Borgol Cinta Pak Polisi

Borgol Cinta Pak Polisi
Part 41


__ADS_3

...“Ada rindu, waktu tak ada. Ada waktu, tapi kau yang tidak ada.”...


Happy reading💗😘


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


“Mungkin yang paling erat lo peluk saat ini adalah yang paling kuat meremukkanmu nanti. Longgarkanlah, karena yang di lepaskan dengan terpaksa sakitnya tidak pernah sederhana, Zi” ujar Ameera pada sahabatnya yang sedang menatapnya lesu.


Kezia menatap nanar Ameera yang berdiri di hadapannya sekarang berganti posisi menjadi duduk di sebelahnya.


“Boleh gue ngomong sesuatu ke lo?” Tanya Ameera lagi, sementara Kezia hanya mengangguk saja.


“Gue nggak suka lo ngejalin hubungan sama Pak Richard” ucap Ameera pelan.


Mendengar penuturan Ameera, Kezia yang awalnya sendang menunduk langsung menoleh ke arah Ameera yang tengah menatapnya dengan tatapan tak terbaca.


“Maksud kamu apa, Ra?” Tanya Kezia dengan perasaan sedikit bercampur kaget dan kecewa karena penuturan sahabatnya tadi.


Ameera kemudian menggeleng pelan, “Pokoknya gue nggak suka Zi, dia nggak baik buat lo. Buktinya baru beberapa hari kemarin kalian menjalin hubungan, tapi lihatlah dia seakan hilang di telan bumi. Dia nggak memberi kabar ke lo, Zi” jelas Ameera pada Kezia yang masih menatapnya.


Kezia nampak sedikit berpikir dengan penuturan Ameera barusan, otaknya mengatakan bahwa apa yang di katakana Ameera itu ada benarnya namun perkataan hatinya sepertinya berbanding terbalik, hatinya berusaha menyangkal.


“Mungkin Kak Richard lagi sibuk, Ra” jawabnya pelan dan berusaha tersenyum meyakinkan dirinya dan juga Ameera bahwa ini hanya kesalahpahaman saja.


“Sibuk bagaimana? Harusnya lo mikir kalau dia sayang dan memang cinta sama lo sesibuk apa pun dia, dia akan berusaha memberi kabar sama lo biar lo itu nggak kepikiran” sanggah Ameera cepat bahkan nada suaranya sedikit lebih naik sekarang.


Kezia langsung mengerutkan keningnya menatap sahabatnya, “Kok kamu seakan nggak suka dengan hubungan kita sih, Ra” selidik Kezia seakan menuduh Ameera tidak menyukai hubungan Kezia dan Richard.


Mendengar penuturan Kezia, Ameera malah menghela nafas.


“Bukannya gue nggak suka Zi, tapi karena….”

__ADS_1


“Karena apa?”


“Karena gue tahu apa yang terbaik sama lo. Hubungan lo sama Pak Richard itu bukan atas dasar suka sama suka. Oke, lo suka sama dia. Tapi, belum tentu dia suka sama lo.”


Deg…


Rasanya hati Kezia seakan berhenti berdetak kala mendengar penuturan dari Ameera, “Nggak mungkin, Ra. Udah deh jangan semakin memperkeruh keadaan” jelas Kezia berusaha menampik kegundahan hatinya.


“Zi.. Dengarkan gue kali ini. Gue pernah pacaran dan ngerti bagaimana sikap seorang pria kalau dia memang benar-benar sayang ke kita. Gue yakin Pak Richard nggak sayang sama lo. Dia pasti hanya manfaatin lo Zi. Buka mata hati lo” ujar Ameera berharap Kezia mau mendengarnya.


“Manfaatin gimana?” Tanya Kezia langsung menyelidik Ameera yang tiba-tiba kaget.


Ameera langsung mengatupkan bibirnya, dia tersadar sepertinya ia kelepasan bicara.


