Borgol Cinta Pak Polisi

Borgol Cinta Pak Polisi
Part 23


__ADS_3

...“Pada akhirnya kita semua butuh pulang pada satu tubuh yang mampu merelas segala jenuh. Telinga yang mendengarkan segala keluhan yang tertahan....


...Dan berakhir dengan peluk erat sebagai pengisi tenaga untuk tetap menjalani hari esok dengan baik-baik saja.”...


Happy reading💗😘


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Usai acara tiup lilin dan dekapan hangat, Kezia menoleh pada Richard yang mana Richard pun sedang menyaksikan keakraban dan kedekatan Kezia dengan William.


Melihat sebuah interaksi kecil itu jauh di dalam lubuk hati Richard ada sedikit rasa iri yang menyeruak di dalam dirinya.


“Sial, aku benci melihat ini” batinnya sembari memegang erat kuat sebuah bingkisan yang ada di tangannya dengan tatapan datarnya.


“Kak Richard” panggil Kezia membuyarkan lamunan Richard.


Menyadari bahwa Kezia sedang memanggilnya bahkan menatapnya saat ini, Richard langsung berusaha menetralisir wajahnya dan mengenyampingkan gejolak iri di hatinya.


Richard langsung menyerahkan bingkisan persegi panjang itu pada Kezia.


“Terima kasih kak.”


“Ya, sama-sama.”


Kezia kembali menatap sang Papa dengan tatapan berbinar-binar, tak lupa senyuman mengembang yang selalu menghiasi di wajah ayu nya.


“Untuk Papa.” Kezia menyerahkan sebuah bingkisan hadiah persegi panjang pada William.


“Apa ini?” tanya William dengan senyuman harunya.


Tangannya terulur mengambil sepucuk surat yang terselip pada sebuah pita merah pada bingkisan tersebut.


Selamat bertambah umur Papa,


Terima kasih telah menjadi cinta pertama yang membuat Kezia jatuh cinta seutuhnya dengan sosok mu.

__ADS_1


Terima kasih juga sudah menjadi contoh figur yang hebat dalam hidup Kezia.


Oh iya, boleh Kezia sedikit lancang Pa?


Di banyak cerita yang Kezia dengar dan di banyak film yang Kezia tonton. Anak perempuan akan menyandarkan kepalanya pada bahu tegas milik ayahnya, membiarkan air matanya membasahi bahu milik ayahnya.


Tapi Pa, mengapa dahulu bahu mu itu sangat terlalu jauh untuk Kezia bersandar?


Papa, I miss you so much


Kezia Ludwig


Sebuah kalimat yang benar-benar membuat William bungkam. Entah apa yang harus Ia jawab dalam sepucuk surat yang di berikan Kezia ini. Kalimatnya benar-benar membuat William di rundung rasa penyesalan yang teramat besar.


Mengapa dahulu bahumu itu sangat terlalu jauh untuk Kezia bersandar?. Sebuah kalimat yang membuat William menatap Kezia dengan tatapan sendu. Ya, William akui hubungan William dan Kezia sangatlah jauh dari kata dekat dari dulu bahkan mungkin sekarang juga begitu. Beberapa tahun hubungan mereka sangatlah jauh. Bukan Kezia yang tidak mau atau pun William tidak mau. Namun karena keadaan dan demi keselamatan sang putri William mengirim jauh Kezia ke negeri orang bahkan dia terkesan menjauh dan menghindari Kezia berharap anak gadisnya itu bisa tumbuh menjadi sosok yang kuat dan tangguh meski tanpa effort dari keluarga.


“Pa, bukalah hadiahnya. Itu karya Kezia sendiri loh” ucap Kezia yang tidak sabaran melihat bagaimana reaksi ayahnya melihat hadiah yang di berikannya. Tidak tahu saja Kezia jika saat ini William tengah hanyut dan tersentuh hanya dari sepucuk surat yang di tulis Kezia.


“Ah, iya. Papa sampai lupa. Papa malah hanya fokus pada suratnya sayang.”


William menerima sebuah cutter yang di berikan Dania untuk membuka hadiahnya.


Sebuah lukisan yang benar-benar sangat sederhana, Tinta hitam yang mendominasi dan juga tinta oranye menggambarkan sosok pria dewasa dan sosok anak balita.



“Maaf Pa, hadiahnya bukan sebuah barang mewah” cicit Kezia pelan.


Sementara William masih fokus menatap lukisan ini, “Apa ini lukisanmu girl?.”


“Ya, itu karya Kezia sendiri Pa. Jelek ya?” tanya Kezia berubah sendu.


Sementara Dania dan Richard hanya sebagai penonton dari interaksi ayah dan anak itu. Biarlah mereka diam saja melihat adegan manis ini dahulu.


“Ini sangat bagus sayang, mengapa Papa baru tahu bahwa gadis kecil Papa bisa melukis?” ucap William bangga.

__ADS_1


“Benarkah?.”


"Ya. Ini sangat bagus. Dan Papa pikir karya ini terispirasi dari secuil ingatan kecilmu dahulu bukan?.”


Bagaimana tidak, lukisan ini sangat persis dengan foto yang di ambil oleh fotografer beberapa tahun yang silam kala William mengajak Kezia menikmati senja yang perlahan terbenam. Ya, sebuah kenangan yang di berikan William pada Kezia sebelum gadis kecil itu pergi ke luar negeri. Sepertinya lukisan ini terinspirasi dari foto tersebut.


Kezia tidak menjawabnya lagi, Ia lebih memilih untuk kembali berhambur pada pelukan sang Papa.


“Terima kasih sayang untuk malam ini. Dan juga, maafkan Papa” ucap William tulus.


Setelah itu, William memilih duduk sebentar sembari menikmati kue ulang tahun tadi bersama Richard dan Kezia. Sementara Dania sudah lebih dulu pergi ke tempat para pelayan karena sudah tidak ada lagi yang perlu dia lakukan.


“Selamat ulang tahun tuan William” ucap Richard.


“Ah ya, terima kasih Richard. Aku sendiri tidak menyangka bahwa Kezia akan merayakan ulang tahunku. Bahkan kau pun turut terlibat. Sungguh kehormatan bagiku.”


Sementara Richard hanya membalasnya dengan senyuman.


“Sayang, tidurlah sudah larut malam. Besok mari menghabiskan waktu bersama” titah William pada Kezia yang tengah bersandar di bahunya.


“Benarkah?” tanya Kezia begitu senang. Bagaimana tidak senang kala William mengatakan mereka akan menghabiskan waktu bersama.


“Ya. Jadi istirahatlah supaya kau besok tidak mengantuk.”


“Oke Papa. Terima kasih. Love you Papa” ucapnya sambil mengecup sekilas pipi William lalu berlalu menuju ke kamarnya.


Namun baru dua langkah Kezia melangkah, Ia menoleh ke belakang, “Terima kasih juga untuk hari ini Kak Richard.”


Setelah mengatakan itu, Ia langsung berlari kecil menuju kamarnya.


Richard pun hanya mengangguk saja seraya mengulas sedikit senyum.


“Anda sepertinya sangat menyayangi putri Anda, tuan!” ucap Richard menatap William yang tengah memperhatikan Kezia yang sedang berjalan menuju ke kamarnya.


“Tentu saja, dia adalah permata paling berharga dari hidupku Richard. Hanya dia keluargaku yang tertinggal. Dia menjadi alasan terbesar aku masih bisa berdiri tegak sampai sekarang.”

__ADS_1


...----------------...


Next💗😘?


__ADS_2