
...“Bukan tentang siapa yang kita kenal paling lama, yang datang pertama, atau yang paling perhatian....
...Tapi, tentang siapa yang datang dan tidak pergi.”...
Happy reading💗😘
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Selama perjalanan baik Kezia dan Richard tidak terlibat obrolan sama sekali, mereka lebih banyak diam dan tenggelam dengan pikiran masing-masing. Kezia menatap pemandangan di luar jendela sembari mengingat kejadian beberapa waktu yang lalu.
Tiba-tiba saja Ia menarikan lekungan bibirnya membentuk senyum tipis. Entahlah apa yang sedang di pikirkan gadis tersebut.
Tak terasa mereka sudah sampai di kediaman William, “Turunlah!” ucap Richard sembari membuka sabuk pengamannya.
Kezia mengangguk dan sebelum Ia turun dari mobil, Ia menyempatkan berbicara pada Richard.
“Em, Pak?” cicit Kezia menatap Richard.
“Ya, ada apa?.”
“Untuk kejadian yang di supermarket tadi tidak perlu di beritahu sama Papa ya?” pinta Kezia dengan nada sedikit memelas.
Tentu saja itu membuat Richard menaikkan sebelah alisnya.
“Aku hanya tidak mau Papa semakin cemas dan berujung aku akan kembali di suruh pulang ke Amerika” jelas Kezia.
“Hmm, baiklah” jawab Richard mantap.
Setelah mengatakan itu, Kezia langsung turun dari mobil dan langsung berlari masuk ke dalam mansion menuju kamarnya.
Sementara Richard, dia langsung pulang menggunakan motor sportnya yang sempat Ia tinggal karena ketika mengantar Kezia keluar mereka menggunakan mobil.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
“Apa yang kau lakukan, kau membahayakan nyawa yang tidak bersalah!!” bentak Richard pada James yang sedang asik bermain billiard. Ya, setelah mengantar Kezia pulang, Richard langsung bertolak menuju ke mansion James untuk menemui saudaranya yang sedikit membuatnya kesal.
“Memangnya apa yang ku lakukan?” tanya James tanpa menatap Richard, Ia lebih fokus untuk mengarahkan bridge nya pada bola di depannya.
__ADS_1
Kesal karena James seakan mengacuhkannya, Richard langsung menarik paksa bahu James untuk menoleh ke arahnya dan menarik dengan kasar kerah kemeja dari James.
“Wohoho, santai bro. Mengapa kau sangat emosi?” ucap James berusaha melepaskan tangan Richard dari kerah kemejanya.
“Jangan bertindak gegabah seperti tadi James. Anak itu tidak tahu apa-apa, jangan menariknya ke dalam lingkaran yang sama sekali tidak dia ketahui” tegas Richard sembari melepaskan kerah kemeja James dengan kasar sehingga membuat James sedikit jatuh ke meja billiard.
“Apa aku tidak salah dengar? Kau seakan membela gadis itu Chard.”
James benar-benar tidak menyukai sikap yang di ambil Richard.
“Jadi kau datang kemari hanya karena secuil kejadian tadi?” tanya James pada Richard yang hendak berlalu ke luar dari ruangannya.
Richard menoleh, “Anak itu tidak tau apa-apa. Dia anak yang baik dan mungkin saja dia punya luka yang sama seperti kita.”
“Cih, anak yang baik kau bilang?” decih James tertawa hambar mendengar penuturan Richard.
“Bahkan kau yang aku anggap baik saja mengecewakan Chard” balas James dengan nada datar.
“Terserah kau saja. Aku selama ini selalu mengikuti apa yang kau katakan selagi itu masih bisa di terima oleh akal sehat. Tapi untuk yang tadi, itu sangat tidak masuk akal. Kau terkesan pengecut kak” ucap Richard kemudian berlalu meninggalkan James.
“Sialan..!!”
“Ternyata benar, don’t expect too much. Manusia gampang sekali berubah” gumamnya sembari membenarkan kemejanya yang sedikit kusut.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Malamnya Kezia bertukar pesan pada William menanyakan apa Papa nya akan pulang malam ini atau tidak dan ternyata William sedikit larut pulangnya.
“Bagaimana Non?” tanya Dania pada Kezia yang sedang duduk di tepian ranjang.
“Papa pulangnya larut Mbak. Jadi bisalah kita rayain malam ini saja kalau Papa sudah sampai” ucap Kezia antusias sementara Dania hanya menurut saja mengikuti arahan dari Kezia.
Kezia bahkan langsung menghubungi Richard peri hal rencana mereka malam ini apa lagi Richard bertugas untuk mengambil kue yang tadi siang mereka pesan.
“Pak, jangan lupa ambil kue yang tadi kita pesan ya. Kita rayain ulang tahun Papa malam ini. Kezia, jangan lupa di simpan nomernya”
Tulisnya dalam sebuah pesan singkat yang tertuju pada Richard.
__ADS_1
Tak menunggu waktu lama, pesannya langsung di balas oleh Richard.
“Ya👍.”
“Dih, udah gitu aja balasnya? Sungguh sangat pria yang hemat kosa kata” gerutu Kezia membaca balasan dari Richard.
“Sebenarnya kamu baik. Tapi sayang, kamu dingin sekali” ucap Kezia tanpa sadar.
“Hah? Siapa yang dingin Non?” tanya Dania penasaran.
“Eh, Mbak dengar ya tadi. Hehehe” kikuk Kezia tersipu malu.
Melihat Kezia yang tersipu, Dania asal menebak, “Siapa Non, Pak Richard ya?.”
Bukannya menjawab Kezia hanya mengulas senyum saja sembari meletakkan ponselnya di nakas.
“cerita atau curhat atuh Non. Hehe” Dania melemparkan tatapan penasaran pada Kezia yang membuat Kezia langsung tertawa.
“Bukannya nggak mau curhat, hanya saja lagi malas adu nasib.”
Mendengar itu, mereka berdua tergelak tertawa, namun percayalah di hati Kezia berkata lain.
“Memendam semuanya kadang jauh lebih baik.”
...----------------...
Next💗😘?
.
.
.
Aku menyukai langit seperti halnya aku menyukai segala hal tentangmu🤡
Happy Sunday ✨💫
__ADS_1