
...Ketahuilah :...
...“Jarak yang paling jauh memisahkan adalah kesalahpahaman...
...&...
...Ada lelah yang sengaja di tahan, karena ada harapan yang harus di wujudkan.”...
Happy reading💗😘
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
“Aku suka semuanya tentang cerita hari ini.”
Setelah menulis kalimat itu, ada yang mengetok kamarnya dari luar membuat Kezia menghentikan aktivitas menulisnya dan melihat siapa yang mengetok pintunya.
Klek..
“Halo Non, saya Dania yang akan menjadi pelayan pribadi Nona. Salam kenal Nona. Maaf juga menganggu waktunya” ucap pelayan yang baru saja mengetok pintu Kezia.
“Oh iya, salam kenal juga. Aku panggil mbak Dania gapapa kan? Aku Kezia Mbak” balas Kezia ramah. Bukan karena hal apa dia memanggil Dania sebagai mbak, karena jika di lihat wajah wanita di depannya ini masih berada di usia 25 tahun.
“Iyah boleh, panggil nama saja juga boleh kok Non Kezia” jawab Dania merasa senang karena pikirnya anak dari William ini akan sama persis karakternya dengan Tuan William. Memiliki sifat yang dingin, ketus dan datar. Tapi rupanya dia salah besar.
“Ah aku panggil Mbak ajalah biar lebih enak aja.”
Mendengar itu, Dania hanya mengangguk seraya tersenyum, “Senyaman Nona saja.”
Setelah berbincang sedikit, akhirnya Dania pergi melanjutkan pekerjaannya yang lain. Hal itu juga tak lepas dari perintah Kezia. Ya, Kezia mengatakan sedang tidak membutuhkan apa-apa dia hanya perlu mandi dan beristirahat mengingat waktu juga sudah sangat malam.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Di lain sisi, seseorang sedang tersenyum smirk ketika mendapat laporan dari anak buahnya bahwa William membawa seorang gadis yang di yakini merupakan anak perempuannya yang sudah lama Ia asingkan di negeri orang.
“Jika di lihat, sepertinya putrimu ini sangat lugu dan polos” ucap pria tersebut memperhatikan beberapa foto Kezia yang di ambil oleh anak buahnya.
“Ah iya, bagaimana kalau kita berikan sedikit kejutan untuk putrimu supaya hidupnya lebih berwarna ketika sudah sampai di Indonesia” ucapnya lagi seraya menjentikkan jarinya.
Setelah mengatakan itu, Ia melirik Shaga yang merupakan tangan kanannya, “Kau berikan sedikit kejutan untuk putri William. Kau paham maksud ku kan?” ucapnya seraya menaikkan salah satu alisnya.
“Baik Tuan. Akan segera saya siapkan kejutannya” balas Shaga.
Keduanya langsung melempar senyum menyeringai, entah apa yang sedang di pikirkan oleh kedua pria berwajah sangar itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Siang ini, Kezia dan Damian keluar hendak membeli hadiah untuk Tuan William yang akan berulang tahun besok. Tapi tentunya mereka tidak mengatakan pada William tujuan mereka keluar untuk membeli hadiah pada William. Kezia memberi alasan Ia ingin ke pusat perbelanjaan membeli sesuatu hal yang Ia butuhkan untuk tugas perkuliahannya.
William sendiri mengiyakan dan tidak masalah. Lagian, Ia tidak bisa menemani Kezia berbelanja karena tuntutan pekerjaan. Jadi, William memercayakan Damian menjaga Kezia dan hal itu tentu Damian sanggupi untuk menjaga Kezia.
“Kezia, ingat pesan Papa yang tadi. Tetaplah bersama Damian, kau tidak tahu daerah yang sekarang jadi kau tidak boleh jauh apa lagi berpisah perginya nanti bersama Damian. Mengerti? Ucap William pada Kezia.
“Iya Papa. Pasti, Kezia tidak akan lupa pesan Papa” balas Kezia patuh.
Setelah itu, barulah Kezia dan Damian pergi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Cukup lama Kezia dan Damian berkeliling di pusat seni lukis untuk membuat lukisan karya dari Kezia sendiri. Ya, Kezia tidak datang ke pusat perbelanjaan melainkan ke Art Space yang terkenal di ibu kota negara Indonesia untuk melukis yang mana lukisan nanti akan Kezia berikan pada William sebagai hadiah.
Dan akhirnya Kezia menyelesaikan lukisannya dan bahkan sudah di bungkus sebagai hadiah berbalut pita merah sebagai hadiah ulang tahun pada William.
“Akhirnya, siap juga” ucap Kezia pada Damian kala Damian meletakkan hadiah tadi di dalam bagasi.
__ADS_1
“Iya. Sekarang kita sudah bisa pulang kan? Tanya Damian.
“Tentu saja sudah bisa” balas Kezia sedikit terkekeh. Damian hanya tersenyum, Damian langsung menutup bagasi mobil sedangkan Kezia menuju ke depan untuk masuk ke dalam mobil.
Baru hendak masuk ke dalam mobil, seseorang datang berlari ke arah mereka dan memberikan sebuah buku pada tangan Kezia.
Pria tersebut menggunakan pakaian serba hitam tak lupa dengan wajahnya yang di tutup menggunakan masker dan menggunakan topi pula.
Kezia terkejut kala seseorang memberikannya sebuah buku asing yang sedikit tebal dan lebih berat dari buku biasanya.
“Semoga kau suka hadiahnya” ucap pria tadi dan setelah itu pria tersebut langsung pergi kabur entah kemana.
“Hadiah?” tanya Kezia bingung. Ia hendak mengejar pria yang tadi namun teriakan Damian langsung mengalihkan pandangannya.
“Ahkkk, sialaan” teriak Damian menahan tengkuknya baru saja di suntik dengan obat yang tidak Ia ketahui. Rupanya ada seseorang yang menyuntik belakang tengkuknya, dan orangnya juga sudah lari entah kemana bahkan untuk ciri-cirinya saja Damian tidak Ia ketahui.
“Om, tidak apa-apa?” tanya Kezia cemas langsung mendekati Damian yang habis mengumpat di belakang mobil.
“Ya, tidak apa-apa. Sebaiknya kita pergi saja, keadaan di sini tidak aman untukmu Kezia” ucap Damian langsung menarik tangan Kezia untuk segera masuk ke dalam mobil. Bahkan matanya melirik keadaan sekitar memastikan tidak ada bahaya yang akan mengahampiri mereka.
Kezia langsung mengiyakan perintah dari Damian, namun Damian langsung berhenti kala melihat buku yang berada di tangan Kezia.
“Kau dapat ini dari siapa Kezia?” tanya Damian langsung mengambil buku tersebut dan membukanya.
Baru saja Kezia hendak menjawab, beberapa personil polisi yang di kenal sebagai densus 88 langsung mengepung mereka dan mengarahkan senapan kepada Damian dan Kezia.
“Jangan bergerak.” Titah pria yang menggunakan baju seragam brimob serba hitam dengan lambang burung hantu di lengan bajunya.
...----------------...
Next💗😘?
__ADS_1