Borgol Cinta Pak Polisi

Borgol Cinta Pak Polisi
Part 60


__ADS_3

...“Kelak kau akan temukan ia yang dengan bangga memperkenalkanmu pada dunia, ia yang tahu banyak kekuranganmu tapi membuatmu percaya bahwa alasan ia tinggal bukan hanya karena kelebihanmu saja”...


Happy reading😘


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


What!! Bagaimana bisa dia disini!!!. Pekik Kezia dalam hati.


Sialnya rupanya sosok yang ia lihat itu malah tersenyum bahkan melambai padanya membuat Kezia semakin kebingungan.


“Jangan bilang dia mengikuti ku? Oh my gosh!! Yang benar saja” gumam Kezia tak habis pikir.


Ya, rupanya Richard orang yang dilihat Kezia barusan.


Tak butuh waktu lama, ponsel Kezia berdering menandakan ada notifikasi masuk dari aplikasi hijaunya.


Maaf. Jangan salah paham. Aku tidak berniat membuntutimu.


Itu adalah pesan yang dikirimkan Richard barusan, Kezia membacanya dengan seksama. Kemudian kembali menatap Richard dari kejauhan dan rupanya Richard sudah berniat pergi meninggalkan lingkungan sekitar villa.


Lamunannya langsung buyar kala Ameera memanggilnya dari dalam kamar.


“Zi!!!.”


Kezia langsung menoleh dan segera masuk ke dalam kamar. Ia melihat Ameera sedang membereskan barang-barangnya di bantu oleh maminya.


“Kamu kok mengemas barang Ra? Ada apa ini?” tanya Kezia bingung.


“Udah, mending lo beresin barang-barang lo juga Zi. Kita harus pergi dari neraka ini” jawab Ameera.


“Iya, tapi kenapa?” tanya Kezia lagi.


“Percuma bertahan di tempat yang membuat kita tersiksa, Kezia.”


Yang mengatakan demikian bukanlah Ameera, melainkan Nela, mami dari Ameera.


Mendengar itu, Kezia langsung berkedip dan bengong beberapa saat apa maksud dari perkataan Nela.

__ADS_1


Ameera yang melihat kebingungan diwajah sahabatnya langsung buka suara.


“Mami udah putusin buat ninggalin bokap gue yang kerasnya ga ngotak dan arogan.”


Nela menganggukan kepalanya membenarkan apa yang barusan dikatakan oleh Ameera.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Mereka bertiga langsung menuruni tangga dengan membawa barang milik Ameera dan Kezia. Tiba dilantai dasar, Nela menyuruh Ameera dan Kezia menunggunya sebentar ia perlu ke kamarnya mengambil barang-barang yang sekiranya dibutuhkan.


Kezia dan Ameera hanya mengangguk saja.


Nela langsung menuju kamar mereka, membuka kamar dengan kasar. Di sana ia melihat sang suami tengah berdiri di luar balkon kamar seraya menghisap rokok putihnya. Nela tidak mengambil pusing, ia kembali fokus pada tujuan utamanya. Ia tidak ingin membuang waktu lebih lama lagi, ia segera mengambil dan membuka koper sedang dan memasukkan beberapa potong bajunya.


Mendengar suara grasak-grusuk dari dalam kamarnya, Yuda spontan menoleh dan ternyata Nela, sang istri sedang mengemas beberapa barangnya.


“Shitttt!!!” umpatnya langsung membuang sembarang putung rokoknya.


Yuda langsung menghampiri Nela yang ternyata sudah bersiap pergi meninggalkan kamar membawa satu koper yang diyakini sudah terisi beberapa pakaian milik sang istri dan juga tas selempang.


“Nela!! Mau kemana kau, hah!!!” teriak Yuda sembari menarik kasar koper yang dibawa oleh Nela.


Yuda langsung terdiam sejenak sebelum akhirnya emosinya kembali meluap-luap.


“Sadar apa yang kau katakan barusan, Nela?” tanya Yuda dengan pelan namun penuh dengan penekanan. Rahangnya sudah mengeras, tangannya pula sudah mengepal.


“Iya. Aku sangat sadar. Dan aku sangat menyesali sebenarnya karena aku terlambat sadar membuka suara dan mata.”


Nela menjawab pertanyaan Yuda dengan datar, sangat amat datar. Bahkan matanya memancarkan aura kebencian yang mendalam.


“Jangan belagu Nela. Cepat kembalikan barang bawaanmu ke tempatnya. Ah atau jangan-jangan kau sudah berani melawan ku sekarang, hem?” seringai Yuda mendekati Nela.


