Borgol Cinta Pak Polisi

Borgol Cinta Pak Polisi
Part 34


__ADS_3

...“Pulihlah bersama waktu, sembuhlah dengan kesibukan lalu lupakan tanpa melibatkan orang lain. Jika ada yang ingin masuk, ingat betapa sulit kau sembuh.”...


Happy reading💗😘


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


“Kezia, kau sudah bangun sayang?.”


Kezia yang baru sadar dan membuka matanya, Ia mengerjap pelan menatap sekelilingnya, ada sang Papa sedang duduk di samping ranjangnya, sepertinya sedang duduk menjaga juga sedang menanti dirinya sadar dari tidurnya.


Ia berusaha mengingat beberapa keping kejadian alasan mengapa Ia bisa terbaring di ranjang rumah sakit ini. Awalnya mereka ke sini karena ingin menemui Richard dan berujung dengan kejadian tragis dimana Ia di tembak oleh seseorang yang asing baginya dan setelah itu Ia tidak sadarkan diri lagi.


“Pa..” ucap Kezia pelan.


“Iya sayang, apa ada yang sakit? Sebentar Papa panggil dokter ya” jawab William langsung menekan tombol untuk memanggil perawat dan dokter untuk segera ke ruangan Kezia, sang putri yang baru saja terbangun pasca selesai operasi.


Kezia yang merasa tubuhnya terasa sakit dan lemah memilih diam dan mengulas senyum teduh pada William berharap sang Papa tidak terlalu khawatir dan cemas akan keadaannya.


William langsung mengusap dengan sayang rambut Kezia yang tengah tergerai, “Maafkan Papa tidak bisa menjaga Kezia dengan baik” sesal William dengan nada melemah.


Kezia yang mendengar itu langsung menggeleng pelan, Ia langsung meraih pergelangan tangan William.


“Kenapa Papa minta maaf, Papa sama sekali tidak bersalah. Justru Kezia yang minta maaf” ucap Kezia dengan mata berkaca-kaca.


Ya, Kezia tahu betul ketika Ia pergi ke Bekasi Ia tidak memberi tahu siapa pun. Ia merasa sangat bersalah pada sang Papa.


“Maafin Kezia Pa” ucapnya lagi dengan dengan nada pelan dan isak tangis.


William mengulas senyum, Ia mengangguk saja bahkan tak ada raut wajah marah dan kecewa yang terpancar di wajahnya.


“Sudah jangan menyalahkan dirimu atas kejadian buruk itu. Lupakan kejadian buruk itu, dan lekaslah sembuh permata cantiknya Papa” ucap William begitu manis.


Ia kembali mengusap pelan rambut Kezia.


Tak lama ada dokter dan perawat yang masuk ke ruangan Kezia untuk memeriksa keadaan Kezia yang baru sadar.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sudah 2 hari Kezia di rawat di rumah sakit, dan saat ini kondisinya sudah berangsur pulih dan membaik.


Dan William adalah orang yang selalu menemaninya di rumah sakit, tak lupa beberapa pengawal yang William tugaskan untuk berjaga-jaga di depan pintu kamar inap Kezia.


“Pa, Kezia sudah kenyang” ucap Kezia yang merasa memang sudah terlalu kenyang kala di suapi sang Papa.


“Benarkah? Pada hal buburnya juga belum selesai setengah loh” jawab William menatap makanan Kezia yang belum tandas abis.


“Tapi Kezia sudah nggak mau makan Pa” ucap Kezia dengan wajah memelas.


Mendengar itu, William mengacak gemas rambut Kezia membuat wajah sang anak cemberut.


“Baiklah, tidak masalah” ucap William akhirnya.

__ADS_1


Tak lama pintu kamarnya di buka oleh salah seoarang pengawal William yang di tugaskan menjaga pintu kamar Kezia dari luar. Pengawal tersebut menghampiri dan berbisik pada William, entah apa yang mereka bicarakan hingga William memberikan perintah untuk mempersilahkan orang yang tidak Kezia ketahui itu masuk.


“Biarkan dia masuk.”


Pengawal tersebut langsung mengangguk dan kembali keluar.


“Siapa Pa?”


William menatap Kezia, “Temanmu” jawabnya sembari merapikan nakas yang berisi makanan Kezia.


Tak lama, pintu kembali di buka dan memperlihatkan sosok wanita yang begitu Kezia kenal yang sudah Kezia anggap sebagai saudara. Siapa lagi kalau bukan Ameera.


“Ra..” panggil Kezia langsung tersenyum sumrigah.


