Borgol Cinta Pak Polisi

Borgol Cinta Pak Polisi
Part 17


__ADS_3

..."Dia yang menusukkan pisau kepadamu, tapi kamu yang meminta maaf karena darahmu mengenai kakinya....


...Terkesan tidak adil, tapi inilah takdir."...


Happy reading💗😘


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


“Kau tahu James, ternyata waktu tidak bisa menyembuhkan apa pun. Hanya saja, kita yang di paksa terbiasa dengan luka yang masih tersisa.”


Senyum smirk yang sempat terukir di sudut bibir James langsung menghilang mendengar penuturan dari Richard.


“Luka itu tidak akan sembuh sebelum dendam itu terbayar lunas Richard Anderson.” Ucap James dengan suara dingin.


Richard menoleh James yang tengah menatapnya pula dengan tatapan sendu. Ya, James mengingatkan Richard lagi bahwa dirinya adalah Richard Anderson bukan Richard Allaric.


“Cukup sudah keluarga kita habis di tangan pria badjingan itu, cukup sudah dia menikmati kebahagiaan di atas penderitaan kita.”

__ADS_1


James nampaknya sangat membenci William, mengingat bagaimana kejam dan sadisnya William membantaii semua keluarga besar Anderson beberapa tahun ke belakang.


Ya, James dan Richard merupakan keluarga asli Anderson.


Keluarga Anderson merupakan keluarga bangsawan berdarah Indonesia dan Italia yang mana perusahaan mereka bergerak di bidang transportasi dan jasa. Selain bergerak di bidang tersebut, Anderson juga bergerak di bisnis gelap. Yang mana bisnis yang di gelutinya adalah bisnis club dunia malam, perdagangan senjata dan barang ilegal lainnya.


Dulunya Anderson dan Ludwig merupakan sebuah partner bisnis yang saling mengsupport dan membantu satu sama lain. Namun semakin berjalannya waktu, relasi dari keduanya mulai memudar akibat persaingan bisnis yang semakin pesat.


Hingga yang menjadi awal mula pemicu perselisihan itu terjadi, kala keluarga Ludwig menghabisi beberapa anak buah dari Anderson ketika sedang dalam perjalanan mengantarkan barang pesanan. Bukan hanya itu saja, Ludwig pun mengacaukan tempat bisnis gelap dari Anderson salah satunya club malam serta meretas data-data penting milik dari Anderson.


Namun yang lebih parah dari itu adalah ketika Ludwig berusaha menghabisi nyawa dari Anderson sendiri, sahabat karibnya sendiri. Ternyata memang benar, musuh terbesar kita bukanlah orang jauh namun orang terdekat kita sendiri. Tak tanggung-tanggung Ludwig juga menghabisi nyawa dari istri Anderson Luciana ketika Anderson sedang pergi ke luar kota bahkan anak dari Anderson pun keluarga Ludwig incar.


Hingga malam itu, Anderson mendatangi Ludwig di markas menanyakan apa maksud Ludwig melakukan hal ini. Jika memang ada hal-hal yang membuat Ludwig marah perkara tentang bisinis maka itu bisa di selesaikan baik-baik tidak perlu menyeret keluarganya. Namun sayang, rupanya kedatangannya ke markas Ludwig seperti mengantar nyawa sendiri di kandang musuh. Ya, Ludwig menghabisi Anderson sampai tewas tanpa ada belas kasih.


Rupanya, peristiwa naas itu di saksikan oleh James anak dari Anderson sendiri. Ya, saat itu Anderson datang ke markas Ludwig bersama dengan anak buahnya tak lupa Ia membawa putra sulungnya, James. Oleh karena itu James amat sangat kental membenci keluarga besar dari Ludwig, termasuk William. Kejadian buruk itu benar-benar terjadi di depan matanya, bagaimana Ayahnya dan beberapa anak buah dari ayahnya di bantai habis oleh anak buah dari Ludwig.


“Chard, kita harus bisa membalas dendam itu. Jadilah jalan kita untuk memasuki markas dari William Ludwig” ujar James tegas.

__ADS_1


Richard memijat pangkal hidungnya, sepertinya Richard sedikit malas jika Ia melakukan balas dendam dengan cara seperti itu. Ia seakan-akan menusuk dari belakang, sungguh picik sekali menurutnya.


Jika boleh Richard pilih, Ia lebih baik menyerang langsung dari depan bukan dari belakang seperti ini. Menggunakan otot tanpa harus bermain kelicikan. Dan mengapa Richard mengatakan Ia menyerang dari belakang? Tentu saja karena Ia sudah mengelabui banyak orang melalui identitasnya harusnya namanya adalah Richard Anderson namun Ia mengakui di publik namanya adalah Richard Allaric, Ia juga mendekati William dengan sangat bagus tanpa cacat dengan menjadi sosok pria yang begitu baik di mata William. Dan sekarang kebohongan itu akan Ia teruskan ketika Ia telah di amanah kan untuk menjaga putri William, Kezia. Secara tidak langsung, William memberikannya akses untuk masuk mencari informasi penting pada William Ludwig. Bisa di katakan Richard akan menjadi mata-mata.


“Haruskah aku melakukan cara itu, apa tidak ada cara lain lagi?” tanya Richard sembari memainkan pemantik rokok di tangannya.


“Saudaraku, jangan tutup matamu. Tidak selamanya otot bisa di gunakan menyelesaikan masalah itu hanya akan memperlambat. Gunakan otak, pakai kelicikan mu. Mereka saja bisa licik kepada kita, lalu mengapa kita tidak boleh?.”


Mendengar itu, Richard menarik nafas panjangnya, sebaiknya Ia kembali ke kantor saja dari pada harus melanjutkan pembicaraan ini pada James.


“Aku pergi kak” ucap Richard pada James sembari mengambil jaket kulitnya yang tergeletak di sofa.


“Hem, ya. Jangan lupakan tujuanmu kau menerima tawaran dari William Chard. Gunakan logika, jangan pakai perasaan. Dan lagi, perlu kau ketahui manusia tetaplah manusia. Sebaik apa pun ada kalanya ia menyakiti, sesempurna apa pun ada kalanya ia mengecewakan. Manusia tetaplah manusia dan seni berinteraksi dengan manusia adalah bab panjang yang seolah tak ada habisnya. Tak akan ada hubungan antar manusia yang selalu berjalan mulus baik-baik saja. Yang ada hanyalah mereka yang mengedepankan toleransi dan pemakluman. Don’t blame anyone for our expectations. Sebagaimana kita tidak sempurna, maka orang lain pun sama.”


...----------------...


Next💗😘t?

__ADS_1


Tetaplah baik, jika beruntung kamu akan menemukan orang baik. Jika tidak, kamu akan di temukan oleh orang baik.


Have fun selalu guys💗😘


__ADS_2