“Iya. Aku sekarang berani melawanmu setelah sekian lama!!! Sekarang biarkan aku pergi, Yuda. Aku sudah muak hidup didalam neraka bersamamu” teriak Nela penuh emosi. Bahkan dengan sengaja ia mendorong Yuda dengan kasar sehingga sang suami jatuh dilantai.


Tidak ada rasa kasihan dan empati lagi, Nela memutuskan untuk segera keluar. Di luar ia sudah ditunggu oleh Kezia dan Ameera.


“Ayo kita pergi” titah Nela pada keduanya dan langsung di angguki.

__ADS_1


Belum jauh kaki mereka melangkah, suara bariton pria menghentikan langkah kaki mereka bertiga.


“Berani kau angkat kaki dari rumah ini, jangan harap kau bisa kembali lagi!!” ancam Yuda penuh emosi.


Nela hanya tersenyum, “Dengan senang hati.”


Yuda kaget karena rupanya ancaman yang dia berikan tidak membuat Nela takut dengannya. Dengan langkah lebar penuh emosi menghampiri Nela.


“Dasar wanita tidak tahu di untung, begini caramu berterima kasih, hah!!!” pekik Yuda langsung mencekram kuat dagu Nela. Sontak hal itu membuat Kezia dan Ameera langsung melerai keduanya. Sekuat tenaga Ameera dan Kezia melepaskan tangan Yuda, akhirnya terlepas.


“Shit!! Apa yang kalian lakukan!!” teriak Yuda. Ia menatap nyalang Kezia dan Ameera.


“Dan kau, sudah berani melawan, dasar anak yang tidak diinginkan. Bagusnya kau memang lenyap dan tidak lahir di dunia” umpat Yuda menunjuk wajah Ameera penuh dengan kebencian.


“Dan kalau boleh aku memilih, aku juga tidak ingin lahir dari ayah sepertimu” jawab Ameera tak kalah lantangnya.


“Kurang ajar!! Sudah berani melawan” ucap Yuda, ia hendak mendekati Ameera dan menamparnya dan langkahnya terhenti kala Nela berbicara.


“Cukup, Yuda. Ku mohon cukup!!” teriak Nela frustasi. Disitu Nela sudah menangis dan sepertinya sudah berada di titik menyerah.


“Kau memang tidak pernah berubah. Sepertinya harapan ku saja yang terlalu besar. Ku pikir kau bisa menerima Ameera seiring berjalannya waktu, namun ternyata tidak. Dulu aku pernah memimpikan hidup bersama dan saling mengasihi sampai tua. Namun sepertinya semesta tak mengizinkan.”


Yuda langsung terdiam seribu bahasa. Ia menatap manik mata sang istri memancarkan kekecewaan yang amat mendalam padanya.


“Jadi, biarkan aku pergi. Jika kau tidak bisa menerima Ameera yang notabenenya adalah anak kandungmu sendiri dan hanya karena ia terlahir sebagai anak perempuan kau tidak bisa menerimanya. Kau tidak menerima Ameera, itu artinya kau tidak bisa menerimaku juga, Yud. Jadi, biarkan aku pergi. Aku sudah lelah dengan keadaan rumah tangga yang kita jalani ini. Banyaknya tuntutan yang kau berikan membuat aku berada dititik menyerah dan putus asa.”


Yuda berusaha tertawa walaupun ucapan Nela barusan seperti tamparan keras baginya. Karena apa yang dikatakan Nela merupakan hal yang benar.


“Kau melukai aku dengan sadar, dan aku tetap bertahan dengan sabar. Entah cinta macam apa yang semesta kirim di antara aku dan kamu, Yud. Sehingga dulu aku juga ikut membenci dan menuntut banyak hal pada putri kita. Namun sekarang aku sadar, semua itu salah, sangat salah!! Kau bukan sosok pria yang menerima aku dan juga Ameera apa adanya.”


Ucap Nela penuh penekanan. Ia lantas menoleh Kezia dan Ameera, “Ayo, pergi”.


Keduanya langsung mengikuti arahan dari Nela. Membawa barang bawaan mereka dan keluar dari villa tersebut. Nela mengambil kopernya yang tergeletak di lantai.


“Aku pergi, mas dan mungkin seperti yang kau katakan tadi, aku juga tidak akan kembali lagi. Mungkin perjalanan rumah tangga kita hanya sampai disini saja. Tolong, jaga dirimu baik-baik.”


Setelah mengucapkan itu, Nela pergi meninggalkan Yuda yang terdiam mematung.

__ADS_1


Next😘🕊️?


__ADS_2