Bukan Sekedar Menikahi

Bukan Sekedar Menikahi
Masakan yang tidak enak


__ADS_3

Pagi harinya Hana terbangun dengan rasa terkejutnya saat wajahnya kini sudah hampir dekat dengan dada bidang Dika. Hana segera membekap mulutnya dengan telapak tangannya agar tidak mengeluarkan suara.


Hana... apa yang kau lakukan! Rutuk Hana dalam hati. Dengan hati-hati Hana menjauhkan tubuhnya dari Dika agar tak mengganggu tidur Dika.


"Kenapa aku selalu bangun dalam keadaan seperti tadi!" Hana mengelus dadanya saat sudah berada di dalam kamar mandi. "Jika terus berada dekat dengannya seperti ini, aku yakin tidak dapat mengontrol perasaanku padanya." Lirih Hana kemudian. Hana segera membasuh wajahnya dengan air kran untuk menyegarkan wajahnya yang tiba-tiba murung.


Sembari menunggu Dika bangun dari tidurnya, Hana berniat memasakkan sarapan pagi untuk suaminya itu. Hana memilih memasak nasi goreng yang dulunya menjadi makanan favorit Dika dan Gerry jika bepergian dengannya.


"Semoga saja masakanku kali ini tidak asin seperti kemarin." Gumam Hana sambil mengaduk nasi yang baru ia masukkan ke dalam kuali.


Di tengah kesibukan Hana yang sedang menyiapkan sarapan pagi untuknya dan Dika, di dalam kamarnya Dika nampak mengerjap menyesuaikan sinar matahari pagi yang masuk dari celah jendela kamar. Pandangannya terarah ke samping dan tidak melihat keberadaan istrinya.


"Kemana dia?" Gumam Dika lalu bangkit dari pembaringan. Dika berjalan ke arah jendela lalu membuka gorden jendela kamar. Sejenak Dika menyegarkan matanya dengan menatap indahnya pemandangan kota di pagi hari dari jendela. Setelahnya Dika melangkah ke arah kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.

__ADS_1


*


"Ka-kau baru selesai mandi?" Hana dibuat tertegun di tempatnya berdiri saat melihat Dika keluar dari kamar mandi dengan handuk melilit pinggangnya.


Dika mengangguk tanpa bersuara. Kakinya melangkah ke arah lemari untuk mengambil pakaiannya.


"Segeralah bersiap. Kita akan pindah pagi ini ke rumahku." Titah Dika dengan dingin.


Hana mengangguk walau Dika tak dapat melihat pergerakannya. Sebelum masuk ke dalam kamar mandi, Hana lebih dulu mengambil pakaian gantinya di dalam lemari. Walau pun merasa tidak nyaman berganti pakaian di dalam kamar mandi, namun Hana berusaha membiasakannya setelah menikah dengan Dika beberapa hari yang lalu.


*


Dika menghentikan kegiatannya. Menatap Hana yang tengah tertunduk dengan jemari yang saling bertaut. Dika bangkit dari duduknya lalu berjalan ke luar dari dalam kamar tanpa mengucapkan satu kata pun.

__ADS_1


"Apa dia ingin sarapan?" Hana buru-buru mengikuti langkah Dika keluar dari dalam kamarnya.


Dan benar saja, Dika nampak berjalan ke arah dapur lalu mendudukkan tubuhnya di atas kursi meja makan.


"Silahkan dimakan. Maaf jika rasanya tidak enak karena aku belum terlalu pandai memasak." Ucap Hana dengan jujur.


Dika hanya diam sambil terus menyantap nasi goreng yang sudah tersedia di depannya.


Tidak mendapatkan respon dari Dika, Hana memilih untuk duduk di depan Dika dan turut menyantap nasi goreng buatannya sendiri.


Astaga... kenapa rasanya tidak enak dan sangat asin sekali. Ucap Hana dalam hati. Hana memperhatikan Dika yang terus menyantap nasi goreng buatannya tanpa ekspresi apa pun hingga habis tak tersisa.


Kenapa dia tidak berkomentar tentang masakanku?

__ADS_1


***


Jangan lupa berikan dukungan dalam bentuk vote, gift, like dan komennya untuk lanjut ke bab berikutnya ya🌹


__ADS_2