
...“Untuk mengakhiri luka, kadang pilihannya adalah kau harus berani melepaskan.”...
Happy reading💗😘
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
“Apa kau tuli? TIARAP cepat!!!..” gertak pria bertopi hitam yang sedang memegang senjata api.
Membuat semua pengunjung ketakutan termasuk Ameera dan Kezia yang sudah pucat pasi karena rasa takutnya masing-masing. Karena baru kali ini mereka di hadapkan dengan adegan seperti ini. Walau pun kemarin Kezia sempat di hadapkan dengan kejadian seperti ini, tapi tidak semencekam ini.
“Zi.. gue takut” bisik Ameera memeluk tangan Kezia erat bahkan tangannya sudah berkeringat dingin.
“Gue juga Ra, kita diam aja udah. Jangan sampai memancing emosi mereka” ucap Kezia berbisik pula Ameera.
Kezia, Ameera dan para pengunjung di lorong lobi yang mereka tempati sekarang lebih memilih diam dan mengikuti apa yang di katakana pria yang memegang senjata.
Suara bunyi pistol kembali terjadi kala pria bertopi hitam tadi melepaskan pelurunya ke langit-langit mall membuat para pengunjung semakin takut. Semua orang semakin takut, ada yang menutup telinga, ada yang menangis ketakutan, ada yang merapal doa dan sebagian juga mencari cela untuk bisa terbebas dari komplotan yang di yakini terroris.
Rupanya juga pria tadi bukan hanya sendiri, ada salah satu pengunjug yang menggunakan pakaian biasa berlari ke arah pria bertopi hitam tadi seraya memegang sebuah tas yang tidak tau isinya apa. Sepertinya temannya yang sedang menyamar menjadi pengunjung.
“Cepat buka tasnya dan pakai benda yang tadi. Sebelum mereka ke tempat ini\
” ucap pria tadi memberi instruksi pada temannya sembari menelisik pengunjung barang kali ada yang nekat mencoba melawan atau melarikan diri.
Melihat temannya yang kewalahan memasang suatu benda yang hampir sama seperti ikat pinggang pada tubuhnya, mau tidak mau pria yang tadi harus menurunkan senjatanya untuk membantu rekannya.
“Sialan… mereka sepertinya sudah membaca pergerakan kita. Ayo cepat nyalakan bomnya” umpatnya sembari terus memasang ikat pinggang yang sepertinya adalah bom.
Entah karena situasi yang sudah tidak kondusif membuat kedua orang tadi semakin lambat memasang bomnya. Sudah tidak ada rasa tenang dari aksi mereka sekarang.
Kegaduhan semakin terjadi tat kala beberapa personil polisi langsung datang mengepung lorong yang ada Kezia dan Ameera. Mereka lengkap dengan seragam hitamnya, helm retro densus berwarna hitam tak lupa senapan serbu colt M4 5,54 Mm.
“Brengsek.. kita tertangkap” kesal pria bertopi hitam tadi hingga mau tidak mau Ia tidak memasang ikat pinggang yang di yakini bom pada tubuhnya.
Hendak pergi melarikan diri sepertinya bukan pilihan lagi bag pria bertopi hitam dan juga temannya. Satu-satunya jalan hanya menyerahkan diri.
“Tangkap mereka” ucap instruksi salah satu personil polisi yang menggunakan masker berwarna hitam, namun dari suaranya sangat familiar di telinga Kezia.
__ADS_1
“Kak Richard..” ucap Kezia langsung berdiri tak jauh dari posisi pria bertopi hitam tadi.
Sontak pria yang memberi instruksi tadi menoleh kepada sosok gadis yang tengah menatapnya.
“Zia…” ucapnya pelan.
Ya, pria pemberi instruksi tadi adalah Richard, sebagai ketua dari tim yang sedang mengusut kasus terroris ini.
Merasa tak ada pilihan lain, pria bertopi tadi malah menarik pergelangan tangan Kezia dan menjadikannya sebagai sandera.
“Mundur semua! Atau kepala gadis ini akan pecah!”
Ancaman pria tadi bukan hanya sekedar omongan belaka, melainkan Ia benar-benar akan melakukannya andai polisi benar-benar menangkapnya.
Kembali Ia ambil pistol yang ada di belakang celananya dan mengarahkan pistol tersebut ke kepala Kezia.
Kezia yang melihat pistol di todong di atas kepalanya benar-benar membuat dirinya bergetar ketakutan, matanya melirik Richard yang sama halnya sedang meliriknya.
“Lepas!!! Teriak Kezia memberontak ingin melepaskan diri dari sandera pria tadi, namun tenaganya yang tidak sebanding tenaga pria sudah pasti membuat nya kalah dan kembali tidak berkutik kala pria tersebut menjambak rambutnya begitu keras.
Polisi yang hendak mendekatinya akhirnya menghentikan langkah ketika melihat instruksi yang di berikan Richard lewan tangannya.
Melihat para kelompok polisi tidak lagi bergerak ke arahnya, pria tadi memanfaatkan kesempatan tersebut untuk bisa pergi.
“Jalan!!” titahnya.
Mau tidak mau Kezia mengikuti perintah si pria tadi di ikuti oleh temannya yang sudah lengkap memakai ikat pinggang bom.
“Tahan tembakan, mereka menggunakan sandera. Tapi tetap ikuti dari belakang. Jangan sampai lengah” titah Richard pada anak buahnya.
“Yang di depan standy by, target keluar membawa sandera gadis remaja” ucap Richard melalui sambungan earphone di telinganya.
“Siap Pak!!” jawab mereka kompak.
Ketika sudah keluar dari mall, pria tadi celingak celinguk memperhatikan keadaann sekitara.
“Nyalakan waktunya” ucap pria bertopi hitam pada temannya dan langsung di angguki.
__ADS_1
Mata Kezia membulat kala melihat bom sudah aktif dan tinggal dalam hitungan detik.
“Pa…” lirih Kezia bergetar ketakutan.
“Mereka menyalakan bomnya” ucap pria di seberang lewat sambungan earphone di telinga Richard.
Richard yang mendengar itu langsung mempercepat langkahnya dan di ikuti anak buahnya dari belakang.
Sepertinya terroris ini melakukan aksi bom bunuh diri namun sayangnya Kezia sepertinya harus terseret.
“Apa masih lama?” Tanya pria bertopi hitam pada rekannya.
“Seben…” belum selesai rekannya berbicara, mereka kaget kala dari belakang seseorang melepas dan merampas ikat pinggang bom tadi secara paksa dan mudah.
Grep…
“Buang ke atas. Sudah tidak ada waktu menon aktifkannya” titah Richard pada personil polisi yang berhasil merampas ikat pinggang bom tadi.
Bip.. bip.. bippp ...
BOOOM…..
Bom di lempar ke langit dan sudah pasti dentumannya membuat suara yang cukup menggelegar.
“Sial!!” umpat pria bertopi hitam dan rekannya karena semuanya tidak berjalan sesuai rencana.
Karena kondisi yang sudah semakin kacau, pria tadi tidak sengaja melepaskan tangannya dari Kezia.
Membuat Kezia memanfaatkan kesempatan tersebut untuk bisa melarikan diri apa lagi Richard memberikan instruksi padanya lewat tangan.
Kezia langsung berlari ke arah Richard sekuat tenaganya, namun baru beberapa langkah Ia berlari kembali terdengar suara tembakan pistol yang sangat amat nyaring di telinganya membuat langkah kakinya terhenti untuk berlari ke arah Richard.
Dorrrr……
...----------------...
Next💗😘?
__ADS_1