Ameera berdehem untuk menghilangkan rasa gugupnya, “Udah lupain aja. Pokoknya gue nggak mau sahabat gue yang limited edition ini sakit hati” ujar Ameera seraya merapikan anak rambut Kezia.


“Duh mulut, nggak bisa di rem kalo ngomong” batin Ameera menjerit.


“Eh lo baru nyampe kan, makan dulu gih biar lo kuat dan cepat sembuh. Gue yang ambil ke bawah deh” pungkas Ameera langsung berdiri dan keluar dari kamar Kezia.


“Emang kamu tahu dimana area kitchen-nya Ra?” Tanya Kezia pada Ameera yang sudah memegang gagang pintu kamar Kezia.


Ameera yang mendengar penuturan Kezia langsung berbalik dan menoleh Kezia.


“Oh iya, gue nggak tahu juga ya kitchen lo sebelah mana. Nggak jadi deh. Suruh pelayan lo antar ke kamar aja deh dari pada gue tersesat. Kan makin ribet entar” pungkas Ameera tersenyum kikuk kembali menghampiri Kezia yang masih setia duduk di tepian ranjang.


“Sekalian minta bawain cemilan ya, Zi” ucap Ameera setelah itu ia langsung berbaring di ranjang Kezia.


Melihat kelakuan temannya yang kadang di luar prediksi hanya bisa geleng-geleng pelan.


Ia lantas mengambil ponselnya yang ada di atas nakas dan menghubungi Mbak Dania untuk membawa cemilan untuk Ameera. Untuk dirinya, ia sedang tidak minat makan.

__ADS_1


“Ra…” panggil Kezia pada sahabatnya yang sedang sibuk main game Mobile Legend.


“Hum…”


“Apa aku yang terlalu cepat kelewat baper ya?” pungkasnya dengan nada pelan.


“Ah elah. Udah nggak usah mikirin lagi itu cowok, belum tentu dia mikirin lo. Mending fokus dulu gih sama operasi punggung lo. Usahain menyatu jangan bolong lagi.”


“Sialan…” umpat Kezia langsung melempar bantal ke wajah Ameera.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sesayang apa pun kita sama seseorang, secinta apa pun kita ke orang lain. Kita tidak bisa mengendalikan perasaan mereka untuk tetap bertahan.


Satu-satunya yang bisa kita kendalikan adalah hanya diri sendiri agar jangan terlalu berlebihan menaruh ekspetasi bahwa mereka selalu ada.


Kita merindukannya, tapi belum tentu dia merindukan kita. Kita menginginkannya tapi belum tentu dia sebaliknya menginginkan kita.


Setelah kepulangan Ameera tadi sore, Kezia memikirkan apa penuturan dari sahabatnya itu, apa benar atau tidak. Rasanya ia ingin bertanya langsung pada orang yang bersangkutan namun sialnya orang tersebut tidak ada waktu sama sekali bahkan hilang kabar.


Apakah Kezia harus bertanya pada angin malam? Atau rumput yang bergoyang? Untuk menyampaikan dan meluapkan keresehan serta kegundahan hatinya?.


“Huffttt… baru juga di mulai. Belum sepertiga perjalanan masa udah mau di tutup kisahnya” lirih Kezia di taman belakang mansion. Ya, Kezia sedang di taman belakang dan duduk sendiri tanpa di temani oleh Mbak Dania yang notabene pelayanan pribadinya dengan alasan ia butuh waktu sendiri.


Ia sedang menatap langit yang sudah malam di hiasi dengan bulan dan beberapa kelip bintang di atas sana berharap ada secercah harapan untuk pikirannya yang kusut saat ini.


“Kita harus belajar melepas Kezia. Karena terkadang ketika kita merawat sesuatu yang sudah rusak, justru itu hanya akan merusak kita” ujar Zain sang asisten papanya yang Kezia tidak tahu kapan pria tersebut berada di belakang kursi yang sedang ia duduki.


...----------------...


Next💗😘?

__ADS_1


__ADS_2