Borgol Cinta Pak Polisi

Borgol Cinta Pak Polisi
Part 46


__ADS_3

..."Jika matahari mengalah pada malam, maka aku di sini menyerah pada perasaanku untuk dirimu."...


Happy reading💗😘


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sepenggal cerita yang akhirnya membuat mata hati Kezia terbuka tentang seseorang yang tengah mendekatinya. Miris sekali, dia yang sudah senang dan bahagia karena orang tersebut, namun rupanya kebahagiaan itu hanya kepalsuan belaka. Itu hanya kepura-puraan saja.


Saat ini Kezia tengah berada di balkon kamarnya, setelah pulang ia langsung menuju ke kamarnya dan mengurung diri seraya menatap langit yang perlahan mulai gelap.


Sejenak, dirinya duduk dan bersandar pada kursi di balkonnya seraya menatap nanar jauh ke depan.


Tanpa di sadarinya, ada bulir mata yang jatuh membasahi pipinya.


Sadar akan hal itu, ia langsung menghapus dengan kasar sisa air mata yang membasahi pipinya.


"Kaparat sialan!! Kau benar-benar pembohong !!!" umpatnya kesal.


Kezia langsung menutup wajahnya dengan kedua tangannya,


"Ahkk........!!!!!! bisakah kau jangan menangis Kezia!! Bisakah kau tidak lemah. Sudah ku bilang jangan menangisi badjingan itu!!" bentaknya pada diri sendiri.


Dia mengatakan untuk tidak menangis, tapi lihatlah dirinya sekarang malah menangis sesegukkan.


Kezia benar-benar merasakan sakit luar biasa tepat di hatinya. Seenggok daging itu seperti sedang di sayat oleh pisau yang membuat dirinya benar-benar merasakan luka.


"Hiks... hiks... hiks.... sudah ku bilang jangan menangis" ucapnya lagi namun dengan suara rintih seraya menahan diri untuk bisa berhenti menangis.


"Baiklah, mari menangis untuk dia. Tapi, cukup ini yang pertama dan yang terakhir. setelah itu mari mengukir senyum lagi" ucapnya berusaha menguatkan diri.


Ia memukul dadanya yang seperti sedang di himpit oleh bebatuan besar. Sungguh menyesakkan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di kota lain,


William sedang bertemu dengan seorang detektif yang disewanya di sebuah ruangan VVIP di restoran terkenal di kota XXX.


"Informasi apa yang kau bawa?" ucapnya seraya menyesap rokok di tangannya.

__ADS_1


"Dari info yang kita dapat, 95% menunjukkan bahwa tuan Richard Anderson adalah saudara kandung dari tuan James Allaric" ucapnya sembari menyerahkan sebuah berkas yang merupakan hasil penyelidikan detektif tersebut.


William langsung mematikan putung rokoknya dan mengambil berkas tersebut dan membukanya.


William tampak fokus membaca satu persatu halaman berkas tersebut dan tak lama senyum tipis mengukir wajahnya yang masih terlihat tampan.


"Dasar berandall nakal, sangat suka membohongi orang tua" tuturnya di selingi tawa kecil yang keluar dari mulutnya.


Detektif tadi hanya diam saja melihat respon yang di berikan William ketika memeriksa berkas hasil dari informasi yang ia cari.


"Lalu, untuk James bagaimana?" tanya William kemudian setelah meletakkan berkas tersebut di atas meja.


"Tuan James sepertinya sedang menyusun rencana untuk menyerang Anda tuan" pungkas detektif tadi langsung menatap mata William.


William yang mendengar itu, langsung menaikkan sebelah alisnya pertanda untuk meminta penjelasan lebih lanjut.


Detektif tersebut langsung menjelaskan detail informasi yang ia kumpulkan pada sang tuan, William.


Brakkk.....


William langsung memukul meja dengan keras bahkan langsung berdiri dari tempatnya.


"Kurang ajar!!!!" bentaknya langsung berkacak pinggang.


Ya, Zain dari tadi memang tidak ada di ruangan tadi, karena William menyuruhnya untuk berjaga di luar saja.


"Tuan...." ucap Zain langsung siaga.


William langsung menatap sang asisten dan memintanya untuk mendekat lewat isyarat tangan yang melambai ke arahnya.


Entah apa yang William bisikkan pada Zain yang jelas sang asisten langsung mengangguk dan mengiyakan.


"Baik tuan."


Setelah mengatakan demikian, Zain langsung pait undur diri keluar dari ruangan sang tuan.


Zain yang sudah keluar langsung menghubungi seseorang lewat ponselnya.


"Hallo...."

__ADS_1


"...."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Kembali ke ibu kota Jakarta, seorang pria yang sedang menggunakan jaket hitam, topi hitam tak lupa masker hitam juga ia gunakan supaya tak ada seorang pun yang mengenalinya berhenti di sekitar mansion milik William Ludwig.


Pria tersebut tengah menatap lantai 2 yang mana ruangan tersebut sepertinya adalah kamar dan bisa di pastikan bahwa pemilik kamar tersebut adalah Kezia.


Ia melihat bahwa lampu kamar Kezia masih menyala belum di matikan, pertanda orang di dalamnya masih belum tidur.


Ia melirik arloji di tangannya. Waktu sudah menunjukkan 01.25 WIB dini hari.


"Bocah itu.. Selalu saja..." ucap Richard menghela nafas seraya menggeleng pelan.


Ya, pria tersebut adalah Richard Anderson sedang memantau apakah Kezia sudah tidur atau belum.


Richard terdiam pelan memandangi kamar sang gadis yang telah tertutup namun lampu kamarnya masih belum di matikan.


Ia langsung merogoh ponselnya di saku jaketnya mengecek seseorang apakah masih online atau tidak di sosial medianya.


Ia menyerngitkan keningnya.


"Dia memblokirku?"


...----------------...


Next💗😘??


.


.


.


Maaf baru update hari ini guys, lagi hek tik di real life😁


Besok di usahakan up tiap hari ya💗😘


terima kasih yang selalu stay❣️🕊️

__ADS_1


btw jangan lupa di vote ya mumpung hari Senin😁❣️❣️


See you in the next chapter guys💗💗😘


__ADS_2