Borgol Cinta Pak Polisi

Borgol Cinta Pak Polisi
Part 40


__ADS_3

...“Walaupun terkadang harus memalsukan senyuman. Tapi itulah cara terbaik untuk berbohong pada keadaan.”...


Happy reading💗😘


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sudah beberapa hari Kezia di rawat di rumah sakit dan kondisinya juga sudah berangsur memulih. Hari ini dia di izinkan oleh dokter untuk bisa pulang. Tentunya yang menjemputnya adalah William, sang papa. Mana bisa ia lepas tangan untuk mengurus anak gadisnya. Zain sang asisten William di tugaskan untuk mengemas segala barang-barang Kezia dan juga mengurus segala administrasi yang peru di urus. Setelah itu, baru lah mereka pergi meninggalkan rumah sakit.


“Pa...” panggil Kezia pada sang papa yang sedang mendorong kursi roda yang di duduki oleh Kezia, saat ini mereka menuju lobi untuk kembali pulang ke mansion di jemput oleh Damian.


“Ya, sayang. Ada apa?”


“Teman ku yang Ameera boleh kan berkunjung ke mansion kita?” tanyanya sembari menengadah memandang sang papa.


“Boleh” jawab William singkat.


“Papa tidak terpaksa kan mengiyakannya?” selidik Kezia melirik raut wajah sang papa yang nampak datar.


William yang awalnya mendorong kursi roda Kezia tia-tiba berhenti.

__ADS_1


“Tidak. Papa tidak terpaksa asal Kezia senang papa akan menyetujuinya” tutur William sembari mengusap pelan kepala anak gadisnya.


Mendengar itu Kezia langsung mengulas senyum, “Terima kasih, Pa”


“Hmm... sama-sama sayang.”


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


“Akhirnya lo bisa pulang juga dan akhirnya gue bisa nginjakin kaki di istana bokap lo” pungkas Ameera pada Kezia yang tengah duduk di tepian ranjang.


Kezia hanya mengulas senyum kecut, dia tidak terlalu tertarik dengan penuturan Ameera. Pikirannya sekarang tengah tertuju pada Richard.


Tiba-tiba air wajah dari Kezia berubah jadi sendu dan hal itu tidak luput dari pengamatan Ameera.


“No. I’m not okay Ra...” jawab Kezia lemas.


Beberapa hari ini Kezia terus memikirkan Richard, entahlah wujud dan kabar orang tersebut kembali hilang seakan di telan bumi. Pada hal status mereka pacaran tapi yang Kezia rasakan tidak ada yang berbeda atau hal istimewa.


Ketika Richard pamit pulang ketika Kezia masih di rumah sakit, dari situ juga dia sudah tidak mengabari Kezia lagi meski pun Kezia sudah berulang kali menghubunginya.

__ADS_1


Dua hari sebelumnya, dia menanyakan pada Damian tentang kabar dari Richard namun Damian tidak tahu pasti. Karena setelah kejadian Kezia masuk rumah sakit dan Damian juga sudah pulih serta pekerjaannya pada William sudah tidak semenumpuk yang kemarin. Damian kembali pada pekerjaan pertamanya yaitu menjaga Kezia. Sementara Richard sudah di bebas tugaskan untuk menjaga Kezia.


“Pak Richard?” tebak Ameera dan hal itu di angguki oleh Kezia.


“Loh kalian kenapa rupanya? Ada masalah?”


“Nggak ada” jawab Kezia lesu.


“Terus kenapa dong? Lagian lo kok lemas gitu berasa janda yang baru di tinggal mati suami tau nggak” ucap Ameera seraya tertawa pelan.


“Kak Richard nggak ada kabar lagi tau nggak semenjak dia balik dari rumah sakit” jelas Kezia.


Mendengar itu, Ameera langsung mengerutkan keningnya, “Kok bisa? Kalian nggak komunikasi apa gimana?


“Aku udah hubungi dia lewat ponsel tapi nggak ada jawaban dan aku pun udah nanya ke Om Damian dan dia juga nggak tahu tentang Kak Richard sekarang karena Kak Richard udah nggak kerja di sini lagi Ra” jelas Kezia panjang lebar.


Ameera menghela nafas turut sedih dengan apa yang di rasakan sahabatnya.


“Mungkin yang paling erat lo peluk saat ini adalah yang paling kuat meremukkanmu nanti. Longgarkanlah, karena yang di lepaskan dengan terpaksa sakitnya tidak pernah sederhana, Zi”

__ADS_1


...----------------...


Next💗😘?


__ADS_2