion ini!!" teriak Luciana tak terima.
Luciana langsung melihat beberapa anak buah dari Ludwig langsung membekap anak buah dari Luciana tanpa banyak perlawanan.
Luciana langsung merogoh ponselnya dan menghubungi Anderson untuk menyelamatkannya dari kemurkaan Ludwig.
"Mas, tolong aku Mas. Ludwig datang ke sini dan berniat mencelakai ku" teriaknya dengan suara penuh histeris di selingi dengan senyuman smirk yang ia tujukan pada Ludwig.
Tentu saja Anderson langsung di buat panik karena mendengar istrinya dalam bahaya.
Namun Ludwig malah terkekeh melihat wanita di depannya sangat pintar berakting.
"Kau sangat pintar bersandiwara, Luciana. Kapan aku ingin mencelakaimu? Tapi baiklah. Jika kau menginginkan aku mencelakaimu. Maka akan aku kabulkan" ucap Ludwig dengan santai.
Ludwig langsung mengambil pistol di saku jasnya dan langsung mengarahkannya ke arah Luciana.
Membuat Luciana yang tadinya tertawa jahat kini tawanya itu terganti dengan tatapan kaget dan takut.
"Ka-kau gila!!! Apa yang kau lakukan, Siallan!!" teriaknya langsung mundur beberapa langkah untuk melarikan diri.
Namun Ludwig yang sepertinya sudah muak dengan kebusukan dari Luciana tanpa pikir panjang langsung melepaskan beberapa peluru dan mengenai Luciana.
"Sudah ku bilang wanita sepertimu memang pantas di binasakan!" ucap Ludwig sembari memijat pangkal hidungnya.
Setelah itu, Ia menyuruh anak buahnya untuk pergi langsung ke markas karena sudah pasti Anderson akan menemuinya ke sana.
__ADS_1
Tapi sebelum dirinya pergi, ia melihat di lantai dua ada sosok bocah kecil yang sedang mengintip di balik pintu bersama dengan baby sitternya.
"Dia sangat mirip denganmu, kawan" ucapnya pelan, ia bahkan melambaikan tangannya pada boocah tersebut dan anehnya bocah itu malah membalas lambaian dari Ludwig.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Apa yang kau lakukan?" teriak Anderson langsung menemui Ludwig di markas.
"Dia pantas mendapatkannya" ucap Ludwig santai.
Anderson yang mendengat itu langsung di buat melongo karena jawaban dari sahabatnya ini begitu santai tanpa ada perasaan rasa bersalah sama sekali.
"kau gila, Ludwig" ucap Anderson tak habis pikir dengan jalan pikiran Ludwig.
"Kau yang gila. Kau memelihara binatang yang ingin memakanmu. Binatang yang tidak tahu balas budi" ucap Ludwig penuh amarah.
Ludwig langsung mengambil berkas yang sudah lama ia simpan yaitu tentang kebenaran ayah biologis dari anak pertama Anderson.
Selesai membaca berkas tersebut, Anderson langsung menatap James yang tak jauh berdiri di dekatnya.
Ada tatapan tak terbaca, ada rasa kecewa luar biasa.
"Katakan itu hanya kebohongan, Ludwig" ucap Anderson dengan suara yang nyaris yang tak terdengar.
"Itulah faktanya" ucap Ludwig.
Arghhhhhhh...
Teriak Anderson frustasi. Sungguh ia tidak menyangka jika Luciana tega menghianatinya bahkan tega ingin menghabisi nyawanya.
Saat itu, yang membuat Ludwig lengah adalah James memiliki seorang asisten pribadi bernama David. Dan pria tersebut adalah saudara kandung dari Keyvan.
David menyuruh James untuk keluar di temani dua pengawal. David yang mengetahui saudaranya Keyvan telah di habisi nyawa oleh anak buah Ludwig berniat membalaskan dendam dengan menghabisi nyawa Ludwig.
Tapi sayang rencananya di ketahui oleh Anderson. Ketika hendak melepaskan peluru Anderson memasang badannya kepada Ludwig. Sehingga diaalah yang tewas.
"****....!!!!" umpat David.
David langsung melarikan diri tak lupa membawa James bersamanya.
Tapi sebelum ia pergi, David berkata akan membalaskan dendam saudara dengan cara apa pun termasuk menggunakan James dan juga Richard.
"AKAN KU PASTIKAN KETURUNANMU LUDWIG AKAN LENYAP DI TANGAN JAMES ATAU PUN RICHARD!!. Camkan itu!!!"
Flashback Off
__ADS_1
...----------------...
Next💗😘?