Borgol Cinta Pak Polisi

Borgol Cinta Pak Polisi
Part 13


__ADS_3

...“Di telaah dulu, bosan sama orangnya atau situasinya?...


...Yang perlu di ganti orangnya atau suasananya?...


...Yang bermasalah orangnya atau komunikasinya?...


...Kadang kita terlalu emosi sampai lupa, Cuma perlu membetulkan bukan membuang.”...


Happy reading💗😘


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jika saat ini William tengah sibuk memberikan sedikit pelajaran kepada dua orang yang telah menjebak Kezia dan Damian. Maka lain halnya yang di lakukan Richard setelah Ia selesai melakukan rapar internal dengan Kepala Bagian mereka.


Dua pria tersebut sedang terlibat berbincang di tempat parkir motor, Richard yang sedang sibuk menggunakan jaket kulit warna hitam menoleh pada boy.


“Chad, menurutmu aneh sekali bukan William tetap menyembunyikan putrinya pada publik?” tanya Boy bersandar pada motor sport miliknya.


Richard hanya mengangkat dua bahunya, “Entahlah aku tidak tahu. Bukan kah itu haknya? Jadi ya biarkan saja” jawab Richard setidak peduli dengan pertanyaan Boy.


“Tapi Chad, ternyata anak William itu lumayan cantik juga ya?” ucap Boy sambil tersenyum seakan sedang membayangkan paras cantik dari Kezia.


Richard malah terkekeh pada sikap yang di tunjukkan Boy, “Kau itu, lihat yang bening sedikit saja langsung kesemsem” ejek Richard seraya menepuk punggung Boy pelan.


Boy malah tertawa terbahak-bahak menanggapi perkataan dari Richard, “Dia memang cantik bro. Bening, tubuhnya yang bak gitar spanyol dan perpaduan wajah yang manis dan lugu pokoknya udah top lah.”


“Sudahlah, kejarlah kalau kau memang tertarik pada anak William” ucap Richard langsung melajukan motor sportnya yang berwarna hitam.


“Ays, lihatlah dia sangat sopan sekali. Orang sedang mengajaknya berbicara malah di tinggal begitu saja” gerutu Boy seraya meninju angin dengan kepalan tangannya lantaran kesal dengan Richard yang meninggalkannya di tempat parkir.


Sementara Richard sendiri sedang mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi. Tatapan matanya di balik kaca helm yang di pakainya nampak sangat tajam, entahlah apa yang sedang di pikirkan pria itu.


“Oh shittt, apa yang sedang ku pikirkan” gerutu Richard pada dirinya.

__ADS_1


Ia yang sedang mengendarai dengan kecepatan tinggi langsung memutar balik, “Ya, aku harus memastikannya sendiri.”


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Kezia dan Dania saat ini sedang berada di minimarket terdekat di mansion mereka untuk sekedar membeli camilan dan juga minuman dingin.


“Non, jangan lama-lama loh kita di sini. Kalau ketahuan sama Tuan bisa habis di marahi Mbak nanti” pinta Dania pada Kezia yang tengah sibuk memilih varian ice cream di freezer ice cream.


Ya, setelah Kezia menanyakan banyak hal seputar Papanya pada Dania, Kezia kembali mengajak Dania keluar untuk mencari udara segar sekaligus belanja di minimarket terdekat. Pada hal bisa saja Ia meminta kepada para pekerja di mansion Papanya untuk membeli ice cream yang Ia mau, namun Kezia tidak mau. Ia memilih untuk pergi sendiri bersama dengan Dania.


“Haish, Mbak tenang saja. Papa tidak akan memarahi Mbak kok. Jadi tenang saja ya” ucap Kezia tanpa menoleh Dania yang sedang gusar memikirkan cara agar Kezia cepat pulang ke mansion, sementara Kezia sendiri, Ia sedang asik memilih dan membandingkan varian ice cream apa yang harus Ia pilih.


“Menurut Mbak bagusan ice cream Magnum apa ice cream cornetto?” tanyanya sembari memegang ice cream yang sudah Ia sebut tadi pada kedua tangannya.


Dania tidak habis pikir, perkara memilih ice cream saja sangat lama, “Ambil saja dua-duanya Non biar Non bisa menikmati keduanya” ujar Dania memberi solusi pada Kezia yang tengah kebingungan memilih ice cream yang beli.


“Wah kau benar Mbak. Kalau begitu setiap satu merek ice creamnya kita ambil satu ya” balas Kezia.


“Hah? Buat apa Non. Apa Non mau berencana mencicipi semua ice creamnya malam ini?” tanya Dania tak habis pikir andai Kezia akan memakan semua ice cream yang akan Ia beli.


Sebenarnya yang membuat Dania tidak habis pikir lagi, sepertinya Kezia akan memborong semua isi dari freezer ice cream tersebut. Buktinya, Kezia mengambil tanpa memilih lagi varian ice cream yang di ambilnya baik dari cup, stick, dan bentuk yang lainnya.


“Non, sudah cukup itu ice creamnya. Aku takut Tuan sudah pulang dan akan memarahi kita” pinta Dania dengan wajah memelasnya.


Namun Kezia malah melempar tersenyum dan tetap asik mengambil ice cream.


“Ya, apa kau tidak mengerti bagaimana perasaan orang yang sedang kau bawa saat ini. Jangan menyiksa orang lain hanya demi kesenanganmu semata” ucap pria yang tengah mengambil air mineral yang dingin di dalam kulkas yang berdekatan dengan tempat Kezia sibuk mengambil ice cream.


Mendengar itu, Kezia sontak menghentikan pergerakan tangannya mengambil ice cream dan melihat siapa pria yang bersuara tadi


“Kauuuuu..” pekik Kezia begitu keras.


...----------------...

__ADS_1


Next💗😘?


.


.


Heii ketemu lagi di akhir chapter😗😗..


gimana cerita kalian tentang hari ini?


semoga kalian menikmati harinya ya hehe...


Hari kalian menyenangkan ? Maka bersyukurlah untuk hari yang seru itu.


Hari kalian buruk? Tetap semangat ya, yakin besok pasti lebih parah😂🤭.... Canda hehe


Btw mau nanya juga...


kalian pernah merasa tidak di sukai sekitar tidak?


pernah merasa terbuang?


di kecewakan?


sakit hati?


di khianati?


sepi?


kalo pernah.......


ya gapapa sih cuma nanya aku juga🙂🙂

__ADS_1


See you in next chapter 💗😘


__ADS_2