Borgol Cinta Pak Polisi

Borgol Cinta Pak Polisi
Part 24


__ADS_3

...“Kejamnya manusia adalah ketika seribu kebaikan yang kita lakukan akan sirna hanya dengan satu kesalahan....


...Jalani semampu mu, nikmati seadanya dan syukuri segalanya.”...


Happy reading💗😘


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


“Dia bilang apa? Alasan dia bertahan hidup hanya karena anaknya?” ucap James tertawa terbahak-bahak mendengar putaran dari rekaman yang di rekam Richard tadi.


“Wah wah wah, kau sungguh luar biasa saudaraku. Belum beberapa hari kau masuk dalam keluarga William, kau langsung mendapatkan kunci dari kelemahan lawan kita. Bagus… bagus sekali Richard Anderson!!” ucap James begitu bangga dan puas dengan informasi yang di berikan Richard padanya. James bahkan beberapa kali menepuk bahu Richard.


“Hmm.” Jawab Richard tak begitu bersemangat.


Ada rasa bersalah yang hinggap di hatinya karena melakukan tindakan ini secara diam-diam.


“Kak, apa sebaiknya kita tidak berhenti saja” tutur Richard menatap James yang sedang tertawa jahat.


Sontak saja, mendengar penuturan dari Richard membuat James langsung memasang wajah datar, “Kau harus ingat adikku, ketika kamu merasa ingin berhenti. Maka pikirkan mengapa kau melakukannya.”


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pagi ini William dan Kezia menghabiskan waktu bersama. Mulai dari olahraga pagi, mereka berdua melakukan jogging di taman yang dekat di mansion mereka.


“Apa Papa sering lari pagi di sini?” tanya Kezia pada William kala mereka tengah berteduh di bawah pohon yang cukup rindang.


“Tidak” jawab William singkat membuat Kezia langsung menaikkan sebelah alisnya.

__ADS_1


“Loh, kenapa Pa?.”


“Rasanya malas saja Zia” ucap William terkekeh.


“Oalah Pa, nggak boleh begitu. Papa harus rajin-rajin lari pafi biar jantung Papa selalu sehat.”


Begitu bijaknya Kezia menasihati sang ayah supaya rajin olahraga. Apa dia lupa bagaimana dirinya di Amerika yang sangat jarang atau bisa terbilang malas dalam berolahrga?.


“Memangnya Zia rajin olahraga?” tanya sang Papa.


“Oh kalau soal itu, tentu saja Pa” jawabnya tersenyum bangga.


“Tentu saja rajin, begitu?”


“No. Tentu saja tidak rajin maksudnya Kezia, Pa. Hehe” jawab Kezia cengengesan.


Membuat William terkikik geli karena kelakuan Kezia.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Banyak mata menatap Kezia. Sosok gadis remaja yang tengah menggandeng telapak tangan William, sang papa.


“OMG.. Ternyata tuan William punya anak.”


“Sumpah.. baru kali ini aku melihat sang presdir tersenyum hangat.”


“Apa itu benar putrinya?.”

__ADS_1


“Putrinya sangat cantik ternyata.”


“Sepertinya putri dari presdir memiliki sifat yang hangat. Lihat saja sorot matanya dan juga senyumannya.”


Seperti itulah bisik-bisik dari para karyawan ketika melihat William dan Kezia melewati lorong ruangan mereka. Banyak yang tidak menyangka bahwa William punya putri.


William menjelaskan beberapa ruangan dan lantai di perusahaanya pada Kezia kala mereka sudah selesai mengadakan rapat dadakan mengenai perkenalan Kezia, sang putri pada karyawan.


“Woah gedungnya sangat tinggi Pa, sangat menyenangkan bisa melihat pemandangan kota setiap hari di ruangan Papa.”


“Kau menyukainya girl?” tanya William pada Kezia.


“Ya, Kezia sangat menyukainya Pa.”


“Kalau begitu datanglah setiap hari ke kantor Papa” tutur William tersenyum.


Seketika Kezia langsung menoleh, “Maksudnya Pa?”


“Ya, datanglah sesuka hatimu sayang di kantor Papa.”


Ucapan yang perlahan membuat senyum di wajah Kezia meredup berganti dengan sendu.


“Loh, kenapa mukanya di tekuk begitu” tanya William yang melihat perubahan di wajah Kezia.


“Kezia tidak mungkin bisa ke sini sesuka hati Pa. Bukan kah setelah ini Kezia harus kembali ke Amerika untuk melanjutkan pendidikan Zia. Dan itu artinya Kezia juga akan kembali berpisah dengan Papa” ucapnya menunduk.


“Siapa bilang?. Ke depannya Kezia akan tetap tinggal di samping Papa. Kezia akan tinggal di Indonesia mulai sekarang.”

__ADS_1


...----------------...


Next💗😘?


__ADS_2