Ameera yang baru masuk dan di panggil langsung melambaikan tangannya ke arah Kezia yang tengah duduk di ranjangnya, tak lupa parcel buah Ameera bawa sebagai buah tangannya.


“Kezia… Halo Om” sapa Ameera sopan pada Kezia dan juga pada William yang masih ada di samping Kezia.


William hanya mengangguk dengan wajah datar, tak ada senyuman yang Ia ukir di wajahnya membuat Ameera yang awalnya tersenyum ke William langsung berubah menjadi kecut.


“Ra, sini” panggil Kezia lagi.


Ia tahu betul Ameera sedikit gugup bertemu William, sangat terlihat di wajahnya yang sangat gugup bukan main.


“Zi, nih buat lo. Di makan biar cepat sehat.


“Zi..!!! Oh my god, lo gimana kabarnya?” tanya Ameera seraya memeluk pelan Kezia.


William yang merasa namanya di sebut, menatap putri semata wayangnya dan tersenyum.


Ameera yang melihat itu hanya tersenyum kecut.


Ameera menaikkan alisnya pada Kezia membuat Kezia bingung dan mengerutkan keningnya.


“Apa?” tanya Kezia.


“Gue takut bokap lo. Gue nggak leluasa bercerita” ucap Ameera berbisik pada Kezia.


Membuat Kezia tertawa pelan, “Udah sih santai aja. Papa aku ga semenyeramkan yang kamu kira Ra” tutur Kezia.


Mendengar penuturan Kezia, membuat Ameera membuat wajah memelasnya.


Melihat Kezia dan Ameera yang sepertinya tengah berbisik membuat William akhirnya berdiri dari tempat duduknya. Ia paham betul kedua gadis yang baru beranjak dari remaja ke dewasa ini tidak bisa leluasa mengobrol karena dia ada di ruangan yang sama dengan mereka.


“Kalian mengobrollah. Papa akan keluar, dan kalian jangan berulah yang aneh-aneh lagi” ucap William begitu pelan namun penuh dengan penekanan.


Kezia dan Ameera langsung mengangguk dan mengiyakan perkataan William. Setelah itu, barulah William benar-benar pergi membuat Ameera langsung bernafas dengan lega.


“Woah… Gila banget. Bokap lo kaku sama dingin banget sih Zi ngalah-ngalahin kanebo kering tau nggak!!” ucap Ameera mengutarakan kekesalan tiap kali melihat Papa Kezia.


“Masa sih? Perasaan lo aja kali. Aslinya dia baik kok Ra” jawab Kezia.

__ADS_1


“Serah lo dah.”


Membuat Kezia tertawa melihat sang sahabat sepertinya sedang kesal.


“Eh iya, gue baru inget. Lo harus tau Zi, lusa kemarin abang Richard nanyain lo tau” terang Ameera langsung serius.


“Nanya aku?”


“Iya. Dia nanya kok kita bisa ada di mall yang kemarin” ucap Ameera dengan rau wajah sendu.


Mendengar itu, Kezia langsung membulatkan matanya.


“Terus, kamu jawab apa Ra? Kamu nggak jujur kan?” tanya Kezia.


“Gue jujurlah..”


“Semuanya kamu jujur dan menceritakannya?” tanya Kezia selidik.


“Ya, iyahlah semuanya” jawab Amerera mantap.


Mendengar penuturan Ameera barusan, reflek Kezia langsung memukul keras lengan Ameera yang tengah terduduk lesu di bibir ranjangnya.


“Haish… kok kamu jujur sih” greget Kezia kembali mencubit Ameera. Kezia tidak habis pikir Ameera jujur pada Richard.


“Awh.. sakit Kezia!!!” Ameera mengaduh mendapati pukulan dan cubitan dari Kezia.


“Harusnya kamu ngelak Ra, jangan jujur banget” ucap Kezia.


“Memangnya kenapa dia tidak boleh jujur?” ucap seorang pria yang baru saja sampai di depan pintu ruangan Kezia.


...----------------...


Next💗😘?


.


.


.


Selamat malam beban keluarga🤡🤡


Yaudah sih gapapa.. ga usah ambil hati,


Toh kenyataannya emang gitu kan🙂


Namanya juga hidup, semuanya butuh proses. Kalo ga sukses ya stress


Pokoknya mah yang kuat saja, semoga lelahmu menjadi capek🙃🙂


Selamat long weekend ya guys💗😘

__ADS_1


maap telat up.. lagi hektik di real life kalo akhir bulan tuh😌😌


__ADS_2