Borgol Cinta Pak Polisi

Borgol Cinta Pak Polisi
Part 20


__ADS_3

...“Ada beberapa koridor yang tidak orang lain mengerti tentangmu. Mereka hanya bicara semau mereka. Pada hal belum tentu mereka bisa ada di posisimu saat ini....


...Yang harus kamu lakukan adalah biarkan saja dan terus berjalan. Karena di depanmu masih ada yang harus kau raih”...


Happy reading💗😘


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


“Apa maksudnya dia berkata seperti itu tadi?” batin Kezia bertanya-tanya.


Ya, ucapan Richard yang tadi terus berputar-putar dalam pikiran Kezia tentang baik atau jahatnya seseorang meskipun dia orang terdekat kita.


Entahlah, ucapan itu benar-benar membuat Kezia jadi menerka-nerka banyak hal, dia bahkan melamun ketika mereka sedang berada di toko kue memesan kue ulang tahun untuk William.


“Kezia, cepat beritahu pada stafnya tentang request kue yang akan kau pesan.”


Bukannya menjawab, Kezia malah asik melamun seraya menopang dagunya dengan kedua tangannya di sofa yang mereka duduki.


“Kezia..” panggil Richard lagi namun kali dengan suara yang sedikit lebih naik.


Namun tetap saja Kezia tidak merespon sama sekali. Sungguh rasanya Richard ingin meneriaki Kezia sekarang juga jika dia tidak mengingat mereka berada di toko kue dan tentunya banyak pelanggan yang sedang lalu lalang.


Richard tersenyum kikuk pada salah satu staf yang sedang menunggu request kue dari Kezia, “Mohon tunggu sebentar.” Sementara staf itu hanya tersenyum mengangguk saja.


Pletak..


“Aww... sakit” sentak Kezia mengaduh karena tiba-tiba saja kepalanya di jitak oleh Richard.

__ADS_1


“Salah sendiri melamun. Apa kau kerasukan apa bagaimana?” kesal Richard pada gadis di depannya, sungguh tidak merasa bersalah sama sekali.


“Dasar rica-rica, nggak usah jitak juga kali Pak” ucap Kezia mencebikkan bibirnya.


Sementara Richard tidak menanggapi lagi ucapan gadis tadi.


Kezia langsung merincikan bagaimana request pesanan kue ulang tahun yang akan ia pesan kepada staf yang tadi dan dari pihak toko kuenya pun menyanggupinya. Kezia langsung membayar lunas dan untuk kue nya nanti akan di ambil langsung oleh pelayan yang di mansion.


Setelah semua urusan selesai, mereka langsung pulang. Richard langsung mengantarkan Kezia ke mansion.


Selama dalam perjalan, Kezia tidak tenang rasanya Ia ingin membuang air kecil, rasanya dia sudah tidak kuat untuk menahannya.


“Bisa berhenti di supermarket sebentar, aku mau ke toilet” ucapnya menoleh Richard yang sedang fokus mengemudi mobil.


Richard menoleh Kezia, Ia menghela nafas lelah. “Merepotkan sekali” batinnya.


Richard tidak menjawab ucapan Kezia namun Ia tetap mengikuti perkataan dari Kezia barusan untuk berhenti di supermarket terdekat.


“Ya” jawab Richard singkat.


Kezia langsung melesat masuk ke dalam supermarket menuju toilet, sementara Richard Ia malas untuk hendak keluar dari mobil jadi Ia lebih memilih untuk tetap berada di dalam mobil.


Sembari menunggu Kezia, Richard mengecek ponselnya dan ternyata ada pesan yang membuat rahangnya mengeras. Entah pesan dari siapa sehingga membuat Richard langsung awas dan melihat Kezia untuk memastikan gadis itu baik-baik saja.


Richard langsung melihat ke arah depan apa Kezia sudah keluar dari supermarket atau tidak. Dan ternyata Kezia sudah keluar hendak menghampiri mobil namun di belakangnya ada pria bermasker hitam serta bertopi hitam yang sedang membuntutinya. Dan rupanya di tangan pria tersebut terdapat pisau lipat.


Brak…

__ADS_1


Nyaris saja, ketika pria tadi hendak menyerang Kezia dari belakang menggunakan pisau yang tadi, Richard lebih dulu menendang pria yang tadi tentunya itu membuat Kezia kaget bukan main, Ia langsung terpaku di tempatnya menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Dirinya kembali di buat takut dan gemetar.


“Kau tidak apa-apa?” tanya Richard memastikan Kezia tidak terluka. Ia langsung menarik pergelangan tangan Kezia.


Richard bisa merasakan telapak tangan Kezia begitu dingin wajahnya yang juga pucat pasi. Richard langsung membawa Kezia ke dalam mobil setelah memastikan pria yang tadi di amankan oleh satpam yang berjaga di supermarket yang tadi.


“Minumlah.” Richard menyodorkan sebotol air mineral untuk Kezia. Kezia melirik Richard sebentar, sementara Richard hanya mengangguk saja. Tanpa pikir panjang Kezia langsung menerimanya dan meneguk minuman tadi sampai setengah.


Setelah itu Kezia masih berusaha mengatur nafasnya yang naik turun.


“Sudah, jangan takut. Anggap saja kau belum mengalaminya.”


“Mana bisa begitu” lirihnya sembari meremas botol tadi di tangannya.


“Tentu saja bisa, aku pastikan kejadian tadi tidak akan terjadi lagi” ucap Richard begitu lembut dan tenang bahkan tangannya terulur mengusap pelan kepala Kezia.


Sungguh, perlakuan Richard barusan benar-benar membuat Kezia terpaku, Ia bisa melihat ucapan Richard begitu tulus bahkan sorot matanya sangat teduh. Tidak ada lagi tatapan tajam, tatapan angkuh, tatapan datar apa lagi tatapan mengintimidasi orang. Yang ada hanya tatapan tulus dan teduh. Dan hal itu membuat Kezia berkali-kali berkedip menatap Richard.


“Dia kesambet apa bagaimana? Kenapa dia tiba-tiba jadi manis? Dan lihat lah sekarang, dia bahkan tersenyum padaku, apa lagi lesung pipinya itu, manis sekali. Oh astaga ini sungguh tidak baik untuk kesehatan jantung, terlalu banyak manisnya” ucap Kezia dalam hatinya.


...----------------...


Next💗😘?


.


.

__ADS_1


Weekend adalah waktunya ngecas badan dan kasur adalah wireless chargernya🙂


Happy weekend guys💗😘


__ADS_2