Borgol Cinta Pak Polisi

Borgol Cinta Pak Polisi
Part 44


__ADS_3

...“Aku tidak setegar kelihatannya, aku manusia biasa. Aku punya rasa lelah, punya rasa menyerah, pernah berpikir untuk berhenti. Namun tidak jadi, karena Tuhan masih berbaik hati.”...


Happy reading💗😘


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


“Ra. Kamu mau tahu tidak cerita bagaimana aku sekarang” ucap Kezia pelan kala tangannya di tarik paksa oleh Ameera.


Ameera seketika langsung diam, menatap sorot mata sahabatnya yang nampak sendu.


“Apa?”


“Aku tidak takut di khianati atau di bohongi lagi oleh seseorang, karena hal itu hanya membuktikan dirinya sendiri. Aku juga tidak takut di kecewakan lagi, karena hal itu sudah berkali-kali. Aku sudah terbiasa.”


Setelah mengucapkan itu, Kezia tersenyum kecut dengan sorot mata yang sedang menandakan kekecewaan penuh.


Perlahan, Ameera melepaskan pergelangan tangan Kezia yang dia genggam. Ia langsung memeluk sahabatnya yang sepertinya sedang rapuh.


“Zi, sorry” ucapnya.


Kezia hanya mengulas senyum saja dan membalas pelukan dari sahabatnya.


“Kenapa minta maaf?”


“Maaf aku gagal jadi sahabat yang bisa ngertiin perasaan lo” ujarnya.


Kezia kemudian melerai pelukan dari Ameera, “Kamu tidak pernah gagal Ra. Kamu sahabat aku yang selalu ngerti aku dan selalu memberi yang terbaik untuk aku. Terima kasih” tutur Kezia tulus.


Mendengar itu Ameera tersenyum.


“Jadi katakan kita datang ke sini untuk apa?” ucap Ameera setelah drama persahabatan selesai.


Tidak langsung menjawab, Kezia menggigit bibir bawahnya seraya memasang mimik wajah yang kikuk.


“Aku hanya ingin tahu saja, apa kak Richard masih di tinggal di apartemen ini atau tidak” jelas Kezia jujur walau tidak sepenuhnya.


Ameera yang mendengar penuturan dari Kezia hanya manggut-manggut saja.


Tak sengaja sorot matanya menangkap sosok Richard dari kejauhan.

__ADS_1


“Eh, Zi. Itu pak Richard bukan sih?” Tanya Ameera memastikan takut matanya salah lihat.


Sontak Kezia langsung menoleh ke belakang memastikan apa yang baru saja di lihat oleh sahabatnya, Ameera.


Dari kejauhan nampak Richard sedang berjalan ke arah mereka namun orangnya sedang sibuk dengan gawai di tangannya


“Oooh iya… itu kak Ricahrd” jawab Kezia kembali menatap Ameera.


Ameera hanya manggut-manggut saja mendengar penuturan sahabatnya.


Satu detik.. dua detik.. tiga detik..


Baik Kezia maupun Ameera langsung saling bertatap-tatapan dengan ekspresi kaget bercampur bingung luar biasa.


“Kak Richard!!!” “Pak Richard!!!” pekik keduanya kompak.


Keduanya yang awalnya nge-blank di susul dengan rasa kaget karena yang sedang mereka cari sedang menuju ke arah mereka.


“Sembunyi!!!!! sembunyi!!!!” ujar Kezia langsung menarik tangan sahabatnya ke arah lorong yang lain.


Mereka berdua langsung bersembunyi di balik tembok yang lumayan jauh Richard berada sekarang.


Setelah memastikan Richard masuk ke dalam lift, Kezia dan Ameera langsung saling bertatap-tatapan kembali.


“Udah pergi” ujar Kezia pelan dan di balas anggukkan oleh Ameera.


Tapi tunggu sebentar, Ameera langsung memicingkan matanya pada Kezia, “Kenapa kita sembunyi?” tanyanya.


