
...Ketahuilah :...
...Ternyata angin malam lebih bagus di nikmati ketika terlalu banyak masalah yang kita pikirkan....
...Entah, tapi situasinya benar-benar mendukung....
...Kita seolah meminta ‘Bawa pergilah masalahku, biarkan dia terbang jauh’...
Happy reading💗😘
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
“Jangan bergerak.”
Kezia yang mendengar perintah semacam itu jadi kebingungan, sebenarnya apa yang terjadi mengapa situasinya menjadi semencekam ini. Lainnya halnya dengan Damian yang kaget bukan main kala membuka buku yang di berikan pada Kezia adalah sebuah bom buku. Bom buku merupakan bom dengan desain yang sangat rumit, hampir sama dengan sebuah buku namun isinya bukanlah lembar kertas melainkan rakitan bom.
“What the f4ck, ini boom.Kezia menjauh” emosi Damian langsung membuang boom buku tersebut di atas langit dengan sekuat tenaganya kala waktu ledakan tersebut tinggal 5 detik lagi.
Tik tik tik ..
Buuuuuuummmm Buummmm….
Ledakan bom yang begitu menggelegar, reflek Kezia langsung jongkok dan menutup kedua telinganya.
“Ahk..” teriak Kezia ketakutan kala Ia langsung di hadapkan dengan keadaan seperti ini. Ia bingung sebenarnya apa yang sedang terjadi. Jantungnya berdetak cepat, kakinya terasa lemas karena saking takutnya.
Damian sedikit terkena percikan api dari bom yang meledak tadi namun Ia hiraukan yang terpenting Kezia baik-baik saja.
__ADS_1
“Kezia, are you okay?” tanya Damian cemas langsung mendekati Kezia yang tengah jongkok ketakutan. Hal itu ia bisa lihat dari tangannya yang bergetar dan sangat dingin.
“Om, Kezia takut. Apa yang terjadi?” tanya Kezia dengan wajah panik.
“Aku pun tidak tahu. Sepertinya seseorang sedang menjebak kita. Ayo pergi dari sini, jangan ulur waktu lagi” tegas Damian menarik tangan Kezia.
Damian seolah melupakan jikalau posisi mereka sekarang sedang di kepung oleh densus 88.
Sementara itu akibat suara ledakan bom tadi mengakibatkan pengunjung art space langsung berhamburan berlari keluar karena dentumannya cukup keras. Membuat situasi menjadi semakin ricuh dan tidak terkondisi. Beberapa orang polisi semakin mengepung Damian dan juga Kezia entah karena alasan apa. Salah satu pria memberi instruksi lewat tangannya untuk menangkap Damian dan Kezia.
Melihat situasi yang sudah tidak kondusif, Damian langsung memasang badannya melindungi Kezia dari pria berseragam ini.
“Hei, kalian ini kenapa malah mengepung kami?” sentak Damian dengan pandangannya mulai kabur, Ia memegang tengkuknya yang sedikit nyeri kala di suntik entah menggunakan obat apa.
“Diam, jangan malah bertanya balik. Tangkap mereka sebelum membuat onar lebih banyak.” Titah pria yang tadi yang sempat memberi instruksi.
Richard malah mengangkat senapannya dengan jenis Colt M4 5.56 milimeter dan mengarahkannya tepat di wajah Damian, perlahan kakinya mendekati Damian.
“Diam dan menurut lah jika tidak ingin ada kekerasan” ucap Richard dingin.
Sungguh situasi sekarang benar-benar membuat Damian tidak bisa berpikir jernih. Matanya yang perlahan mulai mengurang dan Kezia yang di sampingnya semakin takut.
Sekilas Damian berpikir keras bagaimana mereka bisa keluar dari situasi ini. Yang terlintas di pikirannya sekarang adalah keselamatan Kezia. Ia langsung memasang badannya untuk Kezia.
“Kezia, sebaiknya kau lari saja. Sejauh mungkin dan jangan lupa hubungi Tuan William, kau paham” bisiknya pada Kezia.
Mendengar itu, Kezia semakin linglung apa maksud dari Damian barusan.
__ADS_1
“Om, apa maksudnya. Kezia takut” balasnya bahkan Ia langsung memegang lengan Damian kala melihat beberapa orang tadi terus mendekati mereka di sertai senapan yang mereka arahkan pada Damian dan Kezia.
“Ikuti saja yang ku katakan, sekarang bukan saatnya banyak bertanya, Ahkk. Kepalaku terasa terbagi dua. Shiit.”
Mendengar itu Kezia semakin bergetar dan takut hingga Ia hanya bisa mengangguk mengikuti apa yang di katakan Damian.
Damian melangkahkan kakinya maju mendekati Richard yang sedang mengarahkan senapan padanya sedangkan Kezia perlahan mundur untuk bisa melarikan diri.
“Sekarang Kezia, lari” teriak Damian dan langsung menahan Richard beserta lainnya untuk mengejar atau bahkan menyakiti Kezia.
"Lari Kezia" teriak Damian lagi dan saat itu pula Kezia sekuat tenaganya melarikan diri dari beberapa pria yang menggunakan baju berseragam polisi.
Belum jauh dirinya berlari, suara pistol beserta teriakan seseorang terdengar sangat jelas di telinganya.
Dor.. dor... dor..
Argh..
Kezia langsung menoleh ke belakang dan betapa terkejutnya dia melihat om Damian sudah di tembak oleh pria berseragam polisi.
"Om Dam, tidakkk" lirih Kezia tak menyangka kejadian sadis ini akan terjadi di depan matanya, matanya memanas dan dirinya semakin takut dan gemetar. Ia langsung luruh jatuh, seketika Ia lupa kalau tadi Damian menyuruhnya untuk lari sejauh dan sebisanya. Fokusnya sekarang pada Damian yang sedang di borgol oleh beberapa pria yang tadi.
"Diam, dan menurut lah jika kau tidak ingin terluka" sentak pria bernama Richard yang berlari ke arahnya dan tanpa basa basi langsung memborgol kedua tangannya.
...----------------...
Next💗😘?
__ADS_1