
...“Sebenarnya tidak ada yang benar-benar jahat dan benar-benar baik. Semuanya tergantung siapa yang melihat dan seperti apa takaran yang telah mereka tetapkan untuk menentukan jahat dan baik tersebut. Hidup itu simpel kok, semua hanya soal sudut pandang. Makanya kita tidak boleh menghakimi orang cuma dengan lima detik pengamatan.”...
Happy reading💗😘
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
William menceritakan kejadian beberapa tahun silam mengenai hubungan keluarga Ludwig dan juga Anderson.
Sedikit membingungkan dan sedikit sulit untuk di cerna oleh Kezia. Namun sebisa mungkin ia mengusahakan untuk mengerti apa yang telah di ceritakan sang papa padanya.
“Pa….” panggil Kezia.
“Ya, Kezia. Ada apa?”
“Mengenai kak Richard…”
“Ya, benar. Richard adalah anak dari Anderson, teman opahmu dulu. Dia juga saudara seibu dari James. Pria yang hampir mencelakaimu ketika kau baru sampai di Indonesia” ucap William seraya menghela nafasnya kasar.
Kezia langsung mengangguk mengerti.
William sejenak menatap Kezia yang sepertinya gadis itu sedang larut dalam pikirannya. William langsung meraih pergelangan tangan sang putri untuk duduk di salah satu sofa di ruangan tersebut.
“Kemarilah. Ada hal lain lagi yang perlu papa jelaskan padamu” ucapnya.
Kezia sendiri hanya menurut saja.
“Kezia, anak papa” ucapnya pelan seraya mengusap pelan rambut Kezia.
Mendengar sang papa memanggilnya dengan sebutan itu membuat Kezia langsung menatap William, sang papa.
Ada sorot mata sendu dan nelangsa di tatapan yang diberikan William pada Kezia.
“Ada apa, Pa?” ucap Kezia melihat sang papa seperti tampak memperlihatkan perasaan bersalah padanya.
“Maafkan Papa” ucapnya pelan seraya menggeleng pelan.
“Maksudnya apa, Pa? Mengapa minta maaf pada Kezia?” Tanya Kezia yang tidak mengerti apa yang di katakan oleh William barusan.
“Perihal tindakan Papa yang harus mengasingkan kamu ke luar negeri.”
Kezia semakin mengerutkan keningnya menerka-nerka dari apa yang di katakana William.
William perlahan menatap Kezia yang sedang menatapnya dengan tatapan tanda Tanya, perlahan William memegang sebelah pundak sang putri.
“Bukan maunya Papa sebenarnya mengasingkanmu sayang. Bukan keinginan Papa… Itu karena David. Pria brengssek itu!!!”
__ADS_1
Ya, akhirnya William menceritakan alasan dirinya mengasingkan bahkan terkesan menyembunyikan Kezia, sang putri dari orang banyak. Itu karena David. David benar-benar balas dendam terhadap keluarga besar Ludwig, termasuk pada William dan istrinya. Saat William sudah menikah dan istrinya melahirkan, di situ David berencana menghabiskan nyawa dari keturunan Ludwig. Theresia, istri dari William adalah sasaran utamanya. David melakukan kekerasan fisik pada Theresia yang sehabis melahirkan ketika orang lain sedang tidak ada di kamar inapnya hingga Theresia kehilangan nyawanya. Untung saja saat itu Kezia masih di tempatkan di ruang bayi.
Murka lantaran nyawa sang istri sudah tidak ada, William langsung naik pitam. Ia langsung mencari keberadaan David yang telah menghabisi nyawa sang istri lewat rekaman CCTV.
Ia langsung menemui David di apartemen pria tersebut, ketika pintu apartemen di buka dari dalam oleh David, William langsung menarik kerah kemeja William dan menyudutkannya hingga sampai tersungkur di lantai.
“Badjingan!! Berani-beraninya kau menyentuh istriku bahkan menghilangkan nyawanya!!!” teriak William tepat di wajah David.
Bukannya takut atau ada perasaan bersalah, David malah tertawa terbahak-bahak.
“Hahaha Hahaha… Baguslah kalau istrimu sudah mati!!” ucapnya dengan tertawa puas.
William terpaku dan terdiam menatap pria di hadapannya, Ia langsung melepaskan tangannya di kerah kemeja David.
David malah tersenyum mengejek pada William. Ia lantas bangkit seraya merapikan kemejanya yang tampak kusut akibat ulah William.
“Istrimu memang pantas mati. Anggap saja itu sebagai balasan dari nyawa saudaraku, Keyvan yang telah di bunuh oleh ayahmu” ucapnya dengan nada pelan namun penuh penekanan.
