
...“Ternyata hidup lebih menenangkan jika kita nggak mau tahu tentang orang lain dan orang lain tidak tahu tentang kita. Private but still respect people.”...
Happy reading💗😘
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
“Kak Richard?” Tanya Kezia pada William.
“Bukan, dia Anderson. Sahabat karib dari Dad Ludwig.”
Ludwig adalah ayah dari William yang merupakan sahabat karib dari Anderson. Jika di perhatikan memang wajah Anderson sama persis dengan wajah dari Richard Allaric. Ibarat kata bagaikan pinang di belah dua, mungkin itu yang menggambarkan kemiripan Richard dan juga Anderson.
Kezia yang mulanya menatap sebuah foto pajangan, kini tatapannya beralih pada sang ayah.
Tatapannya penuh dengan sejuta tanda tanya. Melihat hal itu, William mengulas senyum dan memegang kedua bahu sang putri.
“Ada banyak cerita yang telah Papa sembunyikan bahkan sangat tersusun rapi hingga sekarang. Dan mungkin saatnya Kezia harus tahu” ucap William serius.
Akhirnya William menceritakan tentang sebuah rahasia besar pada Kezia tentang hubungan Ludwig dan juga Anderson.
Flashback On
Mulanya Anderson dan Ludwig adalah seorang sahabat karib yang sudah seperti saudara. Bertahun-tahun mereka menjalin hubungan yang baik. Usia Ludwig lebih tua di banding dari Anderson. Dulu, ketika Ludwig sudah menikah bahkan sudah punya anak, Anderson masih setia dengan masa lajangnya.
Ludwig selaku sahahat Anderson menyarankan agar Anderson segera mengakhiri masa lajangnya. Bahkan Ludwig sampai bersedia mencarikan seorang pendamping hidup untuk sahabatnya.
Luciana. Itulah perempuan yang di kenalkan Ludwig pada Anderson.
Awalnya Anderson tidak mau dengan perempuan tersebut namun karena desakan dari Ludwig akhirnya Anderson mau mencoba membuka hatinya.
“Jangan betah dengan kesendirianmu, Son. Kau harus berkeluarga” ucap Ludwig menepuk punggung sahabat karibnya.
“Baiklah. Akan ku coba.”
Tak berselang lama Anderson dan Luciana mulai melakukan pendekatan dan akhirnya Anderson berencana untuk melangkah ke jenjang serius.
Mendengar berita itu, tentu membuat Ludwig sebagai seorang sahabat ikut merasa bahagia.
Bahkan Ludwig langsung turun tangan dalam membantu pernikahan sahabatnya lancar tanpa kekurangan apa pun.
Saat itu, Ludwig memiliki seorang putra dan itu adalah William Ludwig.
__ADS_1
Beberapa tahun relasi keduanya masih sangat terjaga hingga Anderson memiliki putra pertama bernama James Anderson.
Sebagai seorang sahabat, Ludwig mengunjungi Luciana dan juga Anderson di rumah sakit.
Namun kejadian tak terduga terjadi, rupanya ketika Ludwig berkunjung ke rumah sakit, posisi Anderson sedang tidak ada di ruang inap Luciana.
Sayup-sayup Ludwig mendengar perdebatan antara Luciana dan seorang pria tidak di kenal.
"Pergi dari sini Van sebelum orang lain datang" tegas Luciana dengan tatapan marah mendorong pria yang sama sekali tidak di kenal oleh Ludwig.
"Ck, sekarang kau mengusirku. Dasar j@lang sialan. Aku akan pergi dari sini tapi ingat anak itu harus menjadi milikku. Akulah ayah biologisnya" tegas pria tadi.
PLAK...
Satu tamparan Luciana berikan pada pria asing itu.
"Tutup mulutmu Keyvan, dia bukan anakmu. Dia anak Anderson" pekik Luciana.
Melihat itu, pria yang di ketahui nama sebagai Keyvan itu malah tersenyum smirk.
"Oh come on baby, jangan lupakan aku yang lebih dulu menyentuhmu dari pada suamimu itu. Dan juga..." ucapan Keyvan sejenak berhenti. Ia melangkahkan kakinya mengambil sebuah berkas di atas meja.
"Ini... bacalah. Aku sudah melakukan tes DNA terhadap anak itu. Dan 95% hasilnya darah dagingku" ucap Keyvan menyerahkan berkas tersebut pada Luciana dengan kasar.
