
...Part 25...
..."Dunia ini ibarat bayangan. Kejar dia, dan kau tidak akan bisa menangkapnya. Balikkan badanmu darinya, dan dia tidak punya pilihan lain selain mengikutimu."...
Happy reading💗😘
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hari ini Kezia nampak begitu semangat tengah menunggu kedatangan seseorang menjemputnya, Kezia berencana menemui teman karibnya yang ikut pindah ke Indonesia pula.
"Lama banget si rica-rica datangnya" gerutu Kezia sembari celingak-celinguk memperhatikan pagar mansion terbuka atau tidak.
Tak butuh waktu lama, sebuah motor sport warna hitam masuk ke halaman mansion.
"Ayo naik" titah Richard langsung menyerahkan helm pada Kezia.
"What? Naik?" pekik Kezia bingung lantaran Richard menyuruhnya untuk naik di motor sportnya.
"Iya, apa lagi. Cepatlah bukan kah kau sudah mau terlambat" jawab Richard.
"Kak, naik mobil saja, Kezia takut naik motor." Memang benar Kezia tidak sekalipun naik motor, dia sudah terbiasa naik mobil sejak dirinya kecil. Jadi, ketika Richard mengajaknya naik motor tentu itu langsung di tolaknya.
"Sudah naik saja. Jakarta itu macet, kalau mau pake mobil mau jam berapa kau sampai di cafe XXX menemui temanmu itu" jelas Richard.
__ADS_1
Richard sejenak memperhatikan apa yang di pakai Kezia, "Kau juga tidak pakai rok, jadi tidak masalah. Ayolah cepat biar aku antar, aku harus ke kantor setelah mengantarmu."
Sungguh, Kezia kesal sekali rasanya menghadapi sosok di depannya ini. Sebagai bentuk protesnya, sebelum naik ke atas motor, dia menghentakkan kakinya dengan keras.
Sementara Richard, tentu saja pria itu hanya menatap datar.
Mungkin karena sudah lebih dua minggu Richard selalu di hadapkan dan di repotkan dengan gadis di depannya ini membuatnya sedikit jengah dan terkesan bodoh amat.
Ya, minggu lalu Richard kembali di minta oleh William untuk tetap menjaga Kezia karena rupanya gadis itu akan menetap di Indonesia bahkan pendidikannya juga ia lanjutkan di Indonesia, namun dengan tegas Richard menolak lantaran kesibukannya di kantor membuat dia harus memilih untuk fokus pada profesinya sebagai polisi saja.
Tapi bukan William namanya jika tidak bisa mendapatkan apa yang dia inginkan, hingga Richard mau tidak mau menyetujuinya namun dengan syarat tidak bisa terikat jelas dengan perjanjiannya untuk menjaga Kezia. Dan William pun menyetujuinya asalkan Richard mau saja, itu sudah cukup baginya.
Akhirnya mau tidak mau Kezia mengikuti instruksi dari Richard, "Jangan ngebut-ngebut ya kak, Kezia takut" ucapnya pada Richard yang sedang menatapnya di kaca spion.
"Apa kau tidak berpegangan?" tanya Richard sembari menghidupkan mesin motornya, Ia melihat Kezia sedang melipat kedua tangannya di dada.
"Tidak perlu, seperti ini juga tidak masalah bukan!" jawabnya percaya diri sekali.
“Terserah kau saja.”
Richard langsung menjalankan motornya keluar dari mansion dan menuju jalan raya. Belum beberapa meter mereka membelah jalan raya, Richard langsung melajukan motornya dengan kecepatan yang lumayan tinggi yang membuat Kezia reflek memeluk pinggang Richard begitu erat.
Berselang 15 menit mereka berdua langsung sampai di café yang menjadi tujuan Kezia.
__ADS_1
“Sudah, turun. Jangan memelukku terus” ujar Richard membuyarkan Kezia dengan melepaskan tangan Kezia yang tengah melingkar di perutnya.
“Hah? Sudah sampai?” ucap Kezia langsung celingak-celinguk.
Kezia sedikit bingung karena mereka secepat kilat sudah sampai di café XXX, di tambah lagi sepanjang perjalanan Kezia terus menutup matanya dan memilih memeluk serta bersandar pada punggung lebar Richard. Bukan modus sebenarnya Kezia bersikap seperti itu pada Richard, namun mengingat Richard yang membawa motor dalam keadaan ngebut seakan balapan membuat Kezia awas dan lebih memilih berpegangan.
Entah apa motif Richard membawa motor seperti itu, apa mungkin Richard berpikir semakin ngebut semakin dekat dengan Tuhan?.
Lalu apa Kezia tidak mengingatkan Richard untuk membawa motor pelan-pelan saja? Tentu saja sudah, bahkan sudah berkali-kali Kezia berbicara pada Richard namun Richard tidak ambil pusing, Ia malah semakin mempercepat melanjukan motornya membuat Kezia lebih memilih untuk diam dan berpegangan saja.
Kezia langsung turun dari motor dan berjalan masuk menuju café tanpa mengucapkan terima kasih pada Richard.
“Hei, hei lepas dulu helmnya baru masuk ke café” teriak Richard membuat Kezia langsung menghentikan langkahnya.
“Oh shittt.. Pantesan kepalaku rasanya berat sekali. Rupanya aku lupa lepas helm” batin Kezia menggerutu. Bagaimana bisa Ia melupakan untuk melepas helm.
Kezia langsung melepas helmnya dan memberikannya pada Richard yang masih ada di tempat yang tadi.
“Nih.. dasar rica-rica” sentak Kezia sembari memberikan helm pada Richard dengan kasar.
...----------------...
Next💗😘?
__ADS_1