Borgol Cinta Pak Polisi

Borgol Cinta Pak Polisi
Part 26


__ADS_3

...“Matahari tidak perlu bersuara mengatakan bahwa dia bersinar. Langit juga tidak perlu berbisik mengatakan kalau dia tinggi....


...Karena apa? Karena kita akan tau dengan sendirinya.”...


Happy reading💗😘


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah selesai menyerahkan helm pada Richard, Kezia langsung masuk ke dalam café menemui temannya yang baru sampai di Indonesia.


“Kezia….” Sapa Ameera yang merupakan sahabat karibnya selama Ia berada di paman sam.


“Ameera…” balas Kezia langsung berlari ke tempat meja yang kebetulan tidak jauh di pintu café.


Kedua orang itu langsung berpelukan.


“Oh my god, gue kangen banget sama lo Zi” ucap Ameera sedikit mendrama.


“Dih mulai lagi deh lebainya” balas Kezia memukul tangan sahabatnya dengan pelan.

__ADS_1


Ameera hanya nyengir saja menanggapi perkataan dari Kezia barusan.


“Tapi emang bener Zi, I’m so miss you. Pada hal baru 2 minggu lebih lo pindah ke Indonesia” jelas Ameera sembari menarik Kezia untuk duduk.


“Tapi Zi, kok bisa sih lo mendadak stay di Indonesia sampai pindah kuliah lagi. Bokap lo nggak bangkrut kan?” Tanya Ameera langsung.


Kezia langsung mentoyor kepala Ameera, “Omonganmu asin plus asem Ra, sampe bilang Papa aku bangkrut lagi” ucap Kezia tak habis piker dengan pikiran temannya ini.


Ameera hanya mengangkat kedua bahunya, “Yah kan gue nggak tahu Zi. Makanya cerita.”


Memang Kezia tidak menceritakan kronologi bagaimana bisa Kezia tiba-tiba langsung stay di Indonesia. Kezia hanya mengatakan Ia akan pindah kuliah di universitas yang cukup terkenal di Jakarta di karenakan Kezia akan menetap di Indonesia bersama Papanya.


Mendapat info bahwa sahabat karibnya pindah kuliah di Indonesia membuat Ameera juga bertekad pindah kuliah di Indonesia dan itu tentunya di setujui oleh kedua orang tua dari Ameera tanpa ada pertimbangan sama sekali. Sangat simple sekali bukan? Dan sangat setia kawan sekali Ameera ini pada sahabatnya.


“Of course bestie” jawab Ameera santai.


Membuat Kezia hanya bisa geleng-geleng kepala dengan kelakuan temannya yang satu ini. Ya walau memang teman dekat Kezia juga hanya Ameera seorang.


“Dad sama Mom Ameera emang ngizinin kalau kamu lanjut kuliah di sini?” tanya Kezia.

__ADS_1


“Lo kayak nggak tahu sifat bokap sama nyokap gue aja deh Zi. Mereka mana sempet mikirin hal yang kayak gitu. Gue hidup atau mati saja belum tentu mereka mikirin” ucap Ameera tersenyum kecut.


Ya, Ameera bisa di bilang anak yang tergolong broken home walau orang tuanya masih bersama namun mereka berdua tidak pernah sekali pun meluangkan waktunya bersama Ameera. Semua kehidupan Ameera di tentukan oleh dirinya sendiri, untuk masalah finansial Ameera sudah lebih dari cukup namun untuk kasih saying dari kedua sosok yang membuatnya bisa ada di dunia ini sepertinya nyaris tidak Ia dapatkan.


“Kamu nggak boleh ngomong kayak gitu Ra” tegur Kezia pada sahabatnya.


“Itu kenyataanya Zi, dan gue ga menampik hal itu. Udah sih please jangan bahas itu lagi” ujar Ameera yang tidak ingin suasana hatinya bertambah buruk.


Kezia pun hanya mengangguk saja, Ia sangat paham bagaimana perasaan Ameera tiap kali membahas tentang keluarga. Jalan cerita mereka hampir sama. Punya cerita pahit masing-masing tentang bagaimana sikap keluarga yang mereka dapatkan.


“Oh iya Zi, tadi yang nganter lo ke sini siapa? Tumben bukan Om Damian? Cowok lo ya?” Tanya Ameera beruntun bahkan sorot matanya seakan menyelidik.


“Bodyguard yang baru” jawab Kezia asal sembari menyeruput minum.


“Oh body bodyguard, kirain pacar. Berarti masih ada lowongan lah” cengir Ameera sembari menaikkan sebelah matanya pada Kezia.


“Lowongan apa?” Tanya Kezia bingung.


“Lowongan untuk jadi pacar.”

__ADS_1


...----------------...


Next💗😘?


__ADS_2