“Dasar gila!!!” ucap William tak habis pikir.
Mengapa istrinya malah terserat dalam masalah orang tuanya. Sangat tidak masuk akal.
“Dasar psikopattt” ucap William.
“Harusnya, ku bunuh juga anakmu yang baru lahir. Tapi sayang, aku tidak menemuinya di ruang bayi di karenakan ada dirimu” ucapnya dengan nada kecewa.
Kesal lantaran manusia di hadapannya ini berbicara sembarangan dan semakin membuatnya naik darah. Tanpa pikir panjang William langsung mengambil pistol di saku jaketnya dan melepaskan peluru tepat di kepala David.
DOORRR….
“Nyawa harus di bayar dengan nyawa” ucap William setelah melihat David langsung tergelatak di lantai.
Mendengar suara dentuman pistol, sosok pria remaja langsung menghampiri David yang sepertinya sudah tidak bernyawa.
“Apa yang kau lakukan paman, mengapa menghabisi nyawa pamanku” teriak bocah tersebut sembari menangisi David yang sudah tidak bernyawa.
William sendiri sudah enggan dan malas harus menjelaskannya. Ia langsung pergi meninggalkan kediaman David.
Namun baru beberapa langkah William berjalan, ia mendengar bocah tersebut berbicara lantang.
“AKU JAMES ANDERSON AKAN BERSUMPAH MEMBALASKAN DENDAM DARI PAPA DAN JUGA PAMAN DAVID. KU PASTIKAN KETURUNAN LUDWIG AKAN MATI DI TANGANKU” ucap bocah tersebut.
Dan benar saja beberapa tahun setelah Kezia tumbuh menjadi balita, banyak sekali yang berniat mencelakainya. Hingga Ludwig sang papa memberikan saran kepada William untuk menyembunyikan keberadaan sang putri dari orang banyak.
Merasa tak ada pilihan lain, akhirnya William menyetujui saran dari sang ayah. Karena dendam dari David benar-benar ia turunkan pada James. Akhirnya dengan berat hati William mengasingkan Kezia di luar negeri tanpa di ketahui oleh orang banyak dan di temani oleh orang yang benar-benar menjadi kepercayaannya.
__ADS_1
William juga harus berpura-pura menjadi sosok papa yang seperti tidak peduli pada sang anak dengan tujuan Kezia tidak akan pulang ke Indonesia dan agar identitasnya tidak bisa di lacak oleh orang-orang James.
Mendengar semua penuturan dari sang Papa, Kezia langsung menangis terisak dan memeluk sang Papa.
“Hiks hiks…. Papa.”
“Maafkan Papa, Kezia. Papa yang terlalu menyayangimu dan tidak ingin kau kenapa-kenapa memilih jalan itu agar kau tetap aman” ucap William tulus seraya mengusap pelan rambut sang anak.
Kezia sendiri hanya mengangguk. Sungguh ia tidak tahu kalau ternyata alasan di balik sang ayah mengasingkannya karena masalah tersebut.
“Jangan khawatir. Papa akan menjagamu. Tidak akan ku biarkan mereka menyakitimu” ucap William lagi.
Kezia sendiri hanya mengangguk. Sesaat dirinya langsung teringat dengan Richard.
“Kak Richard, bagaimana Pa?” Tanya Kezia.
William menghela nafasnya, “Opahmu berpesan untuk menjaga dan tidak menyakiti Richard karena dia adalah anak dari sahabat opahmu.”
Ya, Ludwig ketika pertama kali melihat sosok Richard yang beranjak remaja sangat mirip dengan Anderson sahabatnya yang sudah meninggal. Oleh karena itu dia berpesan pada William, sang anak untuk tidak menyakiti Richard. Di tambah ketika Richard tampil di depan publik menggunakan nama Richard Allaric bukan sebagai Richard Anderson. Sudah bisa di pastikan, Ludwig yang bisa membaca situasi bahwa Richard memiliki suatu misi untuk mengelabui orang banyak termasuk keluarga Ludwig.
“Tapi, jika ia berani menyakitimu maka aku tidak akan segan-segan menghabisi nyawa bocah tersebut” ucap William langsung dengan rahang tegasnya.
...----------------...
Next💗😘?
.
.
Hai guys😊😊
Maaf baru bisa update yakkk, beberapa hari ke belakang author sibuk banget😓
sebenarnya hari ini juga sibuk karena mau UAS tapi author usahakan bisa up.
nanti kalo udah libur insyaallah author usahakan crazy up yakkk💗😘😘😘
.
.
quote semangat hari ini
gapapa kalo hari ini ga berhasil, masih ada hari esok untuk gagal lagi🚶🚶🚶
__ADS_1