"Tidak!!!. Selamanya dia tetap an...." teriakan Luciana langsung berhenti kala Ludwig langsung masuk dengan tatapan tak terbaca.
"Oh bukan kah ini Ludwig yang kau ceritakan sayang? Yang menjadi perantara antara kau dan Anderson, hahaha..." ucap Keyvan puas menertawakan wajah Luciana yang sudah pucat pasi.
"Ludwig. Kau salah paham. Semua omongan pria ini omong kosong. Tidak benar sama sekali." ucap Luciana.
Ludwig yang datang bersama putranya, William hanya terdiam saja. Ludwig menyuruh sang putra untuk duduk di sofa dan memintanya untuk tidak perlu mendengar segala umpatan kasar yang telah di dengarnya tadi.
"Jangan dengarkan j@lang itu. Dia wanita ular" ucap Keyvan. Ia bahkan langsung memberikan salinan berkas yang diberikannya pada Luciana tadi, ia serahkan pada Ludwig.
Ludwig langsung menerima berkas tersebut dan membacanya.
Luciana sudah bergetar ketakutan seraya menggigit bibirnya. Melihat wanita tersebut ketakutan, Keyvan tersenyum puas. Tanpa di minta ia langsung keluar ruangan meninggalkan Ludwig dan juga Luciana.
Ludwig langsung mengeraskan rahangnya membaca berkas tersebut dan menatap nyalang Luciana yang sudah pucat pasi berdiri tak jauh dengannya.
"Dasar j@lang" ucap Ludwig seraya melempar berkasa tadi ke wajah Luciana
__ADS_1
Luciana langsung menggeleng pelan saat mendengar penuturan Ludwig. Ia mengambil berkas tersebut dan merobeknya dan membuangnya ke tempat sampah.
"Kau salah Ludwig. Ini tidak benar" ucap Luciana masih membela diri namun Ludwig tidak percaya.
"Katakan padaku, apa kau menghianati Anderson?" tanya Ludwig dengan wajah datar.
"TIDAK... Sudah ku katakan tidak. Harusnya kau percaya padaku, bukan pada pria tadi" ucap Luciana langsung menangis.
Matanya menangis mengeluarkan air mata, tapi percayalah saat ini dirinya sedang mengumpat luar biasa.
"Buktikan."
Itulah yang di katakan Ludwig.
Setelah itu Ludwig langsung keluar dari ruang inap tersebut mengajak sang putra. Mereka langsung pulang tanpa bertemu dengan Anderson terlebih dahulu. Ada hal penting yang harus di cari tahu oleh Ludwig sekarang yaitu tentang Luciana dan Keyvan, pria tadi.
Beberapa hari setelah itu, Ludwig mendapat kebenaran dari hasil penyelidikannya bahwa memang benar kalau anak yang di lahirkan oleh Luciana itu bukanlah anak dari Anderson melainkan anak dari Keyvan.
Ludwig langsung menemui Anderson dan mengemukakan kebenaran tersebut pada sahabatnya. Namun sayang, Luciana memiliki berbagai cara agar Ludwig tidak bisa berbicara pada Anderson.
"Jangan mengganggu kebahagian sahabatmu, Ludwig. Dia sudah bahagia dengan kabar putranya telah lahir" ucap Luciana seraya melipat kedua tangannya di dada.
"Kebahagiaan apa yang kau maksud. Kau menipunya. Beddebah...!" ucap Ludwig.
"Terserah. Yang terpenting jangan kau mencampuri urusan kami. Ini keluarga kami" tegas Luciana.
Mendengar itu, Ludwig langsung tersenyum sinis menatap Luciana.
"Kau benar-benar iblis. Wanita sepertimu pantas di binasakan."
Tidak marah, Luciana malah tertawa terbahak-bahak mendengar penuturan Ludwig.
"Coba saja, kalau bisa" tantang Luciana seraya berkacak pinggang tak lupa raut wajah mengejek.
"KAU.." pekik Ludwig. Kesal lantaran sikap Luciana yang seperti itu. Ludwig langsung melayangkan satu tamparan keras pada Luciana membuat wanita tersebut langsung tersungkur ke lantai bahkan sudut bibirnya pecah akibat tamparan dari Ludwig.
PLAK..
"Ludwig, apa yang kau lakukan..." teriak Anderson tak terima, ia langsung berlari menghampiri sang istri yang terjatuh.
...----------------...
__ADS_1
Next💗😘?