
...“Banyak manusia yang pandai berbicara tentang memanusiakan manusia....
...Tapi cara mereka mengukur level respeknya kepada orang hanya dari pekerjaan dan penghasilan.”...
Happy reading💗😘
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
“Kauuu” pekik Kezia dengan air wajah tak suka melihat Richard yang sedang menatapnya datar.
“Kya, sedang apa kau di sini? Membuntuti ku? Ish,, dasar bapak-bapak penguntit” kesal Kezia reflek melempar salah satu ice cream dalam bentuk stick.
Hap..
Richard malah menangkap ice cream yang di lempar Kezia. “Dasar kenak-anakkan” ucap Richard dengan tatapan mengejek.
Richard kemudian mendekati Kezia dengan wajah datarnya.
“Respek sedikit kepada sesamamu. Kasihan orang yang saat ini kau bawa hanya untuk menemanimu membeli apa yang kau inginkan. Dia sedang mempertaruhkan pekerjaannya hanya karena kamu” ketus Richard pada Kezia sembari melempar ice cream tadi di troli milik Kezia.
Kezia melebarkan matanya karena Richard melempar ice cream yang tadi, sekaligus juga dengan omongan Richard barusan seakan meng-cap dirinya sebagai pribadi yang egois.
“Bapak apa-apaan sih ngomongnya? Kenal juga engga. Jangan sok tahu kehidupan orang lain deh” ucap Kezia berusaha menahan kekesalannya.
Dania langsung menarik tangannya, “Sudahlah Non, jangan dengarkan omongannya. Sebaiknya kita langsung ke kasir saja ya melakukan pembayaran.”
Sementara Richard yang mendengar itu hanya mengulas senyum tipis, Ia langsung keluar dari minimarket dan tidak jadi membeli air mineral. Entahlah apa yang membuat Richard jadi tidak membeli minumannya.
Kezia sendiri hanya manggut-manggut saja, enggan menanggapi lebih jauh omongan dari Richard dan tidak ingin memperpanjang masalah hanya karena hal sepele.
Hendak membayar rupanya banyak yang sedang mengantri membuat Kezia dan Dania menunggu sedikit.
“Non, kenal pria yang tadi tidak?” Tanya Dania di sela-sela mereka mengantri ke kasir.
“Hum tidak juga” jawab Kezia seadanya.
Dania langsung menyerngitkan keningnya, “Loh ga kenal? Tapi kok seperti tidak suka dengan pria yang tadi?.”
__ADS_1
Kezia sendiri hanya mengangkat kedua bahunya acuh. Entahlah kenapa juga Ia tidak menyukai Richard. Mungkin karena masalah beberapa jam lalu perkara Richard beserta kelompoknya menangkap dan memborgol tangannya ya walaupun itu hanya kesalahpahaman.
“Itu Richard Non, Dia itu polisi bagian densus 88. Kalau nggak salah dia sebagai ketua dari teamnya juga. Dia bahkan pernah ke mansion untuk menemui Papanya Non” jelas Dania yang membuat Kezia langsung menoleh pada Dania.
“Dia ke mansion menemui Papa? Memangnya mereka dekat?” Tanya Kezia jadi penasaran.
“Nggak tahu juga Non” balas Dania.
“Aduh Mbak bikin aku greget deh, infonya kok setengah-tengah sih. Gantung banget ck” ucap Kezia tertawa kecil.
Dania malah cengengesan juga yang membuat mereka berdua tertawa lepas.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah membayar belanjaan di kasir, Kezia dan Dania langsung pulang ke mansion. Dania sendiri langsung ketar-ketir kala melihat mobil sang Tuan sudah terparkir di bagasi.
“Astagfirullah, Tuan sudah pulang” cemas Dania semakin mempercepat langkahnya.
Kezia yang sekilas melihat raut wajah Dania yang Nampak cemas membuatnya jadi merasa bersalah.
“Mbak, tenang aja ya. Aku yang akan jelasin ke Papa nanti” ucap Kezia serius.
Sampai di ruang tengah, mereka langsung di sambut oleh William. Kezia langsung mendekati William yang sedang duduk di sofa.
“Pa, maaf kita keluar sebentar tadi” ucap Kezia langsung duduk di samping William.
Sementara William hanya mengangguk saja, tidak ada ekspresi marah atau datar yang di perlihatkan oleh William. Ia malah tersenyum sembari mengusap lembut kepala Kezia.
“Papa tidak marah kan?” Tanya Kezia memastikan.
“Tentu saja tidak.”
“Papa jangan marah sama Mbak Dania ya, karena Mbak Dania hanya menuruti apa yang Kezia bilang tadi” jelas Kezia lagi.
“Baiklah. Papa tidak akan marah” ucap William lagi dengan senyum yang terus terukir di wajahnya.
Sejenak Kezia dan Dania langsung bernafas lega. Dania pun langsung pamit ke belakang membawa ice cream yang di beli Kezia untuk di letakkan di freezer.
__ADS_1
“Girl, Om Damian saat ini sedang dalam tahap rehabilitasi akibat kekacauan yang tadi jadi kemungkinan Kezia …” belum sempat William selesai bicara, Kezia sudah menyela ucapan William.
“Apa Om terluka parah?” tanyanya cemas.
“Tidak terlalu parah. Jangan khawatir akan hal itu” ucap William.
“Oh syukurlah.”
“Untuk sementara waktu, pekerjaan Damian yang bertugas menjaga kamu akan di gantikan seseorang” jelas William lagi.
“Di ganti? Tidak perlu Pa. Kezia tidak perlu penjagaan” ujar Kezia, Ia sebenarnya tidak suka dengan sifat protektif yang di berikan William padanya.
“No, tidak ada penolakan. Ini demi kebaikanmu. Papa tidak mau kamu kenapa-napa lagi.” Ucap William dengan suara beratnya bahkan raut wajahnya langsung tegas.
Membuat Kezia mau tidak mau mengangguk.
“Bagus, orangnya akan datang sebentar lagi. Sepertinya kau juga mengenalnya walau tidak terlalu intens.”
“Mengenalnya? Siapa?”
“Richard.”
...----------------...
Next💗😘?
.
.
Hollaaaa....
Udah mau siang loh ini...
jangan lupa maksiat(makan siang dan istirahat) ya🙂
habis itu di lanjut lagi kerjanya🤘
__ADS_1
ingat guys, bekerja keraslah sampai cicilan bos kamu lunas😴👍
dari aku yang siap mencintaimu dalam suka maupun dosa 😌🌚