Borgol Cinta Pak Polisi

Borgol Cinta Pak Polisi
Part 38


__ADS_3

...“Kita ini sebenarnya apa? Tanah dan hujan yang saling merindukan? Atau senja dan hujan yang saling meniadakan?”...


Happy reading💗😘


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


“Ayo pacaran” tutur Richard serius.


Kalimat yang membuat Kezia membulatkan kedua matanya. Sepertinya terlalu banyak kejutan yang di berikan Richard kepadanya hari ini. Kalimat yang mengajaknya berpacaran membuat kedua pipinya kembali bersemu merah. Sungguh saat ini Kezia butuh pasokan udara lebih.


“Ayo, Zia” ajaknya lagi.


Richard sepertinya kali ini serius dengan ucapannya bahkan raut wajahnya ikut mengekspresikannya.


“Kak, kau mau ajak pacaran atau mau ajak tawuran sih” protes Kezia namun tidak menatap Richard.


“Tawuran?”


“Iya. Kata-katanya nampak kaku sekali. Nggak ada romantisnya sama sekali” lirih Kezia dengan nada pelan.


Membuat Richard menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Apakah aneh tentang ucapannya barusan? Apa terlalu to the point?.


Ya, maklum saja. Richard itu mirip kanebo kering plus kusut. Tidak akan pandai merangkai kata-kata romantis untuk menyenangkan pasangannya.


Richard kemudian menatap Kezia yang saat ini sedang menatap ke arah lain, “Terima saja dulu. Nanti lambat laun aku akan menyesuaikannya.


“Dih maksa” jawab Kezia.


“Tapi kamu mau kan?” ucap Richard membuat Kezia langsung mengatupkan bibirnya.


“Siapa yang bilang mau. Aku belum memberi jawa….”


“Iya, aku sudah mendapat jawaban dari penuturanmu barusan” potong Richard pada ucapan Kezia.


“Memang apa jawabannya kalau kakak tahu?”

__ADS_1


“Ya, kamu mau aku ajak pacaran” jawab Richard langsung tersenyum.


Membuat Kezia langsung mencebikkan bibirnya, bagaimana bisa Richard mengatakan demikian. Sudah kaku, mengambil keputusan sendiri lagi. Membuat Kezia rasanya ingin menangis saat ini juga.


“Sudah, aku tau isi hatimu. Bahkan temanmu saja kemarin menceritakan padaku bagaimana sendunya dirimu kala aku menghilang sibuk dengan tugas ku kemarin.”


Bagai di sambar petir, firasat Kezia sudah tidak baik sekarang kala Richard mengucapkan teman. Kezia paham betul siapa yang di maksud dari Richard, siapa lagi kalau bukan Ameera.


“Astaga, Ameera. Kau menceritakan apa saja padanya. Kau benar-benar menempatkan ku pada posisi sulit sekarang.” Batinnya menjerit.


Richard mulai menceritakan apa saja yang dia dapat dari Ameera. Latar belakang bagaimana bisa kedua gadis tersebut bisa ada di mall bekasi tempat Richard sedang menangkap terorris.


Dimana Kezia yang begitu resah serta memastikan tentang perasaannya kepada Richard.


“Ternyata kau bingung dengan perasaanmu sendiri, Zia” ejek Richard.


Membuat Kezia langsung mencebikkan bibirnya lantaran kesal bercampur malu.


“Terserah!!”


“Termasuk Kak Richard?” tanyanya dengan ragu-ragu.


Dan langsung di angguki oleh Richard. Membuat Kezia langsung tersenyum merekah.


Richard kemudian lebih mendekatkan dirinya pada Kezia, “Aku amat sangat mencemaskanmu di kala kamu menjadi sandera kala itu Zia. Rasanya dadaku sesak dan berhenti berdetak melihatmu terbaring tak berdaya karena aku tak bisa melindungimu” sesal Richard sembari menggenggam erat kedua tangan Kezia.


“Maaf..” ucapnya lagi.


Ya, Richard merasa tidak berguna kala Kezia benar-benar menjadi korban dari insiden itu. Dimana saat itu juga perasaannya kian tumbuh pada Kezia sebagai pasangan lawan jenis di tambah pengakuan dari Ameera semakin membuatnya yakin untuk melangkah maju dan harus mengutarakan perasaannya.


“Kak, kenapa kau menyalahkan dirimu. Itu semua diluar kemampuan kakak. Bukan kah aku yang seharusnya minta maaf di situ. Kalau saja aku ti…”


“Shuttt…. Berhenti menyalahkan dirimu. Sudah, jangan di ingat lagi. Yang terpenting kau sekarang baik-baik saja.”


“Ya, aku sangat lebih baik sekarang” jawab Kezia seraya tersenyum lebar pada Richard membuat Richard ikut tersenyum pula.

__ADS_1


“Zia, ingat ini baik-baik. Ketika aku memutuskan untuk jatuh cinta padamu. Maka aku akan jatuh cinta sejatuh-jatuhnya.”


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Mereka kembali ke kamar inap Kezia, ketika membuka pintu kamar di sana sudah ada Ameera yang duduk di sofa dengan wajah di tekuk.


“Kalian dari mana saja. Lupa waktu apa bagaimana?” protes Ameera langsung.


“Maaf..” jawab Kezia dan Richard serempak.


Membuat Ameera memutar bola matanya malas karena kekompakkan mereka berdua dalam menjawab.


Richard langsung memapah Kezia untuk berpindah ke ranjang.


“Istirahatlah, aku akan pergi sekarang” ucap Richard begitu manis bahkan tangannya terulur untuk mengusap pelan kepala Kezia.


“Iya, hati-hati kak.”


Setelah itu Richard mengambil jasnya yang tergelatak di kursi dekat ranjang Kezia kemudian berlalu pergi keluar kamar.


“Udah gitu aja? Pamitnya cuman sama lo? Sama gue nggak gitu?” ucap Ameera tak habis pikir. Atau mungkin Richard melupakannya atau bahkan tidak melihatnya sedang berdiri di samping ranjang Kezia pula.


Kezia malah tersenyum malu-malu mendengar penuturan Ameera.


“Lo kenapa Zi, lo nggak ketempelan kan karena habis dari luar?” ucap Ameera langsung bergidik ngeri.


“Iya, aku ketempelan Ra” ucapnya sembari senyum.


“Ha? Seriusan? Lo ketempelan apa Zi?”


“Ketempelan cintanya Kak Richard”


...----------------...


Next💗😘?

__ADS_1


__ADS_2