
...“Kita tidak mampu mengubah seseorang untuk berprasangka baik kepada kita....
...Tapi kita mampu untuk mendidik hati kita untuk berprasangka baik kepada semua orang.”...
Happy reading💗😘
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pagi ini Kezia sedang duduk di ruang tengah bersama William, wajah Kezia cukup cemberut pagi ini mungkin karena pembicaraannya dengan William semalam.
Dan jangan lupakan juga, saat ini mereka bukan hanya berdua di ruang tengah melainkan bertiga. Selain William dan Kezia, rupanya pagi ini Richard mendatangi kediaman William perihal permintaan William sendiri.
“Chard, kau pasti sudah mengenal siapa sosok perempuan yang sedang duduk di samping saya bukan?” ucap William memulai pembicaraan dengan Richard.
Richard sendiri menanggapinya dengan anggukan kepala kecil pertanda paham siapa sosok yang di maksud William. Siapa lagi kalau bukan Kezia.
William hanya tersenyum simpul, kemudian melirik Kezia sekilas yang masih setia dengan wajah yang di tekuk.
“Jadilah penjaganya untuk sementara waktu sembari menunggu Damian pulih” ucap William langsung to the point.
Richard sedikit tersentak dengan ucapan William barusan. Namun sebisa mungkin Richard tetap mempertahankan wajah datar nan dinginnya.
“Apa itu sebuah keharusan untuk saya lakukan, Tuan?” tanya Richard pelan namun penuh dengan penekanan.
“Bukan keharusan tapi lebih ke permintaan. Saya percaya kau bisa menjaga Kezia dari segala bahaya yang akan mendekatinya” ujar William menatap Richard yang sedang duduk di hadapannya.
“Pa, sudahlah. Mengapa harus meminta dia segala sih. Apa tidak ada orang lain selain dia” tunjuk Kezia pada Richard. Entahlah, apa yang begitu menarik pada Richard sehingga William sangat berharap agar dia mau menjadi penjaga Kezia sementara waktu.
“Kezia, turunkan tanganmu dan jangan membantah lagi” titah William langsung menatap Kezia. Dan mau tidak mau Kezia menuruti. Meski dalam hatinya Kezia sedang menggerutu, kesal sekali rasanya Papanya itu bersikeras menjadikan Richard sebagai penjaga untuknya.
“Jadi, bagaimana?” tanya William lagi pada Richard.
Sejenak Richard terdiam untuk menjawab pertanyaan dari William, Richard melirik sekilas Kezia yang sedang menatapnya dengan tatapan tak suka.
__ADS_1
“Tuan, mungkin bisa saja saya bisa mengabulkan permintaan Anda, tapi sepertinya putri Anda tidak menyukai saya jika saya di tugaskan menjadi ” ucap Richard.
“Memang aku tidak menyukaimu” ucap Kezia pelan namun tetap saja William dan Richard masih mampu mendengarnya.
Seketika Richard langsung tersenyum tipis. “See?.”
Seketika William langsung menghela nafas, “Kez, ini demi kebaikanmu. Berhenti membangkang” ucap William pada Kezia begitu pelan namun begitu penuh penekanan.
Dan lagi, Kezia yang hendak membantah langsung tidak jadi kala menatap wajah sendu William.
“Baiklah Pa. Atur saja baiknya gimana” ucap Kezia mengalah.
Setelah mengatakan itu, Kezia langsung pergi meninggalkan William dan Richard di ruang tengah.
“Maaf, dia sedikit keras kepala” ucap William tertawa hambar.
“Tidak masalah. Sepertinya saya pun harus menyetok kesabaran yang banyak untuk menghadapinya nanti” balas Richard seraya menaikkan sebelah alisnya pada William.
“Jadi, kau mau menjadi penjaganya bukan” tanya William.
Seketika William langsung tersenyum lebar seakan jawaban Richard benar-benar kabar yang sangat membahagiakan untuknya.
“Terima kasih Chard. Tolong jaga dia baik-baik dari komplotan dan musuh-musuh saya. Kau pasti sangat paham maksudku bukan?” tutur William dengan wajah serius.
“Ya, baiklah. Saya akan menjaganya sebaik mungkin, Tuan William.”
“Saya percaya padamu. Ah dan ya, bisakah kau tidak memanggilku dengan sebutan Tuan. Panggil aku Om saja sudah” ujar William langsung berdiri dan hendak membuat salaman dengan Richard.
“Baiklah Om” balas Richard sembari membalas salaman tangan dari William.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Saat ini Kezia sedang di taman belakang, duduk di bangku ayunan seraya sibuk dengan macbook di tangannya dan menulis sesuatu. Hingga tanpa di sadarinya seseorang sedang berjalan ke arahnya.
__ADS_1
“Ada yang memilih diam karena sudah lelah untuk mengeluh. Ada yang memilih bersuara karena sudah lelah menahan segalanya” ucap Richard membaca apa yang sedang di ketik Kezia.
Kezia langsung menoleh sumber suara yang berbicara menahan rasa kesal yang sudah Ia tahan sejak tadi.
“Pak, bisa tidak jangan asal sembarangan membaca tulisan orang. Tidak sopan banget, jadi orang kok bad attitude banget” bentak Kezia pada Richard yang sedang menatapnya dengan tatapan datar, wajah yang merasa tidak bersalah sama sekali. Kezia langsung menutup macbook nya dengan keras kemudian melayangkan tatapan permusuhan pada Richard.
Mendengar penuturan Kezia barusan, Richard hanya diam saja, tidak membantah dari semua ucapan Kezia. Richard malah menaruh kedua tangannya di saku celananya sembari menatap tajam Kezia.
“Nilailah lah orang sesukamu, karena itu hak mu” ucap Richard terkesan bodo amat untuk menimpali perkataan Kezia barusan.
“Udah? Respon Bapak gitu doang?” Kezia semakin kesal.
“Tentu saja, budayakan sifat bodo amat. Because my mental health is more important than anything.”
...----------------...
Next💗😘?
.
.
.
1, 2, 3..
Hei kalian.... maaf baru bisa up hari ini, kemarin lagi sibuk di real jadi untuk menghalu sedikit tidak bisa🤣🤭
Oke, mari mulai cuap² sedikit😌, gimana mental kalian hari ini? aman?
tetap kuat ya, semangat... istirahat kalo capek....
eh tapi kalian tau ga sih?
__ADS_1
ga semua capek itu obatnya tidur atau istirahat loh. Bisa aja obatnya pap (post a picture) dari crush atau doi gitu🤣🤭...
Sekian dari aku, akhir kata dari aku, ku ucapkan abcdefghimissyou 🏃🏃🏃🏃