“Lah iya juga ya. Ngapain kita sembunyi ya?” Tanya balik Kezia.


Keduanya langsung merutuki sekaligus menertawakan kebodohan yang mereka lakukan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Saat ini Richard sedang bersantai di salah satu café dekat apartemennya. Ia memilih yang dekat dengan jendela kaca dengan tujuan bisa melihat pemandangan dari luar.


Sejenak Richard melirik arlojinya, “Dasar kaparrat. Dia selalu tidak pernah tepat waktu” umpat Richard.


Hari ini Richard memiliki janji untuk menemui James di café terdekat di apartemennya. Namun sepertinya James sedikit terlambat. Buktinya sudah setengah jam lewat dari waktu janjinya namun James masih belum kelihatan batang hidungnya.

__ADS_1


Diam-diam, Ameera dan Kezia mengikuti Richard. Mereka tidak langsung datang dan masuk ke dalam café, keduanya hanya memantau dari dalam mobil karena tidak ingin mengambil resiko lebih. Keduanya tidak tahu jikalau Richard menemui seseorang di café itu ataupun hanya sekedar untuk nongkrong saja. Fokus mereka hanyalah memantau kegiatan Richard dari jauh.


“Zi, kenapa kita harus nunggu di sini. Kenapa lo nggak samperin aja itu anak?” Tanya Ameera.


“Nggak bisa untuk sekarang, Ra” jawab Kezia sembari terus fokus melihat pergerakan Richard di dalam café.Untung saja kaca jendela dari café tersebut transparan.


Ameera langsung terdiam, ia nampak hanyut dalam pikirannya. Mungkin memang ada benarnya Kezia tidak menemui Richard dalam keadaan sekarang.


Ameera melihat Kezia yang terus fokus melihat Richard dari dalam mobil. Ia langsung teringat harus menghubungi seseorang untuk memberi informasi tentang keberadaan dan kegiatan yang di lakukan Kezia.


Tak lama kemudian, seseorang menghampiri Richard. Pria tersebut menggunakan jaket dan topi hitam namun sayang wajahnya tidak begitu terlihat jelas di pandangan Kezia dan Ameera karena wajahnya hanya bisa terlihat dari samping saja.


Pria tersebut Nampak membicarakan sesuatu hal pada Richard, nampak sekali wajah pria tersebut berseri-seri sedangkan Richard adalah kebalikannya.


Ya, wajah Richard semakin datar dan juga kecut ketika pria tadi datang duduk di hadapannya. Kedua orang tersebut sepertinya terlibat pembicaraan serius setelah itu terbukti dari mimik wajah keduanya yang sangat serius.


Kezia nampak berpikir keras bagaimana caranya agar ia bisa mengetahui sosok pria yang sedang mengobrol dengan Richard.


“Aku harus memastikan orang tersebut James atau bukan” ujar batinnya.


Ia langsung mengambil ponselnya bermerek Samsung galaxy S21 di dalam tasnya. Ia kemudian membuka kamera dan perlahan meng-zoom pada pria yang sedang mengobrol dengan Richard.


“Lo ngapain zoom pria itu? Mau foto? Dia bukan artis Zi” tutur Ameera pada Kezia yang sedang sibuk mengambil gambar pria tadi.


“Ssst…. Diam dulu Ra.”


Ia kemudian melihat hasil jepretannya.


“Shittt!!! Tetap saja mukanya tidak kelihatan” kesal Kezia.


“Lo kenapa sih? Penasaran sama muka tuh cowok?” Tanya Ameera.


“Iya, Ra”


Ketika keduanya sedang sibuk ngobrol, pria tadi membuka topinya dan tak sengaja wajahnya tertangkap jelas pada penglihatan Kezia dan Ameera.


“James” ucap Kezia pelan.


...----------------...

__ADS_1


Next💗😘?


__ADS_2